Sabtu, 05 April 2014

Wali Nujaba'

                    Mereka dalam setiap zamannya hanya ada 8 orang saja, tidaklah kurang dan tidaklah lebih. Pada diri mereka terdapat ahwal yang merupakan tanda-tanda di terimanya amal.
Ahwal mereka itu hanya bisa diketahui oleh wali-wali seatasnya, bukan wali-wali sebawahnya tingkatannya. (kitab Jami' Karomati Al Auliya' juz 1 hal: 70)


    Berkata Ibnu 'Arobi di dalam kitab Al-Futuhaat Al Makkiyah juz 2 hal:464 :
" Para wali Nujaba' di alam malakut memiliki Maqom (kedudukan rohani) yang bertempat di atas Kursi dan tidak akan bisa melampaui kursi itu selama masih menjadi wali Nujaba'.
Mereka memiliki keahlian menjalankan peredaran bintang-bintang, menurut pandangan ilmu Kasyf dan penglihatan batin.

Wali An-Nuqoba'

             Mereka dalam setiap zaman berjumlah 12 orang saja, tidaklah kurang atau lebih.
Mereka menguasai 12 kumpulan bintang yang beredar di cakrawala.
Alloh menjadikan mereka sebagai rujukan dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan Ilmu Syari'at.
Para wali Nuqoba' ini memiliki kewenangan untuk mengeluarkan keburukan-keburukan nafsu dan segenap tipu dayanya dari diri manusia.


            Wali Nuqoba' di Kasyf oleh Alloh Swt hingga mata batinnya bisa melihat Iblis dan segala keadaannya.
Sementara itu, Iblis sendiri tidak menyadari kalau seorang wali Nuqoba' bisa melihat dirinya.
Bahkan dari bekas telapak kaki yang di injak oleh seorang, wali Nuqoba' bisa mengetahui apakah orang tersebut tergolong AhlusSuhadah (ahli surga) atau AhlusSyaqowah (ahli neraka), sebagaimana ilmu yang di miliki oleh orang-orang yang memiliki ke ahlian mengenali jejak.





Itulah keterangan tentang Wali An-Nuqoba', semoga menjadikan manfaat bagi kita..
Amiiin

Wali Abdal

                   Wali Abdal adalah pengganti para Nabi. Manakala kenabian telah berakhir dengan diutusnya Nabi Muhammad Saw, maka sebagai penyambung dari para nabi ini adalah para wali Abdal.
(baca kitab Siroj athTholibin juz 1 hal:259).

      Berkata Abu al Baqo : " Menurut kaum sufi mereka berjumlah tujuh orang, tidak lebih dan tidak kurang".

      Mereka memperoleh kedudukan sebagai Wali Abdal bukan karena banyak melakukan puasa atau sholat, namun karena mereka bersungguh-sungguh dalam berwira'i, mempunyai niat yang baik dalam segala tindakan, berlapang dada dan selalu mengharap ridho Alloh Swt semata.
Mereka bersabar bukan karena takut kepada manusia dan bersikap rendah hati bukan karena terhina.

     Berkata Abu adDarda' di kitab Siroj athTholibin juz 1 hal 259 :
" Mereka itu terdiri dari 40 atau 30 orang lelaki dari golongan shiddiqin, hatinya menyamai keimanan Ibrohim Kholilulloh As. Apabila salah seorang diantara mereka mati, maka Alloh akan selalu mengangkat penggantinya".

     Para wali Abdal tidak pernah mengantuk, menyakiti, menghina atau merasa lebih tinggi dari mahluk lainnya. Mereka tidak pernah iri atas nikmat yang di anugrahkan Alloh kepada hamba-hambanya dan tidak pula rakus terhadap harta duniawi.

     Mereka memiliki pengetahuan yang luas, memiliki tabi'at yang lemah lembut, dermawan, wajahnya selalu berseri-seri dan tidak pernah diliputi kecemasan atau kelalaian, baik dalam menghadapi peristiwa yang sedang terjadi maupun peristiwa yang akan datang.

     Para wali Abdal selalu menetapi ahwal yang sama dan istiqomah dalam hal beribadah kepada tuhannya. Mereka tidak pernah terlelap oleh tiupan angin sepoi-sepoi dan tidak pula berpacu dengan kuda yang berlari kencang. Hati mereka menggapai keagungan tuhannya dan di landa rindu kesumat.
       
    Di riwayatkan dari Anas ra, Rosululloh Saw bersabda :
" Wali Abdal itu terdiri dari 40 orang laki-laki dan 40 orang wanita. Jika salah seorang lelaki diantara mereka ada yang wafat, maka Alloh akan menempatkan seorang lelaki untuk menggantikan kedudukannya. Dan jika seorang wanita diantara mereka ada yang wafat, maka Alloh akan menempatkan seorang wanita untuk menggantikan kedudukannya".

    Imam ath Thobroni di dalam kitab Al Awsath mengeluarkan sebuah hadist hasan, dimana Rosululloh bersabda : "Bumi ini tidak pernah sepi dari 40 orang lelaki yang menyamai Ibrohim yang bergelar Kholilurrohman. Dengan sebab mereka penduduk bumi mendapat siraman hujan dan pertolongan.
Apabila salah seorang diantara mereka wafat, maka Alloh menempatkan orang lain sebagai penggantinya".

Maqom para wali abdal itu disangga oleh 4 tiang yaitu :
1. Berdiam diri
2. Mengasingkan diri
3. Menahan lapar
4. Terjaga di malam hari





Itulah keterangan mengenai Wali Abdal, Semoga menjadi manfaat buat kita semua...
Amiiin

Wali Qutub (Pemimpin Para Wali)

                       Syehk Muhyiddin bin al-Arobi menuturkan : " Para auliya' itu banyak sekali macam dan tingkatannya, sesuai Maqom dan Ahwal yang di milikinya. Ada yang jumlahnya terbatas dari zaman ke zaman dan ada pula yang tidak terbatas" ( Kitab Jami' Karomati Al-Auliya' juz 1 hal:68 ).

                                                            "WALI QUTUB"
      
             Mereka adalah para wali yang mengumpulkan semua ahwal dan Maqomat, baik secara asal maupun menggantikan wali-wali yang lainnya (kitab Jaami' Karomati Al-auliya' juz 1 hal 69)
            Sebagian ulama' ada yang memandang kepada makna majaznya (kiasan) untuk dijadikan istilah. Mereka menamai setiap orang yang memiliki suatu maqom dengan istilah Qutub.
Dan menamai wali yang berdiam pada suatu negeri dengan istilah Qutub Al-Balad (wali yang menjadi posros dinegeri itu).
Demikian juga wali yang menjadi pemimpin dari satu golongan disebut dengan istilah Qutub, misalnya wali yang menjadi pemimpin jama'ah Qodiriyah, Naqsabandiyah, Syadiliyah dsb.
        Akan tetapi, ketika istilah Qutub tidak dirangkai dengan kata-kata lain, maka yang dimaksudkan adalah : Wali Ghouts yang dalam setiap zaman tidak lebih dari satu orang saja. Dia itu menjadi pemimpin dari semua Auliya' dan termasuk bagian dari Awliya' Muqorrobin.

        Sebagian dari wali-wali Qutub ini yang memegang khilafah dhohir dan khilafah batin, seperti : Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Hasan, Mu'awiyah bin Yazid dan Umar bin Abdul'aziz(kitab Jami' Karoomati al-auliya' juz 1 hal:69).

Dan ada yang hanya memegang khilafah batin saja, tanpa menguasai khilafah dhohir seperti : Ahmad bin Harun arrosyid as-siti, Abu Yazid al-Busthomi dan lain-lainnya.

    Berkata Abu al-Hasan asyadzili ra didalam kitab Hizb an-Nashr Wa manaqibi shohibihi ,hal 22-23 :
" Wali Qutub itu memiliki 15 Karomah, Barang siapa mengaku-ngaku memiliki 15 Karomah ini atau sebagian darinya, hendaknya di perlihatkan yaitu :
1. Di beri bantuan bantuan Rahmat dan pemeliharaan
2. Menjadi Kholifah Alloh di muka bumi
3. Menjadi Pengganti Nabi
4. Di beri bantuan para malaikat yang memikul Arsy yang sangat besar
5. Mata hatinya di bukakan tentang dzat Alloh
6. Bisa meliputi seluruh sifat-sifat Alloh
7. Di beri karomah bisa memutuskan hukum
8. Bisa membedakan antara dua wujud
9. Bisa membedakan terpisahnya wujud yang pertama dari wujud yang kedua
10. Bisa mengetahui sesuatu yang bertemu dengan wujud awal hingga penghabisannya
11. Mengetahui apa saja yang terjadi di dalam wujud awal
12. Bisa menghukumi sesuatu sebelum wujud awal dan sesudahnya
13. Bisa menghukumi sesuatu yang tiada sebelum dan sesudahnya
14. Di beri Ilmu al-Bad'i yaitu ilmu yang meliputi segala ilmu
15. Mengetahui segala sesuatu yang terlahir dari sirr awal hingga akhirannya,lalu kembali lagi kepada permulaannya".




Itulah keterangan dari pada Wali Qutub..
Semoga bermanfaat

Wali Aimmah Dan Wali Autad

                                                                 Wali Aimmah                   
                                                          Wakil dari Wali Qutub
 
              Wali-wali Aimmah dalam setiap zaman 2 dua orang, yang satu berjuluk Abdurrob dan yang lainnya berjuluk AbdulMalikSedangkan untuk wali Qutub sendiri berjuluk Abdulloh.
Wali Aimmah ini akan menggantikan kedudukan wali Qutub yang wafat. Kedua wali Aimmah ini merupakan wakil dari Wali Qutub yang sewaktu-waktu siap menggantikannya. Yang satunya mengawasi alam malakut (alam goib) dan yang lainnya mengawasi alam mulk (alam dhohir)



                                                                  Wali Autad



             Wali-wali Autad dalam setiap zaman hanya ada 4 orang saja, tidak lebih atau kuarang. 
Berkata Yusuf an-Nabhani : " Aku pernah melihat salah seorang diantara mereka di kota phas, bernama  ibnu Ja'dun, Dalam kesehariannya bekerja sebagai buruh pengayak bubuk daun pacar"
Mereka menguasai empat kawasan dari empat penjuru ka'bah, yaitu belahan timur, barat, utara dan selatan. Dan terkadang ada pula wanita yang di angkat menjadi wali Autad.
Empat orang wali Autad ini ada yang berjuluk Abdul Hayyi, Abdul 'alim, AbdulQodir dan AbdulMurid.

   Berkata Asyaikh Al Akbar qoddasallohu sirrohu : 
" Wali Autad yang di jadikan Alloh sebagai pemelihara bumi. Mereka hanya ada 4 orang saja. Wali Autad ini lebih khusus dari pada wali Abdal. Sedangkan dua Wali imam itu lebih khusus dari pada mereka dan wali Qutub lebih khusus dari pada semuanya".

    Berkata Imam AlQusyairi :  " Suatu ketika aku berjalan-jalan di padang sahara Tiih yang dulu pernah di tempati kaum bani isroil. Tiba-tiba ada seorang laki yang berjalan menuju ke arahku. Aku memperoleh Ilham, lelaki itu adalah Khoir As.
Aku bertanya kepadanya : "siapa engkau ini ?
" saudaramu Khodir"  jawab lelaki itu
" aku ingin bertanya kepadamu "
" engkau boleh bertanya apa saja kepadaku"
" apa pendapatmu mengenai assyafi'i ?? "
" dia itu wali Autad "
" apa pendapatmu tentang Ahmad bin Hanbal ??"
" dia itu lelaki dari golongan golongan shiddiqin "
" apa pendapatmu tentang Bisyr bin Harist ??"
" dia adalah lelaki yang belum pernah ada yang menyamainya setelah ia meninggal "
" dengan sebab apa aku bisa berjumpa denganmu ??"
" dengan sebab engkau berbakti kepada ibumu ".




Itulah keterangan wali Aimmah dan Wali Autad

Waliyulloh Terjaga Dari Perbuatan Dosa

             Para Wali itu memiliki sifat Mahfudh, yaitu terjaga dari melakukan Dosa atau kemaksiatan, sebagaimana para nabi yang memiliki sifat Ma'shum.
             Meskipun para wali memiliki sifat mahfudh, namun bukan berarti para wali itu tidak pernah berbuat dosa. Bisa saja mereka tergelincir melakukan kemaksiatan, namun segera bertaubat kepada Allah Swt.
    Berkata didalam Kitab Siroj Ath-Tholibin :
" Diantara persyaratan Wali adalan Mahfudh, sebagaimana ma'shum yang menjadi persyaratan bagi seorang Nabi".
     Berkata Muhammad Amin al-Kurdi di Kitab Tanwir Al-Qulub hal: 410-411 :
Sesungguhnya wali itu tidaklah Ma'shum, karena 'Ishmah itu merupakan sifat Nabi, bukan sifat Wali. Akan tetapi wali itu Mahfudh, yaitu terjaga dari melakukan kemaksiatan dan jika melakukannya, maka segera menyesalinya dan bertaubat secara sempurna serta mengakui bahwa dirinya tergelincir".

             Tidak pernah ada seorang yang terus-menerus berbuat maksiat, tanpa mau bertaubat dengan benar. Karena seorang wali itu manakala menyadari kesalahannya, maka akan segera menyesalinya dan tidak akan mengulangi lagi perbuatannya tersebut.
   Alloh berfirman : Kemudian mereka bertaubat dengan segera (an-Nisaa:17)

Berkata Muhammad Amin Al-Kurdi :
    " Ada pun orang yang terus-menerus berbuat maksiat atau banyak berbuat maksiat, maka tidak termasuk dalam golongan para wali, bukan termasuk pengikutnya dan tidak akan pernah merasakan aroma kewalian "
              Selain itu, para wali juga mendapat penjagaan langsung dari Alloh Swt dari berbagai macam bencana. Sesungguhnya jika dalam suatu negeri terjadi bencana, kemudian dijumpai orang yang terhindar dari bencana tersebut, maka kemungkinan orang tersebut adalah waliyulloh.
Berkata Imam al-Qusyairi di tafsir Al-Qusyairi-nya :
     " Seorang wali secara umum terjaga dari segala bencana. Dan bencana yang paling berat adalah melakukan kemaksiatan-kemaksiatan. Oleh karena itu Alloh selalu menjaga walinya dari melakukan kemaksiatan-kemaksiatan sepanjang waktunya "

Berkata ath-Thufi di kitab Fath al-Baari :
      " Manakala Waliyulloh itu berbuat taat dan bertaqwa kepadanya, maka Alloh pun selalu menjaganya dan memberikan pertolongam ".

Berkata Syaikh Ihsan didalam kitab Siroj ath-Tholibin juz 1,hal:15 :
      " Waliyulloh adalah orang yang selalu mengerjakan ibadah dan taat kepada Alloh Swt, dengan tanpa diselingi Kemaksiatan ".

KITAB AKHLAQ

Bimbingan akhlak Oleh:
Al-ustadz umar baradja

AKHLAQ

Apabila anak sudah dewasa dan terbiasa dengan akhlaq yang buruk,  maka sulit sekali untuk mendidik dan memperbaikinya,kadangkala hal itu tidak mungkin terwujud sama sekali Akhlaq yang baik itu menyebabkan kebahagiaan bagi mu di dunia dan di akhirat tuhan Mu ridha’ kpda. Engkau di cintai olh keluarga mu dan semua orang sedangkan engkaw hidup diantara mereka yang terhormat sedangkan akhlaq buruk adalah sumber (penyebab)kesengsaraan mu di dunia dan diakkhirat.Allah membenci mu, engkau di benci keluarga mu dan semua orang,ddan engkau hidup di antara mereka dalam keadaan hina.
Maka hendaklah engkau memiliki akhlaq mulia dan adab yag baik semenjak kecil mu agar engkau di besarkan dan terbiasa dalam keadaan itu pada waktu besar.Engkau harus lebih dulu memaksakan diri mu atas hal itu hingga menajadi watak pada akhirnya
Allah berfirman “Telah beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,dan telah merugi orang yang mengotorinya”(Asy syams – 9)
Nabi SAW bersabda “Yang terbanyakmemasukkan  manusia ke dalam surga adalah ketakwaan kepada Allah dan akhlaq yang baik. Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang ter baik akhlaqnya. Sungguh orang mukmin bisa mencapai derajat seperti orang yang berpuasa dan ber shalat dengan akhlak yang baik”
Sesungguhnya orang-orang tidak melihat ketampanan mu maupun kebaruan baju mu tetapi mereka melihat kepada akhlaq mu
Begitu pula dengan ilmu tidak akan bermanfat bila di sertai akhlaq yang buruk.Orang yang berilmu buruk buruk akhlaqnya akan lebih di benci oleh masyarakat oleh masyarakat dari pada oang yang bodoh hendaklah kamu memperhatikan pendidikan akhlak mu sebagai mana engkau memperhatikan menuntut ilmu-ilmu dan pengetahuan

Allah ta’ala telah mengaruniamu kenikmatan yang banyak,ia menjadikan mu setelah dahulu tidak ada. Allah member mu akal dan menunjukimu kepada agama islam yang merupakan kenikmatan terbesar. Allah member mu kenikmatan berupa pendengaran, penglihatan , lidah serta kedua tangan dan kedua kaki. Allah menciptakan mu sebagai manusia sempurna dalam bentuk yang terbaik.Allah berfirman “Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”(At tiin: 4) Allah memberimu keadaan sehat walafiat. Allah menanam kan kasih sayang bagi mu dalam hati ibu bapak mu hingga mereka memelihara mu dengan sempurna dan ia menjadikan kamu mencintai gurumu hingga ia mengajari mu ilmu yang berguna bagi mu dalam agama dan  dunia serta banyak lagi kenikmatan Allah ta’ala yang tak terbilang. “Dan jika kamu menghitung kenikmatan Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya”(An nahl: 18)
Engkau harus ber sukur kepada tuhan mu ats kenikmatan-kenikmatannya dengan mentaati perintah-perintahnya dan menjauhi larangannya serta mengagungkannya dari lubuk hati mu.  Maka janganlah berbuat buruk walaupun engkau berada sendiriaan. Dalam hadist di katakana: “Takutlah kepada Allah dimanapun engau berada.” hendaklah engkau mncintai tuhanmu lebih banyak dari pada kecintaan mu pada bapak ibumu dan diri mu sendiri. Hendaklah engkau mencintai malaikat-Nya, Rosul-rosul-Nya, Nabi-nabi-Nya dan hamba-hambanya yang shalih, karena Allah SWT mencintai mereka
            Engkau wajib pula meminta tolong kepadaNya dalam berbagai keperluan dan bertawakal kepadaNya dalam urusan-urusanmu. Allah SWT berfirman: “Dan kepada Allah hendaklah kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman” (Al-maa idah: 23)
Dalam hadist ibnu Abbas ra di sebutkan bahwa nabi SAW berkata kepadanya: “Hai anak, aku ajari kamu beberapa kalimat.
Peliharalah (agama) Allah, niscaya Allah memeliharamu
Peliharalah (agama) Allah niscaya engkau mendapati pertolongan-Nya di hadapanmu. Apabila engkau memohon maka mohonlah kepada Allah.Apabila engkau meminta pertolongan,, maka mintak tolonglah kepada Allah. Ketahuilah bahwa seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberimu sesuatu manfaat,Maka mereka tidak bisa memberimu suatu manfaat kecuali dengan sesuatu yang yang telah ditetapkan Allah bagi mu
Pena-pena yang Malaikat yang menulis takdir Allah telah di angkat dan lembaran-lembran yang tertulis takdir Allah telah kering dan seandainya mereka berkumpul untukk membahayakanmu, kecuali dengan sesuatu yang relah di tetapkan Allah kepadamu”
            Apabila engkau bersukur kepada Tuhanmu maka Allah menambah kenikmatan-Nya bagimu. Sebagai mana firmannya “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (ni’mat) kepadamu” (Ibrahim: 7). Dan Allah melindungimu dari berbagai musibah dan mewujudkan keinginanmu yang engkau harapkan

Tanda kecintaanmu kepada tuhanmu adalah engkau mencintai Nabimu dan mengikutinya dalam kehidupanya. Allah berfirman: “Katakanlah,jika kamu mencintai Allah,maka ikutilah aku,niscaya Allah mencintai kamu” (Ali- imran: 31)
Engkau cinta pula keluarganya (ahli baitnya) dan para sahabtnya serta seluruh umatnya. Dalam hadist dikatakan: “Cintailah Allah karena memmberimu dari nikmat-nikmatnya, dan cintailah aku (Nabi Muhammad) karena cintamu kepada Allah, dan cintailah keluarga ku demi mencintai aku”
Nabi SAW manusia ysng terbaik akhlaqnya Allah ta’ala memuji dengan firman-Nya: Sungguh engkau orang yang memiliki budi pekerti yang agung” (Al-Qalam: 4)
Allah ta’ala menjadikannya sebagai teladan bagi kaum muslimin dalam perkataan dan perbuataanya. Sebagai mana Allah berfirman: “Adalah bagi kamu dalam diri Rosululloh terdapat teladan yang baik” (Al-Ahzab: 21)
Termasuk akhlaqnya adalah kesuciaan diri dan rasa puasnya dengan apa yang ada (qana’ah).  Beliau menerima pakaian dan makanan yang ada dan tidak menanyakan yang tidak ada. Beliau tidak mencela suatu makanan sama sekali. Akan tetapi jiak disukainya beliau memakannya. dan jika tidak menyukainya, beliau meninggalkanya. Beliu tidak menyuruh orang lain membencinya dan tidak meminta. Apa-apa dari seseorang. Beliau tidak memandang (mengharap) milik orang lain. Beliau seorang pemaaf  yang tidak marah, Beliau bersabr atas cobaan dan gangguan yang menimpanya, Beliau memaafkan orang yang menyakiti hatinya dan rendah hati terhadap anak kecil maupun orang dewasa. Termsuk kerendahan hatinya adalah apabila baliau berjalan melewati anak-anak kecil, maka beliau memberi salam kepada mereka Apabila seseorng memangglnya, maka beliau menjawab dengan perkataan “labbaik” beliau tidak suka seseorang bangun darti tempat duduknya untuk menyambutnya. Belia menjahit bajunya, memperbaiki sandalnya, menyapu rumahnya dan melayani keluarganya. Beliau membeli sesuatu, lalu membawanya sendiri kerumahnya kemudian sahabatnya berkata kepadanya: Maka beliau berkata “pemilik sesuatu lebih pantas untuk membawanya”
Termasuk akhlaqnya adalah keberaniaan. Orang yang pemberami mendekatinya pada waktu perang karena beliau dekat dari musuh. Teguh di atas perinsip, sabar dalam menunaikan kewajiban, meskipun ada hambatan-hambatan yang berat dan gangguan-ganguan yang besar. Berkat benar dan bersifat jujur salam semua perataan dan perbuatan hingga beliau tersohor diantara kaum-kaumnya dengan julukan MUHAMMAD AL-AMIEN (yang jujur)
Beliau sangat takut kepada Allah Ta’ala, memiliki banyak rasa malu, besar kasih sayangnya, dan tidak menggangu manusia maupun hewan serta mengasihani kaum fakir miskin. Beliau banyak bersedekah kepada mereka, dan memenuhi panggilan mereka jika mereka memanggilnya. Beliau makan bersama mereka dan menjenguk orang yang sakit diantara mereka. Beliau orang yang paling pemurah dan tidak menolak orang yang meminta sesuatu darinya. Apabila tidak menemukan sesuatu paadanya beliau berjanji untuk memberinya di lain waktu. Pada suatu hari datanglah seorang laki-laki kepadanya meminta sesuatu. Maka beliau memberi kambing yang banyak, mennutupi diantara dua celah gunung, kemudian  ia kembali kepada kaumnya dan berkata “Masuklah kamu ke dalam agama islam. Sesungguhnya Muhammad member pemberian sebagai orang yang tak takut miskin”
Beliau menyayangi pelayan dan takpernah membentak seorang pelayan pun. Beliau menyuruh memaafkan pelayan apabila bersalah. Beliau mengasihi anak kecil dan memberi salam kepada mereka. Apabila sedang mengerjakan sholat dan mendengar anak kecil menangis, beliau meringankan sholatnya. Pada suatu hari masuklah Sayyidina Hasan r.a yang masih kecil ketika nabi SAW sedang sholat. kemudian ia menaiki punggung beliau di saat beliau sedang sujud. Maka beliaupun melambatkan sujudnya karena sayang kepadanya hingga turun dari punggung beliau.
Beliau berlaku baik kepada para sahabatnya. Beliau tersenyum dan bersikap ramah terhadap mereka dan memulai salam serta berjabatan tangan dengan mereka. Beliau mengutamakan mereka dari pada dirinya sendiri hingga mereka lebih mencintainya dari diri da anak-anak mereka. Beliau menghormati tetangga dan menyuruh berbuat baik kepadanya. Pada suatu hari beliau berkata pada sahabatnya, “Apabila engkau memasak kuah, maka perbanyaklah airnya dan bagikanlah kepada tetangga-tetanggsmu”. Beliau menghormati tamu dan berbuat  baik kepada para kerabatnya. Ketika datang kepadanya wanita yang menyusuinya Sayyidina As-Ss’diyah r.a disaat beliau sedang duduk, maka beliau menggelar kain serbannya dan memenuhi kebutuhannya. Nabi SAW. Menghormati pamannya Al-Abbas seperti penghormatan terhadap ayah dan ibu
Nabi SAW. Mengingat masa persahabatannya yang lama  dan beliau bersabda: “Sesungguhnya memelihara persahabatan termasuuk pengalaman iman” sesudah wafat Sayyidina Chadijah r.a. apabila beliau menyembah seekor kambing, maka di bagikannya dagingnya kepeda teman-temannya. Apabila beliau diberi hadiah maka beliau berkata “bawalah ia ke ruumah sifulanah.(1) ia adalah teman Chadidjah” bila mana tidak menjumpai salah seorang sahabatnya selama 3 hari, beliau menanyakannya. Jika ia pergi jauh, maaka beliau mendo’akannya. Jika ia berada dirumah, beliau mengunjunginya dsn jiks is sakit, maka beliau menjenguknya. Apabila menjanjikan sesuatu, beliau menepatinya. Beliau melarang keras pelanggaran janji. Beliau suka mengatur pekerjaan-pekerjaannya dan menyempurnakannya. Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah memerintahkan kebaikan atas segala sesuatu” beliau menyukai pula kebersihan dalam segala sesuatu: makanan, pakaian dan tempat tinggalnya serta menyurh memelihara kebersihan. Beliau bersabda dalam hadistnya: Kebersihan itu temasuk pengalaman iman”
Beliau pada waktu berjalan tidak menoleh kanan atau kiri. Apabila makan, beliau tidak makan sampai kenyang. Allah berfirman: “Makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang belebih-lebihan” (Al-A’raaf-31) pada waktu bicara beliu bicara seperlunya. Beliau bersabda: “siapa yang diam ia pun selamat” beliau memelihara waktu-waktunya dan menghabiskan seluruhnya dalam mentaati tuhannya. Dalam hadist: “Adalah Nabi  SAW. Menyebut nama Allah dalam seluruh waktunya, dan shalat ditengah malam hingga pecah-pecah kedua telapak kakinya”


Kedua orang tuamu sangat mencintaimu danmenyebabkan keberadaanmu. Keduanya amat payah memeliharamu. Akan tetapi mereka amat gembira atas hal itu. Ibu mu mengandungmu selama 9 bulan, kemudian menyusuimu dan sabar menanggung kepayahan hamil dan menyusui. Ia memperhatikan kebersihan tubuh dan bajumu, dan membuat pakainmu yang halus serta mengatur tempat tidurmu yang bersih. Ia mengusir nyamuk darimu agar engkau bisa tidur dengan tenang dan memeliharamu dalam setiap waktu dari segala sesuatu yang mengganggumu pada waktu engkau berjalan atau duduk, atau bermain ataupun tidur. Dialah yang menyiapkan makanamu dan mengajarimu berjalan dan bicara.
Sesungguhnya kedua orang tuamu sangat mengasihimu. Oleh karena itu, jika engkau sakit, keduanya sangat sedih atas dirimu dan mrncurahkan tenaga mereka bagi keselamatanmu. Keduanya berdo’a kepada Allah siang dan malam agar enngkau cepat sembuh. Ibumu tidak tidur semalaman untuk menjagamu. Ai menangis dengan air matanya yang deras, karena kasihan kepadam. Ayahmu memanggil dokter dan membeli obat-obatan untukmu. Ia tidaklah peduli mengeluarkan banyak uang demi kesehatanmu yang mahal.
Engkau cintai kedua orang tuamu dari lubuk hatimu dan hormati mereka dengan penuh penghormatan. Engkau perlakukan mereka berdua dengan segala sesuatu yang menggembirakan hatinya dan engkau sesuatu apapun yang menyusahkan kedua orang tua. Engkau dengarkan nasihat-nasihat kedua orang tua dan segera mematuhi perintah-perintahnya dan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Engkau jabat tangan kedua  orang tuamu setiap pagi dan sore dan menghadapi mereka dengan wajah yang berseri-seri serta do’akan mereka supaya diberikan umur panjang umur dalam kebaikan dan kesehatan, dan tercapai cita-cita mereka. Engkau doakan agar Allah membalas kedua orang tuamu dengan sebaik-baiknya atas pemeliharaan mereka yang baik.
Hendaklah engkau ketahui bahwa hidup ibu bapakmu merupakan kenikmatan dari Allah bagimu dan berkah serta rahmat bagimu yang engkau nikmati dengan memandang kepada mereka. Dalam hal itu terdapat pahala yang besar.
Dalam hadist dikatakan: “Tidaklah seseorng melihat kedua orang tuanya dengan pandangan kasih sayang melainkan Allah menetapkan baginya akibat pandangan itu adalah haji yang diterima dan mabrur” Hendaklah jabat tangan mereka setiap hari dan engkau bermusyawaroh dengan mereka tentang urusan-urusanmu. Engkau masukkan kegembiraan pada mereka dan engkau penuhi kebutuhan mereka. Mereka mendo’akanmu dengan segala kebaikan. Betapa besar kenikmatan-kenikmatan ini! Dan betapa banyaknya pahala ini! Seorang anak tidak mengetahui besarnya kenikmatan yang sebenarnya atas keberadaan ibu bapaknya, kecuali jika ia kehilangan mereka .padda waktu itu ia merasakan kerugian yang besar dan kesedihan yang sangat atas perpisahannya dengan mereka.
Hendaklah engkau bersifat sopan santun tehadap mereka seraya memanggil namanya, jangan tertawa dihadapannya tanpa keperluan atau bersuara keras. Janganlah engkau memandang mereka dengan pandangan yang tajam, jangan berdusta terhadap mereka atau memaki mereka atau berbicara dengan perkataan yang buruk ataupun mengeraskan suaramu diatas suara mereka. Allah berfirman: “dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya  perkataan “AH” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.(2)  Dan rendahkanlah dirimu tehadap mereka berdua dengan oenuh kesayangan dan uvapkanlah: wahai tuhanku, kasihnilah mereka keduanya, sebagimana mereka mendidikk aku diwaktu kecil” (Al-israa’: 23,24)
Apabila engkau duduk didepan mereka, maka duduklah dengan cara yang baik, janganlah meletakkan kaki diatas kaki, jangn duduk disaat mereka berdiri, dan jangan pula berjalan di depan mereka. Apabila salah seorang dari mereka memanggilmu, maka segeralah menjawabnya. Janganlah berlambat-lambat atau berpura-pura tidak mendengar atau jemu karena panggilan yang berulang-ulang. Waspadalah dengan sangat agar engakau tidak memaki ayah seorang atau ibu.
Dalam hadist: “termasuk dosa besar adalah orang yang memaki ibu bapaknya.” Orang-orang berkata, “ya Rosululloh, apakah ada orang memaki ibu dan bapaknya?”, beliau menjawab, “iya,jika ia memaki ayah seseorang, lalu orang itu memaki ayahnya. Dan jika ia memaki ibu orang itu, lalu orang itu memaki ibunya”
Datnglah seorang laki-laki kepada nabi SAW. lalu berkata,”ya Rosululloh, siapakah orang yang patut mendapat perlakuan baik dari k?” beliau menjawab, “ibumu” orang itu berkata ‘kemudian siapa?” beliau menjawab “ibumu” orang itu berkata, “kemudian siapa?” beliau menjawab “ibumu” orang itu berkata, ‘kenudian siapa?” beliau menjawab “ayahmu”. Apabila salah seorang dari mereka atau kedua-duanya sudah meninggal dunia, maka anak wajib berbakti kepada mereka dengan berso’a dan memohon ampunan serta beersedekah intik kedua orang tuanya. Dalam hadist: “Ya Rosululloh,apakah saya masih bisa berbakti kepada ibu dan bapakku sesuddah mereka wafat?”  beliau menjawab, “ya”, mensholatkan jenazahnya, memohonkan ampunan bagi keduanya, melaksanakan wasiat mereka, dan menghormati temen mereka serta menyambung hubungan antara kekeluargaan yang hanya bisa di sambung memmalui mereka.”
Apabils engkau berbakti kepada kedua orang tuamu, maka engkau mendapat ridhlo’ Allah ta’ala dan mendapat pahala-Nya yang besar. Dalam hadist: “Ridho’ Allah diperoleh karena ridho’ orang tua, dan murka Allah diperoleh karena murka orang tua.” Dalam hadist lain: “ berbakti kepada orang tua lebih utama dari pada sholat (sunnah), sedekah, puasa, haji, umrah, dan jihad dijalan Allah” dan anak-anakmu akan berbakti kepadamu dimasa mendatang. Sebagai mana dikatakan hadist: “berbaktilah kamu kepada ayahmu, tentu anakmuakan berbakti kepadamu.”
Adapuun durhaka kepada orang tua adalah ter masuk dosa-dosa terbesar. Nabi SAW bersabda: “Dosa-dosa terbesar adalah mempersekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua
Nabi SAW bersabda pula: “Jangnlah kamu durhaka kepada kedua orang tua, karena bau surge itu tercium dari jarak 1000 tahun. Demi Allah seseorang yang durhaka  memutuskan hubungann kekeluargaan tidaklah merasakannya
Nabi SAW. Bersabda: “ terkutuklah bagi siapa yang mendurhakai kedua orang tua nya.”

Orang-orang yang terdekat detelah ibu bapakmu adalah saudara-saudaramu laki-laki dan permpuan. Maka amal kanlah adab-adab ini agar engakau hidup bahagia dan senang serta mendapat ridho’ ibu bapakmu.
Hendaklah engkau menghormati mereka dalam keadaan bagaimanapun dan mencintai mereka dengan tulus. Engkau dan mereka berasal dari satu keturunan. Mereka mencintaimu dan mengharapkan kebahagianmu. Maka hiduplah dengan mereka dalam kerukunan dan persatuan. Hindarilah penyebab-penyebab perselisihan dan pertentangan.
Hendaklah engkau menghususkan saudaramu yang tua, bauk laki-laki ataupun perempuan, dengan lebih banyak penghormatan dan menganggap mereka sebagai pengganti kedua orang tuamu. Maka hendaknya engkau laksanakan nasihat-nasihat mereka dan tidak menentang perintah-perintah merka. Dalam hadist: “Hak saudara lebih tua pada yang lebih muda adalah seperti hak ayah pada anaknya.”
Hendaklah engkau menyayangi saudaramu yang lebih muda, baik laki-laki ataupun perempuan, dan memperlakukan mereka dengan baik seperti ayah ibumu memeperlakukan engkau. Dalam hadist: “bukanlah dari golongan kamibarabg siapa yang tidak menyayangi anak kecil dan menghormati yang tua.”
Bantulah saudara-saudaramu laki-laki ataupun perempuan sekuat tenagamu. Rosululloh SAW bersabda: “perumpamaan dua orang bersaudara adalah seperti dua tangan, yang satu mencuci yang lain
Waspadalah jangan saling memukul atau memaki dengan mereka ataupun mengadu domba di antra mereka atau mengambil sesuatu dari mereka tanpa persetujuan mereka ataupun memutuskan hubungan dengan salah seorang dari mereka.
Dalam hadist: “Haram seorang muslim memutus hubungang dengan saudaranya lebih dari tiga hari. Maka barang siapa yang memutus hubungan lebih dari tiga hari, lalu ia mati maka ia pun masuk neraka.”
Saudaramu adalah tangan kananmu, sebagimana firman Allah ta’ala kepada Sayyidina Musa mengenai saudaranya Sayyidina Harun as: “Kami akan membantumu dengan saudaramu.”
Sesungguhnya orng-orang yang tedekat setelah ibu bapakmu dan saudara-saudaramu adalah para kerabatmu seperti: saudara-saudara ayahmu yang laki-laki dan perempuan, saudara-saudara ibumu yang laki-laki dan yang perempuan, anak-anak mereka dan anak-anak dari saudaramu laki-laki dan yang perempuan. Dalam hadist : “BIbi (saudara permpuan  ibu) itu sederajat dengan ibu. Paman (saudara laki-laki ayah) seseorang adalah sederajat dengan ayahnya. putra saudara perempuan dari suatu kaum adalah temasuk golangan mereka.”
 Engkau harus memperlakukan mereka seperti memperlakukan saudara-saudaramu. Maka hormatilah orang-orang tua diantara mereka dan hendaklah menyayangi anak kecil mereka. Engkau bantu mereka dalam pekerjaan mereka dan hendaklah menolong yang membutuhkan diantara mereka dan serta mengunjungi mereka dalam waktu-waktu tertentu, khususnya hari-hari raya, hari-hari gembira dan waktu-waktu musibah dan kesedihan. Apabila kerabatmu sakit, segeralah pergi kerumahnya untuk menjenguk dan dan mendo’akan bagi kesehatannya. Apabila ia berpulang kerahmat Allah, maka segeralah berta’ziah (menyatakan bela sungkawa/berduka cita) kepada anak-anak dan keluarga srta membantu mereka. Janganlah sampai engkau ketinggalan  dalam menghadiri sholat atas kerabatmu yang meninggal dan mengantar jenazahnya. Dengan itu para kerbatmu gembira, karena engkau gembira bila mereka gembira dan bersedih bila mereka bersedih.
Bersatulah dengan para kerabatmu dan  jauhilah segala sesuatu yang menyebabkan pemutusan hubungan mereka. Janganlah mendengarkan pembicaraan pengadu domba dan maafkanlah mereka jika mereka bersalah terhadapmu. janganlah mendendam kepada mereka karena kesalahan mereka dan jangan pula mendengki atas kenikmatan yang di berikan Allah teerhadap mereka. Apabila engkau menjalankan adab-adab ini, maka tentulah engkau hidup bersama kerabatmu dengan rukun dan damai, aman dan senang. Kebahagiaan manusia tergantung  pada kebahagiaan keluarganya. Mereka seperti sayap bagi burung.
Allah telah memerintahkan agar berbuat baik kepada para kerabat dan mengaitkan mereka dengan ibu bapak. Allah berfirman: “dan sembahlah Allah dan mempersekutkan sesuatu dengan—Nya dan berbuat baiklah kepada ibu bapak serta anak kerabat.” (An-nisaa’: 36). Dalam hadist “barang siapa beriman dengan Allah dan hari akhir hendaklah ia menyambung hubungan kekeluargaan.” Orang yang berbuat baik kepada para kerabatnya, maka Allah melapangkan rezekinya dan memanjangkan umurnya. Dalam hadist: “Berhubungan baik dengan kerabat,memperbanyak harta, dan silaturrahmi, menambah  umur dan Allah mengampuni dosa-dosanya. ”Datang kepada nabi SAW.seorang laki-laki, lalu ia berkata, “Sesungguhnya aku berdosa besar, apakah aku bisa bertaubat?” Orang itu menjawab, “tidak” nabi SAW. Bersabda lagi: “Apakah engkau mempunyai seorang bibi?” orang itu menjawab “iya” Nabi SAW bersabda: “Berbaktilah kepadanya.”
Adapun orang yang berbuat buruk kepada para kerabatnya dan menggangu mereka, maka akibatnya kebalikan dari itu. Ia terhalang untuk masuk surge. Dalam hadist: “Tidak masuk surge orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan.”Allah menyegerakan hukuman baginya didunia. Dalam hadist lain: “Tiada dosa yang lebih pantas untuk disegerakanlah Allah hukuman bagi pelakunya di dunia disamping hukuman yang disimpan Allah baginya di akhirat dari pada kezhaliaman dan pemutusan hubungan kekeluargaan.”
Jika kerabatmu berbuat jahat kepadamu misalny, maka bersabarlah. Balaslah kejahatan mereka dengan kebaikan. Dalam hadist: “Seseorang laki-laki berkata, “Ya rosululloh, aku mempunyai kerabat yang aku hibungi, sedangkan mereka memutuskan hubungan denganku. Aku berbuat baik kepada mereka sedangkan mereka berbuat jahat kepadaku. Aku bersabar terhadap mereka, tetapi mereka tidak menghiraukan aku. “Maka Nbi SAW. Berkata, jika benar seperti enkau ceritakan, maka seakan-akan engkau member makanan kepada mereka abu  panas. Dan Allah tetap menolong terhadap mereka selama engkau dalam keadaan demikian.”
Sebagai mana ayahmu yang telah memelihara tubuhmu mempunyai hak besar padamu, maka begitu pula gurumu yang telah memelihara rohanimu dan mendidik akhlakmu serta menerangi pikiranmu dan mengajarimu ilmu yang berguna. Ia mempunyai hak yang besar padamu. Maka engkau waji mencintai dan memuliakannya serta memperlakukannya.
Hendaklah engkau patuh kepada nasihat-nadihatnya dan tunduk kepadaperintah-perintahnya, bukan karena takut hukuman, tetapi demi menjalankan kewajiban dengan ikhlas dari dalam  hatimu. Sebagaimana seorang sakit yang patuh terhadap dookter yang berbelas kasih. Maka hendaklah engkau menetima segala yang diberikannya kepadamu dengan pengertian yang baik, ucapan terimakasih dan kegembiraan. Hendaklah engkau bersikap rendah hati terhadpnya dan mencari pahala serta kemmuliaan dengan mengabdi kepadanya. Hendaklah engkau selalu menyadari bahwa engkau mendapat pemberiaan dari gurumu dan engkau tidak dapat membalasnya, betapapun engkau berbuat baik kepadanya. Hendaklah engkau sangat berhati-hati agar tidak menantangnya atau membangkang kepadanya atau bersikap sombong terhadapnya.
Dalam hadist; “Mencari muka (mencari pujian) bukanlah termasuk akhlaq seorang mukmin, kecuali  dalam menuntut ilmu.”
Berkata Sayyidina Ali karomallohu wajhahu, “Aku adalah budak dari orang yang mengajariku satu hruf. Jika ia mau dijualnya dan jika ia mau dibebaskannya dan jika ia mau diperbudaknya.”
Murid yang beradabdan rendah hati, ia mendapat ilmu dan memanfaatkannya. Kebalikannya adalah murid yang kurang ajar dan sombong. Meskipun ia mendapat sedikit ilmu, namun ia tidak bisa memanfaatkannya bagi dirinya dan tidak pula member manfaat kepada orang lain. Bahkan ilmu itu membhayakannya dan menambah baginya kesombongan dan akhlaq yang buruk.
Di antara nasihat-nasihat guru: hendaklah engkau berniat untuk memuntut ilmu demi mendapat ridho Allah dan negeri akhirat, menghidupkan agama dan member manfaat bagi kaum muslimin serta bersyukur atas nikmat akal dan kesehatan badan. Jangamlah engkau bermaksud mencari pujian dan kedudukan diantara orang banyak atau mengumpulkan kesenangan duniawi.
Di antara nasihat-nasihatnya ialah hendaklah engkau berjuang dengan keras dalam mencari ilmu. Maka hafalkanlah semua pelajarnamu dan hendaklah mempelajarinya di rumah. Janganlah menyia-nyiakan waktumu dengan percuma, karena ia lebih mahal dari permata yang berharga. Apabila lupu, maka ia tidak akan pernah kembali. Hendaklah engkau perhaadir tiap pertikan buku-buku dan alat-alatmu serta pengaturannya pada tempatnya. Hendaklah engkau selalu hadir setiap hari pada waktu yang telah di tentukan danjangan telambat, kecuali dengan alasan yang benar. Hendaklah engkau mendengarkan pelajaran-pelajaran yang di berikannya dengan penuh perhatian hingga engkau memahaminya dengan cepat dan tidak memayahkan gurumu dengan banyak mengulang. Maka kerjakanlah nasihat-nasihat yang berguna itu.
Temasuk sopan santun terhadap guru adalah engkau berdiri menyambutnya jika engkau duduk demi menghormati dan mengagungkannya. Janganlah di depannya  hingga ia mengizinkan engkau duduk. Kemudian engkau duduk didepannyadengan sopan dan jangan engkau mendahuluinya berbicara atau memutus pembicraannya atau menyuruh dan melarang seseorang di depannya. Jika engkau tidak mengerti suatu masalah, maka  hendaklah engkau mengajukan pertanyaan kepadanya dengan lembut dan penghormatan. Yaitu engkau angkat jari mu terlebih dahulu dan jangan bicara hingga ia mengizinkanmu berbicara. Apabila ia bertanya kepadamu tentang sesuatu, maka hendaklah engkau bangkit berdiri dan menjawab pertanyaanya dengan baik. Janganlah mendahiluinya menjawab, jika ia mengjukan pertanyaan kepda orang lain.
Hendaklah engkau memberi salam kepadanya dan menjabat tangannya setiap hari di sekolah dan menghadapinya dengan wajah tersenyum. Engkau lakukan itu pula jika menjummpainya di jalan dan menjenguknya di rumahnya, terutama pada waktu hari raya, atau jika ia sakit. Engkau tanyakan kepadanya tentang kesehatan dan hendaklah mendo’akan kesembuhannya. Engkau bantu dia dalam memenuhi kebutuhannya dan bermusyawarahlah dengannya dalam urusan-urusannya serta mengerjakan apa yang di perintahkannya. Janganlah memanggilnya dengan namanya , tetapi dengan kata guru. Jangan berjalan di depannya atau membelakanginya dengan punggungmu. Janganlah duduk di tempatnya atau mengambil bukunya tanpa izinnya. Janganlah banyak bicara kepadanya dan jangan menyebarkan rahasianya. Janganlah menggunjingkan seseorang di hadapannya. Janganlah berkata padanya, “ si fulan mengatakan: kebalikan dari perkataannya.”
Janganlah malu menegaskan yang sebenarnya jika ia bertanya kepadamu tentang pengertian suatu masalah yang mana engkau tidak memahaminya agar supaya engkau tidak berdosa karena berdusta dan agar bisa memahami masalah itu. Janganlah engkau marah jika ia menegurmu, tetapi hendaklah engkau diam dan gembira atas hal itu. Karena, ia tidak menegurmu kecuali karena cinta padamu agar engkau menunaikan kewajbanmu. Kelak engkau akan berterimakasih atas teguran itu bila engkau sudah besar.
Termasuk kesalahan besar adalah bila engkau menyangka bahwa gurumu membencimu karena ia menegurmu. Tidaklah berburuj sangka kepada gurunya, kecuali murid  yang kurang ajar dan tidak berilmu.
Termasuk kesetiaan kepada gurumu adalah engkau tidak melakukan kebaikannya sepanjang hidupmu, walaupun engkau sudah keluar dari sekolah atau gurumu telah berhenti dari sana atau bepergian kenegeri lain misalnya. Maka hendaklah engkau hubungi ia dengan surat-menyurat, terutama pada peristiwa-peristiwa tertentu. Begitu pula jika ia berpindah ke alam kekal, hendaklah engkau mendo’akannya agar mendapat rahmat dan ampunan serta bersedakah untuknya.
Engkau wajib memperhatikan sopan santun persahabatan terhadap murid-murid yang belajar bersamamu di sekolah yang sama, teruttama murid-murid sekelasmu, karena ikatan pengajaran menyatukan antara kamu dan mereka. Maka mereka mempunyai hak-hak yang melebihi hak-hak orang lain di antara teman-temanmu yang lain
Hendaklah engkau hormati mereka yang lebih tua darimu dan sayangi mereka yang lebih muda darimu. Engkau bekerja sama dengan mereka dalam memelihara peraturan dan ketenangan serta waktu belajar atau pada waktu istirahat dan untuk menyenangkan guru-guru sedapat mungkin. Hal itu dilakukan dengan menunaikan kewjiban-kewajiban sepeti mengghafal pelajaran dan giat dalam menutut ilmu, menyediakan kitab-kitab dan buku tulis serta alat-alat belajar, dan memelihara keselamatannya dari kerusakan dan kebersihannya dari kekotoran, serta hadir dengan teratur setiap hari  kesekolah sebelum waktu pelajaran. Hendaklah engkau atau salah seorang temanmu bisa menggantikan guru yang tidak hadirbila mana hal itu memungkinkan, agar supaya palajaran tidak berhenti dan tidak terjadi kekacauan di dalam kelas. Tentu saja gurumu sangat gembira karena engkau memelihara peraturan.
Termasuk sopan santun pula adalah bila engkau menyukai kebaikan bagi teman-temanmu sebagaimana engkau menyukainya bagi dirimu. Sebagai mana dalam hadist: “tidaklah seorang dari kamu beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”
Hendaklah engkau berlapang dada dengan mereka dalam segala urusan dan memperlakukan mereka dengan ramah dan senyum. Engkau bantu mereka memperolah kebutuhan mereka dan hindari hal-hal yang dapat menimbulkan pertengkaran dan kebencian. Maka jangan kkir terhadap mereka apabila mereka meminjam sesuatu darimu. Jangan pula bersikap terhadap mereka atau mendengki mereka atau berdusta terhadap mereka ataupun mengadu domba di antara mereka. Jangan menyempitkan mereka di tempat-tempat duduk mereka atau merusak alat-alat mereka atau menyembunyikan sebagiannya atau  berburuk sangka kepada mereka ataupun mendebat mereka tanpa sopan santun atau sering bergurau dengan mereka bukan pada waktunya. Karenana hal itu menyebkan permusuhan dan kedengkian
Hendaklah engkau do’akan mereka pada waktu mereka tidak hadir. Dalam hadist: “Do’a seorang muslim bagi saudaranyayang tidak hadir adalah mustajab. Di dekat kepalanya berada malaikat yang bertugas. Setiap kali ia mendo’akan kebaikan bagi saudarnya, berkatalah malaikatyang di tugasi itu: Amin,bagimu seperti itu.”
Hendaklah engkau menerima maaf mereka, apabila mereka minta maaf kepadamu ats kesalahn mereka. Dan mendamaikan mereka bila mana terjadi perselisihan di antara mereka. Allah ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang mukmin bersaudara, maka itu damaikanlah anatra kedua saudaramu.” (Al-hujurat: 10)
Hendaklah engkau berlomba dengan teman-temanmu untuk menghafal pelajaran dan memahami masalah-masalah demi mengamalkan firman Allah ta’ala: “Dan untuk yang demikian itu  hendaknya orang berlomba-lomba” (Al Muthaffifiin: 26)
Hendaklah engkau membantu orang-orang yang lemah dari mereka untuk belajar dan tidak membanggakan diri terhadap mereka, karena hafal pelajaran dan cepat mengerti. Hendaklah engkau mengdakan pembahasan ilmiah pada waktu luwang (senggang), karena hal itu menggemirakan hati gurumu.
Termasuk sopan santun pula adalah bila ada kerumitan pada slah seorang temanmu tentang suatu masalah, lalu ia bertanya kepada guru tenteng hal itu, maka janganlah engkau marah kepadanya atau mengejeknya, tetapi engkau dengarkan jawaban guru agar bertambah pengertianmu tentang masalah itu dan temanmu gembira terhadapmu.

AKAR BAHAR TUMBUHAN UNIK KAYA MANFAAT