Tampilkan postingan dengan label Syareat muslim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syareat muslim. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 April 2014

KITAB AKHLAQ

Bimbingan akhlak Oleh:
Al-ustadz umar baradja

AKHLAQ

Apabila anak sudah dewasa dan terbiasa dengan akhlaq yang buruk,  maka sulit sekali untuk mendidik dan memperbaikinya,kadangkala hal itu tidak mungkin terwujud sama sekali Akhlaq yang baik itu menyebabkan kebahagiaan bagi mu di dunia dan di akhirat tuhan Mu ridha’ kpda. Engkau di cintai olh keluarga mu dan semua orang sedangkan engkaw hidup diantara mereka yang terhormat sedangkan akhlaq buruk adalah sumber (penyebab)kesengsaraan mu di dunia dan diakkhirat.Allah membenci mu, engkau di benci keluarga mu dan semua orang,ddan engkau hidup di antara mereka dalam keadaan hina.
Maka hendaklah engkau memiliki akhlaq mulia dan adab yag baik semenjak kecil mu agar engkau di besarkan dan terbiasa dalam keadaan itu pada waktu besar.Engkau harus lebih dulu memaksakan diri mu atas hal itu hingga menajadi watak pada akhirnya
Allah berfirman “Telah beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,dan telah merugi orang yang mengotorinya”(Asy syams – 9)
Nabi SAW bersabda “Yang terbanyakmemasukkan  manusia ke dalam surga adalah ketakwaan kepada Allah dan akhlaq yang baik. Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang ter baik akhlaqnya. Sungguh orang mukmin bisa mencapai derajat seperti orang yang berpuasa dan ber shalat dengan akhlak yang baik”
Sesungguhnya orang-orang tidak melihat ketampanan mu maupun kebaruan baju mu tetapi mereka melihat kepada akhlaq mu
Begitu pula dengan ilmu tidak akan bermanfat bila di sertai akhlaq yang buruk.Orang yang berilmu buruk buruk akhlaqnya akan lebih di benci oleh masyarakat oleh masyarakat dari pada oang yang bodoh hendaklah kamu memperhatikan pendidikan akhlak mu sebagai mana engkau memperhatikan menuntut ilmu-ilmu dan pengetahuan

Allah ta’ala telah mengaruniamu kenikmatan yang banyak,ia menjadikan mu setelah dahulu tidak ada. Allah member mu akal dan menunjukimu kepada agama islam yang merupakan kenikmatan terbesar. Allah member mu kenikmatan berupa pendengaran, penglihatan , lidah serta kedua tangan dan kedua kaki. Allah menciptakan mu sebagai manusia sempurna dalam bentuk yang terbaik.Allah berfirman “Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”(At tiin: 4) Allah memberimu keadaan sehat walafiat. Allah menanam kan kasih sayang bagi mu dalam hati ibu bapak mu hingga mereka memelihara mu dengan sempurna dan ia menjadikan kamu mencintai gurumu hingga ia mengajari mu ilmu yang berguna bagi mu dalam agama dan  dunia serta banyak lagi kenikmatan Allah ta’ala yang tak terbilang. “Dan jika kamu menghitung kenikmatan Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya”(An nahl: 18)
Engkau harus ber sukur kepada tuhan mu ats kenikmatan-kenikmatannya dengan mentaati perintah-perintahnya dan menjauhi larangannya serta mengagungkannya dari lubuk hati mu.  Maka janganlah berbuat buruk walaupun engkau berada sendiriaan. Dalam hadist di katakana: “Takutlah kepada Allah dimanapun engau berada.” hendaklah engkau mncintai tuhanmu lebih banyak dari pada kecintaan mu pada bapak ibumu dan diri mu sendiri. Hendaklah engkau mencintai malaikat-Nya, Rosul-rosul-Nya, Nabi-nabi-Nya dan hamba-hambanya yang shalih, karena Allah SWT mencintai mereka
            Engkau wajib pula meminta tolong kepadaNya dalam berbagai keperluan dan bertawakal kepadaNya dalam urusan-urusanmu. Allah SWT berfirman: “Dan kepada Allah hendaklah kamu bertawakal, jika kamu benar-benar orang yang beriman” (Al-maa idah: 23)
Dalam hadist ibnu Abbas ra di sebutkan bahwa nabi SAW berkata kepadanya: “Hai anak, aku ajari kamu beberapa kalimat.
Peliharalah (agama) Allah, niscaya Allah memeliharamu
Peliharalah (agama) Allah niscaya engkau mendapati pertolongan-Nya di hadapanmu. Apabila engkau memohon maka mohonlah kepada Allah.Apabila engkau meminta pertolongan,, maka mintak tolonglah kepada Allah. Ketahuilah bahwa seandainya seluruh umat berkumpul untuk memberimu sesuatu manfaat,Maka mereka tidak bisa memberimu suatu manfaat kecuali dengan sesuatu yang yang telah ditetapkan Allah bagi mu
Pena-pena yang Malaikat yang menulis takdir Allah telah di angkat dan lembaran-lembran yang tertulis takdir Allah telah kering dan seandainya mereka berkumpul untukk membahayakanmu, kecuali dengan sesuatu yang relah di tetapkan Allah kepadamu”
            Apabila engkau bersukur kepada Tuhanmu maka Allah menambah kenikmatan-Nya bagimu. Sebagai mana firmannya “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (ni’mat) kepadamu” (Ibrahim: 7). Dan Allah melindungimu dari berbagai musibah dan mewujudkan keinginanmu yang engkau harapkan

Tanda kecintaanmu kepada tuhanmu adalah engkau mencintai Nabimu dan mengikutinya dalam kehidupanya. Allah berfirman: “Katakanlah,jika kamu mencintai Allah,maka ikutilah aku,niscaya Allah mencintai kamu” (Ali- imran: 31)
Engkau cinta pula keluarganya (ahli baitnya) dan para sahabtnya serta seluruh umatnya. Dalam hadist dikatakan: “Cintailah Allah karena memmberimu dari nikmat-nikmatnya, dan cintailah aku (Nabi Muhammad) karena cintamu kepada Allah, dan cintailah keluarga ku demi mencintai aku”
Nabi SAW manusia ysng terbaik akhlaqnya Allah ta’ala memuji dengan firman-Nya: Sungguh engkau orang yang memiliki budi pekerti yang agung” (Al-Qalam: 4)
Allah ta’ala menjadikannya sebagai teladan bagi kaum muslimin dalam perkataan dan perbuataanya. Sebagai mana Allah berfirman: “Adalah bagi kamu dalam diri Rosululloh terdapat teladan yang baik” (Al-Ahzab: 21)
Termasuk akhlaqnya adalah kesuciaan diri dan rasa puasnya dengan apa yang ada (qana’ah).  Beliau menerima pakaian dan makanan yang ada dan tidak menanyakan yang tidak ada. Beliau tidak mencela suatu makanan sama sekali. Akan tetapi jiak disukainya beliau memakannya. dan jika tidak menyukainya, beliau meninggalkanya. Beliu tidak menyuruh orang lain membencinya dan tidak meminta. Apa-apa dari seseorang. Beliau tidak memandang (mengharap) milik orang lain. Beliau seorang pemaaf  yang tidak marah, Beliau bersabr atas cobaan dan gangguan yang menimpanya, Beliau memaafkan orang yang menyakiti hatinya dan rendah hati terhadap anak kecil maupun orang dewasa. Termsuk kerendahan hatinya adalah apabila baliau berjalan melewati anak-anak kecil, maka beliau memberi salam kepada mereka Apabila seseorng memangglnya, maka beliau menjawab dengan perkataan “labbaik” beliau tidak suka seseorang bangun darti tempat duduknya untuk menyambutnya. Belia menjahit bajunya, memperbaiki sandalnya, menyapu rumahnya dan melayani keluarganya. Beliau membeli sesuatu, lalu membawanya sendiri kerumahnya kemudian sahabatnya berkata kepadanya: Maka beliau berkata “pemilik sesuatu lebih pantas untuk membawanya”
Termasuk akhlaqnya adalah keberaniaan. Orang yang pemberami mendekatinya pada waktu perang karena beliau dekat dari musuh. Teguh di atas perinsip, sabar dalam menunaikan kewajiban, meskipun ada hambatan-hambatan yang berat dan gangguan-ganguan yang besar. Berkat benar dan bersifat jujur salam semua perataan dan perbuatan hingga beliau tersohor diantara kaum-kaumnya dengan julukan MUHAMMAD AL-AMIEN (yang jujur)
Beliau sangat takut kepada Allah Ta’ala, memiliki banyak rasa malu, besar kasih sayangnya, dan tidak menggangu manusia maupun hewan serta mengasihani kaum fakir miskin. Beliau banyak bersedekah kepada mereka, dan memenuhi panggilan mereka jika mereka memanggilnya. Beliau makan bersama mereka dan menjenguk orang yang sakit diantara mereka. Beliau orang yang paling pemurah dan tidak menolak orang yang meminta sesuatu darinya. Apabila tidak menemukan sesuatu paadanya beliau berjanji untuk memberinya di lain waktu. Pada suatu hari datanglah seorang laki-laki kepadanya meminta sesuatu. Maka beliau memberi kambing yang banyak, mennutupi diantara dua celah gunung, kemudian  ia kembali kepada kaumnya dan berkata “Masuklah kamu ke dalam agama islam. Sesungguhnya Muhammad member pemberian sebagai orang yang tak takut miskin”
Beliau menyayangi pelayan dan takpernah membentak seorang pelayan pun. Beliau menyuruh memaafkan pelayan apabila bersalah. Beliau mengasihi anak kecil dan memberi salam kepada mereka. Apabila sedang mengerjakan sholat dan mendengar anak kecil menangis, beliau meringankan sholatnya. Pada suatu hari masuklah Sayyidina Hasan r.a yang masih kecil ketika nabi SAW sedang sholat. kemudian ia menaiki punggung beliau di saat beliau sedang sujud. Maka beliaupun melambatkan sujudnya karena sayang kepadanya hingga turun dari punggung beliau.
Beliau berlaku baik kepada para sahabatnya. Beliau tersenyum dan bersikap ramah terhadap mereka dan memulai salam serta berjabatan tangan dengan mereka. Beliau mengutamakan mereka dari pada dirinya sendiri hingga mereka lebih mencintainya dari diri da anak-anak mereka. Beliau menghormati tetangga dan menyuruh berbuat baik kepadanya. Pada suatu hari beliau berkata pada sahabatnya, “Apabila engkau memasak kuah, maka perbanyaklah airnya dan bagikanlah kepada tetangga-tetanggsmu”. Beliau menghormati tamu dan berbuat  baik kepada para kerabatnya. Ketika datang kepadanya wanita yang menyusuinya Sayyidina As-Ss’diyah r.a disaat beliau sedang duduk, maka beliau menggelar kain serbannya dan memenuhi kebutuhannya. Nabi SAW. Menghormati pamannya Al-Abbas seperti penghormatan terhadap ayah dan ibu
Nabi SAW. Mengingat masa persahabatannya yang lama  dan beliau bersabda: “Sesungguhnya memelihara persahabatan termasuuk pengalaman iman” sesudah wafat Sayyidina Chadijah r.a. apabila beliau menyembah seekor kambing, maka di bagikannya dagingnya kepeda teman-temannya. Apabila beliau diberi hadiah maka beliau berkata “bawalah ia ke ruumah sifulanah.(1) ia adalah teman Chadidjah” bila mana tidak menjumpai salah seorang sahabatnya selama 3 hari, beliau menanyakannya. Jika ia pergi jauh, maaka beliau mendo’akannya. Jika ia berada dirumah, beliau mengunjunginya dsn jiks is sakit, maka beliau menjenguknya. Apabila menjanjikan sesuatu, beliau menepatinya. Beliau melarang keras pelanggaran janji. Beliau suka mengatur pekerjaan-pekerjaannya dan menyempurnakannya. Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah memerintahkan kebaikan atas segala sesuatu” beliau menyukai pula kebersihan dalam segala sesuatu: makanan, pakaian dan tempat tinggalnya serta menyurh memelihara kebersihan. Beliau bersabda dalam hadistnya: Kebersihan itu temasuk pengalaman iman”
Beliau pada waktu berjalan tidak menoleh kanan atau kiri. Apabila makan, beliau tidak makan sampai kenyang. Allah berfirman: “Makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang belebih-lebihan” (Al-A’raaf-31) pada waktu bicara beliu bicara seperlunya. Beliau bersabda: “siapa yang diam ia pun selamat” beliau memelihara waktu-waktunya dan menghabiskan seluruhnya dalam mentaati tuhannya. Dalam hadist: “Adalah Nabi  SAW. Menyebut nama Allah dalam seluruh waktunya, dan shalat ditengah malam hingga pecah-pecah kedua telapak kakinya”


Kedua orang tuamu sangat mencintaimu danmenyebabkan keberadaanmu. Keduanya amat payah memeliharamu. Akan tetapi mereka amat gembira atas hal itu. Ibu mu mengandungmu selama 9 bulan, kemudian menyusuimu dan sabar menanggung kepayahan hamil dan menyusui. Ia memperhatikan kebersihan tubuh dan bajumu, dan membuat pakainmu yang halus serta mengatur tempat tidurmu yang bersih. Ia mengusir nyamuk darimu agar engkau bisa tidur dengan tenang dan memeliharamu dalam setiap waktu dari segala sesuatu yang mengganggumu pada waktu engkau berjalan atau duduk, atau bermain ataupun tidur. Dialah yang menyiapkan makanamu dan mengajarimu berjalan dan bicara.
Sesungguhnya kedua orang tuamu sangat mengasihimu. Oleh karena itu, jika engkau sakit, keduanya sangat sedih atas dirimu dan mrncurahkan tenaga mereka bagi keselamatanmu. Keduanya berdo’a kepada Allah siang dan malam agar enngkau cepat sembuh. Ibumu tidak tidur semalaman untuk menjagamu. Ai menangis dengan air matanya yang deras, karena kasihan kepadam. Ayahmu memanggil dokter dan membeli obat-obatan untukmu. Ia tidaklah peduli mengeluarkan banyak uang demi kesehatanmu yang mahal.
Engkau cintai kedua orang tuamu dari lubuk hatimu dan hormati mereka dengan penuh penghormatan. Engkau perlakukan mereka berdua dengan segala sesuatu yang menggembirakan hatinya dan engkau sesuatu apapun yang menyusahkan kedua orang tua. Engkau dengarkan nasihat-nasihat kedua orang tua dan segera mematuhi perintah-perintahnya dan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Engkau jabat tangan kedua  orang tuamu setiap pagi dan sore dan menghadapi mereka dengan wajah yang berseri-seri serta do’akan mereka supaya diberikan umur panjang umur dalam kebaikan dan kesehatan, dan tercapai cita-cita mereka. Engkau doakan agar Allah membalas kedua orang tuamu dengan sebaik-baiknya atas pemeliharaan mereka yang baik.
Hendaklah engkau ketahui bahwa hidup ibu bapakmu merupakan kenikmatan dari Allah bagimu dan berkah serta rahmat bagimu yang engkau nikmati dengan memandang kepada mereka. Dalam hal itu terdapat pahala yang besar.
Dalam hadist dikatakan: “Tidaklah seseorng melihat kedua orang tuanya dengan pandangan kasih sayang melainkan Allah menetapkan baginya akibat pandangan itu adalah haji yang diterima dan mabrur” Hendaklah jabat tangan mereka setiap hari dan engkau bermusyawaroh dengan mereka tentang urusan-urusanmu. Engkau masukkan kegembiraan pada mereka dan engkau penuhi kebutuhan mereka. Mereka mendo’akanmu dengan segala kebaikan. Betapa besar kenikmatan-kenikmatan ini! Dan betapa banyaknya pahala ini! Seorang anak tidak mengetahui besarnya kenikmatan yang sebenarnya atas keberadaan ibu bapaknya, kecuali jika ia kehilangan mereka .padda waktu itu ia merasakan kerugian yang besar dan kesedihan yang sangat atas perpisahannya dengan mereka.
Hendaklah engkau bersifat sopan santun tehadap mereka seraya memanggil namanya, jangan tertawa dihadapannya tanpa keperluan atau bersuara keras. Janganlah engkau memandang mereka dengan pandangan yang tajam, jangan berdusta terhadap mereka atau memaki mereka atau berbicara dengan perkataan yang buruk ataupun mengeraskan suaramu diatas suara mereka. Allah berfirman: “dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya  perkataan “AH” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.(2)  Dan rendahkanlah dirimu tehadap mereka berdua dengan oenuh kesayangan dan uvapkanlah: wahai tuhanku, kasihnilah mereka keduanya, sebagimana mereka mendidikk aku diwaktu kecil” (Al-israa’: 23,24)
Apabila engkau duduk didepan mereka, maka duduklah dengan cara yang baik, janganlah meletakkan kaki diatas kaki, jangn duduk disaat mereka berdiri, dan jangan pula berjalan di depan mereka. Apabila salah seorang dari mereka memanggilmu, maka segeralah menjawabnya. Janganlah berlambat-lambat atau berpura-pura tidak mendengar atau jemu karena panggilan yang berulang-ulang. Waspadalah dengan sangat agar engakau tidak memaki ayah seorang atau ibu.
Dalam hadist: “termasuk dosa besar adalah orang yang memaki ibu bapaknya.” Orang-orang berkata, “ya Rosululloh, apakah ada orang memaki ibu dan bapaknya?”, beliau menjawab, “iya,jika ia memaki ayah seseorang, lalu orang itu memaki ayahnya. Dan jika ia memaki ibu orang itu, lalu orang itu memaki ibunya”
Datnglah seorang laki-laki kepada nabi SAW. lalu berkata,”ya Rosululloh, siapakah orang yang patut mendapat perlakuan baik dari k?” beliau menjawab, “ibumu” orang itu berkata ‘kemudian siapa?” beliau menjawab “ibumu” orang itu berkata, “kemudian siapa?” beliau menjawab “ibumu” orang itu berkata, ‘kenudian siapa?” beliau menjawab “ayahmu”. Apabila salah seorang dari mereka atau kedua-duanya sudah meninggal dunia, maka anak wajib berbakti kepada mereka dengan berso’a dan memohon ampunan serta beersedekah intik kedua orang tuanya. Dalam hadist: “Ya Rosululloh,apakah saya masih bisa berbakti kepada ibu dan bapakku sesuddah mereka wafat?”  beliau menjawab, “ya”, mensholatkan jenazahnya, memohonkan ampunan bagi keduanya, melaksanakan wasiat mereka, dan menghormati temen mereka serta menyambung hubungan antara kekeluargaan yang hanya bisa di sambung memmalui mereka.”
Apabils engkau berbakti kepada kedua orang tuamu, maka engkau mendapat ridhlo’ Allah ta’ala dan mendapat pahala-Nya yang besar. Dalam hadist: “Ridho’ Allah diperoleh karena ridho’ orang tua, dan murka Allah diperoleh karena murka orang tua.” Dalam hadist lain: “ berbakti kepada orang tua lebih utama dari pada sholat (sunnah), sedekah, puasa, haji, umrah, dan jihad dijalan Allah” dan anak-anakmu akan berbakti kepadamu dimasa mendatang. Sebagai mana dikatakan hadist: “berbaktilah kamu kepada ayahmu, tentu anakmuakan berbakti kepadamu.”
Adapuun durhaka kepada orang tua adalah ter masuk dosa-dosa terbesar. Nabi SAW bersabda: “Dosa-dosa terbesar adalah mempersekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua
Nabi SAW bersabda pula: “Jangnlah kamu durhaka kepada kedua orang tua, karena bau surge itu tercium dari jarak 1000 tahun. Demi Allah seseorang yang durhaka  memutuskan hubungann kekeluargaan tidaklah merasakannya
Nabi SAW. Bersabda: “ terkutuklah bagi siapa yang mendurhakai kedua orang tua nya.”

Orang-orang yang terdekat detelah ibu bapakmu adalah saudara-saudaramu laki-laki dan permpuan. Maka amal kanlah adab-adab ini agar engakau hidup bahagia dan senang serta mendapat ridho’ ibu bapakmu.
Hendaklah engkau menghormati mereka dalam keadaan bagaimanapun dan mencintai mereka dengan tulus. Engkau dan mereka berasal dari satu keturunan. Mereka mencintaimu dan mengharapkan kebahagianmu. Maka hiduplah dengan mereka dalam kerukunan dan persatuan. Hindarilah penyebab-penyebab perselisihan dan pertentangan.
Hendaklah engkau menghususkan saudaramu yang tua, bauk laki-laki ataupun perempuan, dengan lebih banyak penghormatan dan menganggap mereka sebagai pengganti kedua orang tuamu. Maka hendaknya engkau laksanakan nasihat-nasihat mereka dan tidak menentang perintah-perintah merka. Dalam hadist: “Hak saudara lebih tua pada yang lebih muda adalah seperti hak ayah pada anaknya.”
Hendaklah engkau menyayangi saudaramu yang lebih muda, baik laki-laki ataupun perempuan, dan memperlakukan mereka dengan baik seperti ayah ibumu memeperlakukan engkau. Dalam hadist: “bukanlah dari golongan kamibarabg siapa yang tidak menyayangi anak kecil dan menghormati yang tua.”
Bantulah saudara-saudaramu laki-laki ataupun perempuan sekuat tenagamu. Rosululloh SAW bersabda: “perumpamaan dua orang bersaudara adalah seperti dua tangan, yang satu mencuci yang lain
Waspadalah jangan saling memukul atau memaki dengan mereka ataupun mengadu domba di antra mereka atau mengambil sesuatu dari mereka tanpa persetujuan mereka ataupun memutuskan hubungan dengan salah seorang dari mereka.
Dalam hadist: “Haram seorang muslim memutus hubungang dengan saudaranya lebih dari tiga hari. Maka barang siapa yang memutus hubungan lebih dari tiga hari, lalu ia mati maka ia pun masuk neraka.”
Saudaramu adalah tangan kananmu, sebagimana firman Allah ta’ala kepada Sayyidina Musa mengenai saudaranya Sayyidina Harun as: “Kami akan membantumu dengan saudaramu.”
Sesungguhnya orng-orang yang tedekat setelah ibu bapakmu dan saudara-saudaramu adalah para kerabatmu seperti: saudara-saudara ayahmu yang laki-laki dan perempuan, saudara-saudara ibumu yang laki-laki dan yang perempuan, anak-anak mereka dan anak-anak dari saudaramu laki-laki dan yang perempuan. Dalam hadist : “BIbi (saudara permpuan  ibu) itu sederajat dengan ibu. Paman (saudara laki-laki ayah) seseorang adalah sederajat dengan ayahnya. putra saudara perempuan dari suatu kaum adalah temasuk golangan mereka.”
 Engkau harus memperlakukan mereka seperti memperlakukan saudara-saudaramu. Maka hormatilah orang-orang tua diantara mereka dan hendaklah menyayangi anak kecil mereka. Engkau bantu mereka dalam pekerjaan mereka dan hendaklah menolong yang membutuhkan diantara mereka dan serta mengunjungi mereka dalam waktu-waktu tertentu, khususnya hari-hari raya, hari-hari gembira dan waktu-waktu musibah dan kesedihan. Apabila kerabatmu sakit, segeralah pergi kerumahnya untuk menjenguk dan dan mendo’akan bagi kesehatannya. Apabila ia berpulang kerahmat Allah, maka segeralah berta’ziah (menyatakan bela sungkawa/berduka cita) kepada anak-anak dan keluarga srta membantu mereka. Janganlah sampai engkau ketinggalan  dalam menghadiri sholat atas kerabatmu yang meninggal dan mengantar jenazahnya. Dengan itu para kerbatmu gembira, karena engkau gembira bila mereka gembira dan bersedih bila mereka bersedih.
Bersatulah dengan para kerabatmu dan  jauhilah segala sesuatu yang menyebabkan pemutusan hubungan mereka. Janganlah mendengarkan pembicaraan pengadu domba dan maafkanlah mereka jika mereka bersalah terhadapmu. janganlah mendendam kepada mereka karena kesalahan mereka dan jangan pula mendengki atas kenikmatan yang di berikan Allah teerhadap mereka. Apabila engkau menjalankan adab-adab ini, maka tentulah engkau hidup bersama kerabatmu dengan rukun dan damai, aman dan senang. Kebahagiaan manusia tergantung  pada kebahagiaan keluarganya. Mereka seperti sayap bagi burung.
Allah telah memerintahkan agar berbuat baik kepada para kerabat dan mengaitkan mereka dengan ibu bapak. Allah berfirman: “dan sembahlah Allah dan mempersekutkan sesuatu dengan—Nya dan berbuat baiklah kepada ibu bapak serta anak kerabat.” (An-nisaa’: 36). Dalam hadist “barang siapa beriman dengan Allah dan hari akhir hendaklah ia menyambung hubungan kekeluargaan.” Orang yang berbuat baik kepada para kerabatnya, maka Allah melapangkan rezekinya dan memanjangkan umurnya. Dalam hadist: “Berhubungan baik dengan kerabat,memperbanyak harta, dan silaturrahmi, menambah  umur dan Allah mengampuni dosa-dosanya. ”Datang kepada nabi SAW.seorang laki-laki, lalu ia berkata, “Sesungguhnya aku berdosa besar, apakah aku bisa bertaubat?” Orang itu menjawab, “tidak” nabi SAW. Bersabda lagi: “Apakah engkau mempunyai seorang bibi?” orang itu menjawab “iya” Nabi SAW bersabda: “Berbaktilah kepadanya.”
Adapun orang yang berbuat buruk kepada para kerabatnya dan menggangu mereka, maka akibatnya kebalikan dari itu. Ia terhalang untuk masuk surge. Dalam hadist: “Tidak masuk surge orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan.”Allah menyegerakan hukuman baginya didunia. Dalam hadist lain: “Tiada dosa yang lebih pantas untuk disegerakanlah Allah hukuman bagi pelakunya di dunia disamping hukuman yang disimpan Allah baginya di akhirat dari pada kezhaliaman dan pemutusan hubungan kekeluargaan.”
Jika kerabatmu berbuat jahat kepadamu misalny, maka bersabarlah. Balaslah kejahatan mereka dengan kebaikan. Dalam hadist: “Seseorang laki-laki berkata, “Ya rosululloh, aku mempunyai kerabat yang aku hibungi, sedangkan mereka memutuskan hubungan denganku. Aku berbuat baik kepada mereka sedangkan mereka berbuat jahat kepadaku. Aku bersabar terhadap mereka, tetapi mereka tidak menghiraukan aku. “Maka Nbi SAW. Berkata, jika benar seperti enkau ceritakan, maka seakan-akan engkau member makanan kepada mereka abu  panas. Dan Allah tetap menolong terhadap mereka selama engkau dalam keadaan demikian.”
Sebagai mana ayahmu yang telah memelihara tubuhmu mempunyai hak besar padamu, maka begitu pula gurumu yang telah memelihara rohanimu dan mendidik akhlakmu serta menerangi pikiranmu dan mengajarimu ilmu yang berguna. Ia mempunyai hak yang besar padamu. Maka engkau waji mencintai dan memuliakannya serta memperlakukannya.
Hendaklah engkau patuh kepada nasihat-nadihatnya dan tunduk kepadaperintah-perintahnya, bukan karena takut hukuman, tetapi demi menjalankan kewajiban dengan ikhlas dari dalam  hatimu. Sebagaimana seorang sakit yang patuh terhadap dookter yang berbelas kasih. Maka hendaklah engkau menetima segala yang diberikannya kepadamu dengan pengertian yang baik, ucapan terimakasih dan kegembiraan. Hendaklah engkau bersikap rendah hati terhadpnya dan mencari pahala serta kemmuliaan dengan mengabdi kepadanya. Hendaklah engkau selalu menyadari bahwa engkau mendapat pemberiaan dari gurumu dan engkau tidak dapat membalasnya, betapapun engkau berbuat baik kepadanya. Hendaklah engkau sangat berhati-hati agar tidak menantangnya atau membangkang kepadanya atau bersikap sombong terhadapnya.
Dalam hadist; “Mencari muka (mencari pujian) bukanlah termasuk akhlaq seorang mukmin, kecuali  dalam menuntut ilmu.”
Berkata Sayyidina Ali karomallohu wajhahu, “Aku adalah budak dari orang yang mengajariku satu hruf. Jika ia mau dijualnya dan jika ia mau dibebaskannya dan jika ia mau diperbudaknya.”
Murid yang beradabdan rendah hati, ia mendapat ilmu dan memanfaatkannya. Kebalikannya adalah murid yang kurang ajar dan sombong. Meskipun ia mendapat sedikit ilmu, namun ia tidak bisa memanfaatkannya bagi dirinya dan tidak pula member manfaat kepada orang lain. Bahkan ilmu itu membhayakannya dan menambah baginya kesombongan dan akhlaq yang buruk.
Di antara nasihat-nasihat guru: hendaklah engkau berniat untuk memuntut ilmu demi mendapat ridho Allah dan negeri akhirat, menghidupkan agama dan member manfaat bagi kaum muslimin serta bersyukur atas nikmat akal dan kesehatan badan. Jangamlah engkau bermaksud mencari pujian dan kedudukan diantara orang banyak atau mengumpulkan kesenangan duniawi.
Di antara nasihat-nasihatnya ialah hendaklah engkau berjuang dengan keras dalam mencari ilmu. Maka hafalkanlah semua pelajarnamu dan hendaklah mempelajarinya di rumah. Janganlah menyia-nyiakan waktumu dengan percuma, karena ia lebih mahal dari permata yang berharga. Apabila lupu, maka ia tidak akan pernah kembali. Hendaklah engkau perhaadir tiap pertikan buku-buku dan alat-alatmu serta pengaturannya pada tempatnya. Hendaklah engkau selalu hadir setiap hari pada waktu yang telah di tentukan danjangan telambat, kecuali dengan alasan yang benar. Hendaklah engkau mendengarkan pelajaran-pelajaran yang di berikannya dengan penuh perhatian hingga engkau memahaminya dengan cepat dan tidak memayahkan gurumu dengan banyak mengulang. Maka kerjakanlah nasihat-nasihat yang berguna itu.
Temasuk sopan santun terhadap guru adalah engkau berdiri menyambutnya jika engkau duduk demi menghormati dan mengagungkannya. Janganlah di depannya  hingga ia mengizinkan engkau duduk. Kemudian engkau duduk didepannyadengan sopan dan jangan engkau mendahuluinya berbicara atau memutus pembicraannya atau menyuruh dan melarang seseorang di depannya. Jika engkau tidak mengerti suatu masalah, maka  hendaklah engkau mengajukan pertanyaan kepadanya dengan lembut dan penghormatan. Yaitu engkau angkat jari mu terlebih dahulu dan jangan bicara hingga ia mengizinkanmu berbicara. Apabila ia bertanya kepadamu tentang sesuatu, maka hendaklah engkau bangkit berdiri dan menjawab pertanyaanya dengan baik. Janganlah mendahiluinya menjawab, jika ia mengjukan pertanyaan kepda orang lain.
Hendaklah engkau memberi salam kepadanya dan menjabat tangannya setiap hari di sekolah dan menghadapinya dengan wajah tersenyum. Engkau lakukan itu pula jika menjummpainya di jalan dan menjenguknya di rumahnya, terutama pada waktu hari raya, atau jika ia sakit. Engkau tanyakan kepadanya tentang kesehatan dan hendaklah mendo’akan kesembuhannya. Engkau bantu dia dalam memenuhi kebutuhannya dan bermusyawarahlah dengannya dalam urusan-urusannya serta mengerjakan apa yang di perintahkannya. Janganlah memanggilnya dengan namanya , tetapi dengan kata guru. Jangan berjalan di depannya atau membelakanginya dengan punggungmu. Janganlah duduk di tempatnya atau mengambil bukunya tanpa izinnya. Janganlah banyak bicara kepadanya dan jangan menyebarkan rahasianya. Janganlah menggunjingkan seseorang di hadapannya. Janganlah berkata padanya, “ si fulan mengatakan: kebalikan dari perkataannya.”
Janganlah malu menegaskan yang sebenarnya jika ia bertanya kepadamu tentang pengertian suatu masalah yang mana engkau tidak memahaminya agar supaya engkau tidak berdosa karena berdusta dan agar bisa memahami masalah itu. Janganlah engkau marah jika ia menegurmu, tetapi hendaklah engkau diam dan gembira atas hal itu. Karena, ia tidak menegurmu kecuali karena cinta padamu agar engkau menunaikan kewajbanmu. Kelak engkau akan berterimakasih atas teguran itu bila engkau sudah besar.
Termasuk kesalahan besar adalah bila engkau menyangka bahwa gurumu membencimu karena ia menegurmu. Tidaklah berburuj sangka kepada gurunya, kecuali murid  yang kurang ajar dan tidak berilmu.
Termasuk kesetiaan kepada gurumu adalah engkau tidak melakukan kebaikannya sepanjang hidupmu, walaupun engkau sudah keluar dari sekolah atau gurumu telah berhenti dari sana atau bepergian kenegeri lain misalnya. Maka hendaklah engkau hubungi ia dengan surat-menyurat, terutama pada peristiwa-peristiwa tertentu. Begitu pula jika ia berpindah ke alam kekal, hendaklah engkau mendo’akannya agar mendapat rahmat dan ampunan serta bersedakah untuknya.
Engkau wajib memperhatikan sopan santun persahabatan terhadap murid-murid yang belajar bersamamu di sekolah yang sama, teruttama murid-murid sekelasmu, karena ikatan pengajaran menyatukan antara kamu dan mereka. Maka mereka mempunyai hak-hak yang melebihi hak-hak orang lain di antara teman-temanmu yang lain
Hendaklah engkau hormati mereka yang lebih tua darimu dan sayangi mereka yang lebih muda darimu. Engkau bekerja sama dengan mereka dalam memelihara peraturan dan ketenangan serta waktu belajar atau pada waktu istirahat dan untuk menyenangkan guru-guru sedapat mungkin. Hal itu dilakukan dengan menunaikan kewjiban-kewajiban sepeti mengghafal pelajaran dan giat dalam menutut ilmu, menyediakan kitab-kitab dan buku tulis serta alat-alat belajar, dan memelihara keselamatannya dari kerusakan dan kebersihannya dari kekotoran, serta hadir dengan teratur setiap hari  kesekolah sebelum waktu pelajaran. Hendaklah engkau atau salah seorang temanmu bisa menggantikan guru yang tidak hadirbila mana hal itu memungkinkan, agar supaya palajaran tidak berhenti dan tidak terjadi kekacauan di dalam kelas. Tentu saja gurumu sangat gembira karena engkau memelihara peraturan.
Termasuk sopan santun pula adalah bila engkau menyukai kebaikan bagi teman-temanmu sebagaimana engkau menyukainya bagi dirimu. Sebagai mana dalam hadist: “tidaklah seorang dari kamu beriman hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.”
Hendaklah engkau berlapang dada dengan mereka dalam segala urusan dan memperlakukan mereka dengan ramah dan senyum. Engkau bantu mereka memperolah kebutuhan mereka dan hindari hal-hal yang dapat menimbulkan pertengkaran dan kebencian. Maka jangan kkir terhadap mereka apabila mereka meminjam sesuatu darimu. Jangan pula bersikap terhadap mereka atau mendengki mereka atau berdusta terhadap mereka ataupun mengadu domba di antara mereka. Jangan menyempitkan mereka di tempat-tempat duduk mereka atau merusak alat-alat mereka atau menyembunyikan sebagiannya atau  berburuk sangka kepada mereka ataupun mendebat mereka tanpa sopan santun atau sering bergurau dengan mereka bukan pada waktunya. Karenana hal itu menyebkan permusuhan dan kedengkian
Hendaklah engkau do’akan mereka pada waktu mereka tidak hadir. Dalam hadist: “Do’a seorang muslim bagi saudaranyayang tidak hadir adalah mustajab. Di dekat kepalanya berada malaikat yang bertugas. Setiap kali ia mendo’akan kebaikan bagi saudarnya, berkatalah malaikatyang di tugasi itu: Amin,bagimu seperti itu.”
Hendaklah engkau menerima maaf mereka, apabila mereka minta maaf kepadamu ats kesalahn mereka. Dan mendamaikan mereka bila mana terjadi perselisihan di antara mereka. Allah ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang mukmin bersaudara, maka itu damaikanlah anatra kedua saudaramu.” (Al-hujurat: 10)
Hendaklah engkau berlomba dengan teman-temanmu untuk menghafal pelajaran dan memahami masalah-masalah demi mengamalkan firman Allah ta’ala: “Dan untuk yang demikian itu  hendaknya orang berlomba-lomba” (Al Muthaffifiin: 26)
Hendaklah engkau membantu orang-orang yang lemah dari mereka untuk belajar dan tidak membanggakan diri terhadap mereka, karena hafal pelajaran dan cepat mengerti. Hendaklah engkau mengdakan pembahasan ilmiah pada waktu luwang (senggang), karena hal itu menggemirakan hati gurumu.
Termasuk sopan santun pula adalah bila ada kerumitan pada slah seorang temanmu tentang suatu masalah, lalu ia bertanya kepada guru tenteng hal itu, maka janganlah engkau marah kepadanya atau mengejeknya, tetapi engkau dengarkan jawaban guru agar bertambah pengertianmu tentang masalah itu dan temanmu gembira terhadapmu.

Senin, 31 Maret 2014

SANTRI DIKERJAI SAMA TEMANNYA

                    Di jawa timur ada satu Pondok pesantren yang sangat terkenal diseluruh pelosok nusantara, tak heran lagi kalau santrinya banyak dari berbagai daerah di indonesai. Seluruh santrinya berbaur menjadi satu, mereka terbagi dalam kamar-kamar tanpa membedakan asalnya daerahnya.
Pada suatu hari datanglah santri baru disalah satu kamar, dia bernama Koder yang berasal dari Kalimantan. Koder belum bisa bahasa jawa, soalnya Dia anak baru dipesantren itu, temannya mengajak Koder untuk memasak bersama agar lebih cepat mengenal dan lebih akrab dengan temannya yang lain.

   Acara masak-memasak pun sedang dimulai, mereka menanak nasi, membakar terong untuk dijadikan sayuran, menggoreng ikan asin dan membuat sambel agar lebih nikmat. Semua masakan sudah siap kecuali sambelnya yang belum dibuat, Koder dipanggil oleh salah satu santri senior.
" Der, kemarilah kamu.... Tolong pinjamkan UDEL ke kamar sebelah ya ? "
" UDEL itu apa mas ? ..... Jawab Koder
" itu yang dibuat untuk ngulek sambel itu loh Der " ... Kata Santri senior .
" Oh... Itu ya mas, kalau ditempat saya namanya Cobek mas "  sahut Koder.
" iya kalau disana Cobek namanya, tapi kalau di jawa sini namanya UDEL Der "  kata santri senior.
 
   Kemudian Koder menuju kamar sebelah...
" Assalamu'alaikum mas.... Mas saya mau pinjam UDEL mas !!"
" looooh... Apa ??!!  Mau pinjam UDEL ?.......  Kata santri penghuni kamar sebelah
" iya mas, saya mau pinjam UDELnya " ... Jawab si Koder
" looooh... Kan kamu juga punya UDEL sendiri to "   Sahut santri kamar sebelah.
" kata kakak senior belum punya mas, katanya UDELnya belum beli masih " sahut si akoder
" loooh.... UDEL kok dibeli sih...!  Kata santri kamar sebelah dengan nada heran..
" iya mas, soalnya saya mau buat ngulek sambel mas,jadi saya mau pinjem UDELnya" sahut Koder..
" kamu tanya lagi sama seniormu, jangan pinjam UDEL disini ya..? Soalnya seniormu sudah punya sendiri ", sahut santri sebelah dengan nada kesal.

Akhirnya si Koder kembali lagi di kamarnya,  " Mas, kata mas dikamar sebelah katanya UDELnya kita sudah punya sendiri mas.."  kata Koder
" bohong itu Der... Kita belum punya UDEL der, kamu pinjam lagi ya " senior berkata..

Akahirnya Koder kembali lagi ke kamar sebelah untuk meminjam alat buat ngulek sambel..
   " Assalamu'alaikum.... Mas, kata mas senior UDELnya gak punya, jadi saya disuruh pinjam oleh mas sama mas senior " kata Koder
" hahahahaha.... UDEL kok di pinjam, aku ini punya UDEL satu Der.. Nanti kalau UDEL ku di pinjam sama kamu aku gak punya UDEL lagi der " ..jawab santri sebelah dengan tawaan.
" jadi bagaimana dong... Saya disuruh pinjem UDELnya buat ngulek sambel mas..." kata Koder
 Merasa kasian sama Koder, akhirnya santri kamar sebelah menerangkan..
       " Der, yang dibuat untuk ngulek sambel itu bukan UDEL namanya, tapi yang dibuat ngulek sambel namanya itu COBEK....... 
Kalau UDEL itu ini Der..Hahahahaha  ".   Sahut santri sebelah dengan nyubit UDELnya Koder.
     " oooooh gitu ya mas..... Sahut Koder dengan senyuman.


HIKMAH :
   
     Hikmah yang bisa diambil dalam cerita diatas adalah : santri baru harus berhati-hati, jangan sampai dikerjai, kalau disuruh sesuatu yang tidak dimengerti tanya dulu pada santri lain yang jujur, agar tidak tertipu.

Setiap sesuatu itu ada benihnya, dan benihnya permusuhan adalah bergurau. (Maqolah).

Minggu, 30 Maret 2014

ASMARANYA SANTRI LEWAT SURAT

           Susah memang kalau kita mempunyai orang yang kita anggap istimewa atau lebih tepatnya sangat kita cintai dan kita sayangi, namun kita jarang sekali berjumpa dengannya.
Karna perjumpaan adalah salah satu cara yang sangat tepat untuk menunjukkan sebuah perhatian akan rasa sayang apalagi bila perjumpaan itu terjadi setelah perpisahan tentunya sebuah perjumpaan akan terasa sangat indah, betul kan ?????

          Ngomong-ngomong ......   Sebuah perhatian memang sangat dibutuhkan untuk memupuk rasa cinta diantara sepasang kekasih, ternyata surat saja belum cukup percaya enggak ?
Buktinya Pardi (nama samaran) yang menuntut ilmu dipesantren pernah mengalaminya.

Setelah berkenalan dan kemudian resmi berpacaran, si Pardi dengan terpaksa harus pergi meninggalkan sang kekasih untuk menuntut ilmu, mulanya dua hari sekali Pardi menelpon sang kekasih. Karna keuangan A2B (anggaran acara berpacaran) menipis, si Pardi memutuskan untuk mengirim sepucuk surat.
Setiap bulan di minggu pertama dia selalu kirim surat sama kekasihnya, di minggu kedua balasannya surat dari kekasih tiba, sampai seperti itu terus yang Pardi lakukan terhadap sang kekasih di acara berpacaran jarak jauhnya.

Hubungan Pardi dengan sang kekasih terus berlanjut dan menurut surat yang selalu datang setiap dua minggu sekali katanya  semakin mesra, sebab setiap selesai membaca surat Pardi selalu tersenyum bahagia dan semakin mantap menjalani hari-harinya.

      Begitulah setiap dua minggu sekali Pardi Selalu mengirim surat dan menerima balasan suratnya.
Namun setelah hubungan lewat surat itu berjalan kurang lebih dari satu tahun, Ternyata bukan surat balasan lagi yang diterimanya, akan tetapi SURAT UNDANGAN PERNIKAHAN dan lebih sakitnya lagi ternyata undangan itu dari sang kekasih.
Betapa hancur hati Pardi saat itu setelah mendapatkan undangan dari kekasihnya, tentu saja Pardi penasaran dia ingin tau siapa orang yang berani merebut pujaan hatinya itu.

      Penyelidikan dimulai, betapa terkejut dan tambah hancur hati si Pardi ketika mengetahui bahwa ternyata calon suami kekasihnya itu adalah SI TUKANG PENGANTAR SURAT mereka berdua sendiri.
Karna itulah Pardi bilang, " surat atau apapun yang bersifat tulisan tidak cukup " untuk hubungan istimewa, ternyata akibat keseringan mengirim surat, tanpa sadar si Pardi memberi kesempatan kepada tukang surat untuk bisa mendekati kekasihnya yang tentu saja lebih sering bertemu dengan kekasihnya.



HIKMAH :

Hikmah yang bisa diambil dari cerita diatas yaitu : 
  1. mungkin itu yang terbaik bagi Pardi untuk menuntut ilmu, biar tak terganggu dari pada dia surat-suratan terus yang pada akhirnya gak kosentrasi sama pelajaran dipondoknya.
  2. witing tresno jalaran songko kulino ( tumbuhnya rasa cinta disebabkan karena sering bertemu ).

BERDOA AGAR DIBERI TEMAN CEWEK

          Kisah ini terjadi ketika masa liburan pondok tiba,seperti biasa ada salah satu santri sebut saja namanya poniman (nama samaran). Dia pulang kampung karna kangen dengan keluarganya sekaligus kangen sama anak tetangganya yang menurut penglihatannya sangat canti sekali.
Kan Poniman memutuskan untuk pulang menggunakan kereta,sebab sudah jadi kebiasaannya jika sudah duduk dia akan segera tertidur sambil ngiler, makanya kendaraannya biar tidak glodak-glodak dia naik kereta dan itung-itung kalau belum tidur bisa cari kenalan dulu siapa tau dapat temen wanita yang cakep diperjalanan. Begitulah angan-angan poniman ketika minta diantar sama tukang becak ke setasiun kereta api.

      Sampai disetasiun, poniman segera antri sambil tak henti-hentinya melihat sekeliling dimana gerangan adanya cewek cantik. Tapi sekian lama tak menemukan akhirnya dengan langkah lunglai dia pun segera naik keatas kereta yang sejak tadi sudah menunggunya.
Sampai didalam kereta, poniman masih mencari mahluk yg namanya CEWEK, tapi tak menemukannya juga, karna sudah putus asa, poniman memanjatkan doa agar diberi teman cewek dalam perjalanannya.
Ketika kereta api mulai berjalan, tiba-tiba ada seorang nenek mencari tempat duduk, ketika si nenek melihat poniman berwajah murung, dia pun segera menghampiri dan duduk tepat didepan poniman.
Oooooh..... Betapa sedihnya hatinya Poniman, tapi dia tidak sadar bahwa sesungguhnya doa yang dia panjatkan sudah terkabul.

        Saking sedihnya Poniman tiba-tiba ingat dengan permen karet pemberian temannya, "Man, ini saya beri permen karet buat dimakan dikereta biar kamu tidak ngantuk," kata temannya waktu itu.
Setelah dicari kesana kemari dia pun menemukannya, tanpa menunggu lama, Poniman segera mengunyah permen itu dengan lahapnya, tanpa disadari ternyata Si nenek sejak tadi memperhatikannya, Poniman membalas tatapan si Nenek dengan santai sambil mengunya permen karetnya,sebenarnya Poniman tidak suka dipandangi Nenek itu. Karena itu Poniman juga menyertai pandangannya dengan cengiran khasnya, terjadilah acara saling pandang dan saling pelotot diantara keduanya.

        Setelah sekian lama, tibalah kereta tersebut disebuah stasiun, ternyata Poniman sudah sampai ditujuannya, Poniman pun turun tapi entah kebetulan atau tidak ternyata si Nenek juga bermaksud turun, setelah sampai dibawah, tiba-tiba si Nenek menarik tangannya Poniman dengan tarikan mesra.
Diajaklah Poniman ditempat yang sepi dipojok stasiun, Si Nenek berkata " Nak..... Saya akui bahwa kamu itu memang ganteng dan saya merasa tersanjung dengan usaha kamu merayu saya sepanjang perjalanan ini, tapi perlu kamu ketahui bahwa saya sudah tidak bisa mendengar, kamu tak usah kecewa yaach......!!!"

Saking kagetnya permen karet yang dikunyahnya langsung tertelan, tanpa menunggu lama Poniman langsung berlari terbirit-birit.


HIKMAH :
                Hikmah yang bisa diambil dari cerita diatas yaitu: jangan macam-macam dikereta, pusatkan pikiran kita semoga selamat sampai tujuan, jangan mencari-cari Cewek segala..
Nanti kejadiannya seperti cerita diatas ini, tidak enak kan.......!!

"Termasuk baik islamnya seseorang yaitu meninggalkan sesuatu yang tidak berguna bagi dirinya". (Al-Hadist)

Sabtu, 18 Mei 2013

ANDA SIAPA ??

Ujian Madrasah tinggal menghitung hari. Sebagai orang tua, Pak Slamet tidak ingin anaknya gagal dalam mengikuti ujian kenaikan kelas. Entah sudah berapa tahun si Sodron duduk dibangku Tsanawi, tidak naik-naik ke tingkat 'Aliyah. Hingga akhirnya Pak Slamet pun emosi.

Pak Slamet : "Sodron, Pokoknya Bapak tidak mau tahu. Tahun ini kamu harus lulus ujian! Harus bisa naik ke 'Aliyah."

Sodron : "Iya, Pak"

Pak Slamet : "Jangan cuma iya iya. Kamu tahu tidak, sudah tiga kali kamu tinggal kelas, itu berarti Bapak sudah tiga kali jual sapi buat biaya mondok kamu ditingkat Tsanawi. Kamu tahu, yang butuh biaya bukan cuma kamu. Adikmu itu juga pengen masuk pesantren. Ngerti kamu?" (biaya mondok pesantren itu lebih mahal dari pada kuliah).

Sodron : "Mengerti, Pak."

Pak Slamet : "Ngerta.. ngerti.. ngerta.. ngerti.. Saja bisamu. pokoknya.. Kalau sampai tahun ini kamu gagal. JANGAN PERNAH MENGENAL BAPAKMU LAGI. Sana kerja cari duit sendiri buat biaya mondokmu itu!"

Seminggu telah berlalu, Sodron sudah berjuang mati matian untuk mendapatkan nilai bagus dan dengan harapan bisa naik kelas. Namun apa daya takdir berkata lain. Ia harus tetap tinggal di Tsanawi. Sodron bingung, harus bilang apa nanti ke Bapaknya.

Sesampainya di rumah . . .

Pak Slamet : "Dron, mana hasil ujianmu? Lulus tidak?"

Sodron : "Ngapunten, jenengan sinten nggeh?" ("MAAF, ANDA SIAPA YA?")

Pak Slamet : "??????!!!!!!"

--0o0o0--

Sebagai orang tua, sudah seharusnya kita itu bertutur kata yang baik kepada anak. Karena orang tua adalah panutan anak. Juga jangan pernah sampai mengungkit-ungkit masalah harta yang sudah dihabiskan untuk keperluan anak. Anak akan merasa menyesal dan merasa dirinya adalah beban. Ini dapat membuat keterpurukan mental anak.

Jika kita ingin dihormati oleh anak kita, ya mulailah dari diri kita untuk menghormati dan menyayangi anak. Kita tak akan selamanya muda, kita tak akan selamanya kuat. Suatu hari nanti kita akan tua, kita akan lemah. Jika sudah begini, siapa yang akan merawat kita? Tentu saja anak kita!

* * *

ANAK-ANAK BELAJAR DARI PERLAKUAN YANG DIALAMINYA

Jika anak dibesarkan dengan amarah celaan, ia belajar memaki.

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.

Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri.

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.

Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.

Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, ia belajar keadilan.

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

* * *

Ya Alloh, jadikanlah putra putri kami anak yang sholih sholihah, taat kepadaMu, kepada RasulMu dan juga kepada orang tuanya. Jadikanlah mereka anak yang cerdas, berguna bagi nusa, bangsa dan agama. Aamiin...

BULE MASUK MASJID

Seperti biasa, setiap Jum'at pagi santri - santri bergiliran membersihkan masjid. Menyapu, menata sajadah, menyiapkan kotak infaq, sound sistem, mengisi bak wudhu, dan lain-lain untuk persiapan sholat Jum'at.

Pagi ini jadwalnya Shomat dan Ahmat yang bertugas. Mereka bersama-sama melakukan tugasnya dengan kompak dan baik. Semua tugas sudah dilaksanakan dengan baik, tinggal mengisi bak wudlu. Shomat pun menyalakan pompa air dan sambil menunggu bak penuh, mereka berdua pergi ngopi sekaligus sarapan di warung sebelah Masjid.

Sekembalinya mereka berdua dari sarapan dan hendak mematikan pompa air. Betapa terkejutnya mereka berdua ketika melihat ada seorang Bule yang sedang tiduran dilantai teras Masjid. Karena kelelahan dan kepanasan, bule itu menumpang berteduh.

Karena kebingungan, Shomat dan Ahmat pun menemui Kiyai Sodron.

Shomat : "Kiyai...! Kiyai...!" (setengah berteriak, shomat berlari menuju dalemnya kiyai, disusul ahmat dibelakangnya.)

Kiyai Sodron : "Ada apa ini? Ada apa? Kok teriak teriak segala?"

Shomat : "Gawat.. Kiyai..! Gawat...!"

Kiyai Sodron : "Siapa... Siapa...? Emang siapa yang jualan dawet?

Amat : "Masya Allah, bukan Dawet Kiyai tapi GAWAT... gawat Kiyai, ini gaswat eh gawat.." (amat ikut menimpali)

Kiayi Sodron : "Memangnya apanya yang gawat?"

Somat : "Itu Kiyai, di Masjid ada bude eh bule. Ada bule masuk Masjid, Kiyai."

Kiyai Sodron : "Lha kok bisa ada gule di Masjid? Emang siapa yang mengantar? Mungkin itu dari warga mau sedekah buat sarapan kalian."

Amat : "Inna lillaah... Bukan gule Kiyai, tapi BULE... BE . U . EL . E, bule Kiyai."

Kiyai Sodron : "Oh, bule. Ngomong dong dari tadi. Emang kenapa dengan si bule?"

Shomat : "Dia masuk Masjid, Kiyai. Dia tiduran di Masjid."

Kiyai Sodron : "Lah, memangnya kenapa kalau dia masuk Masjid."

Shomat : "Bule itu kan tidak boleh masuk Masjid, Kiyai. Dia kan kafir, orang kafir kan najis Kiyai. Nanti Masjidnya tidak suci lagi. Saya kan sudah capek ngepelnya."

Kiyai Sodron : "Loh, memangnya siapa yang bilang orang kafir tidak boleh masuk Masjid? Lah wong MASUK ISLAM saja boleh, apalagi cuma masuk Masjid."

Shomat & Amat : "???????"

--0o0o0--

- "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus pasukan berkuda ke arah Najd, maka pasukan tersebut membawa seseorang dari bani Hanifah, orang tersebut bernama Tsumamah bin Utsaal, maka mereka pun mengikatnya di salah satu tiang masjid" (Shahih Al-Bukhari no 457)

Jasadnya orang kafir itu tidak najis, sehingga Nabi saw pernah mengikat seorang tawanan di dalam Masjid.
*Habib Novel Alaydrus, Mana Dalilnya 1, hal. 29

- "Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis." (QS At-Taubah : 28)

Sesuai firman Allah di atas, para ulama telah menjelaskan bahwa najis disini adalah keyakinannya bukan jasadnya. Jadi najis di sini adalah najis maknawi (abstrak) bukan secara hisii (konkrit). Oleh karenanya Allah menyatakan dalam firmanNya yang lain di dalam surat Al Maaidah : 90, bahwa menyembah berhala, berjudi itu adalah najis. Najis disini adalah maknawi dalam artian harus dihindari, bukan dzatnya bahwa patung itu najis.

- Wahai Sobat, sesuai keterangan di atas, bukankah telah jelas bahwa jasad orang kafir saja tidak najis. Apalagi jasad orang muslim. Oleh karena itu, berhati hatilah kita dalam berucap. Sering kali kita mendengar celoteh teman ketika diledekkin atau dijodoh jodohin dengan temannya. Tak jarang jika mereka yang tidak suka maka akan mengatakan, "Ih, sori sori lah yau, najis cuih."
Contoh lain, ketika ada seorang ikhwan merayu akhwat, "Hai, Neng. Akang suka sama, Neng." Sang akhwat pun membalas, "Ih, ogah. Najis tauk..!"
Naudzubillah, jika memang tidak suka. Harusnya kita bisa menolaknya dengan cara halus.

GURAUAN RASULULLAH

Datang seorang nenek tua menemui Rasulullah. Beliau berkata kepada wanita tua renta itu, "Seorang nenek tidak bisa masuk surga."

Kontan pecahlah tangis nenek itu. Membayangkan betapa menderita nasibnya kelak di hari kiamat.

Rasulullah seraya tersenyum berkata, "Engkau bukan seorang nenek tua pada saat masuk surga. Karena Allah berfirman "Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan." (QS. Al Waqiah 35-36)

* * *

Suatu hari nabi Saw bersama sayidina Ali , sedang memakan kacang, sayidina Ali memindahkan kulit kacangnya didepan Nabi Saw.

Tak lama berselang para sahabat yang lain datang, setelah mengucap salam para sahabat bertanya.., "ya Nabi banyak sekali kacang yang dimakan hingga kulitnya menumpuk begitu banyak."

Lalu Nabi menjawab, "Aku memang banyak memakan kacang, tapi tidak dengan kulitnya, sedangkan Ali memakannya tanpa menyisakan kulitnya, lihatlah tiada satupun tersisa."

Para sahabat tersenyum melihat Ali tersipu...

* * *

Seorang wanita bernama Ummu Aimah datang menghadap Rasulullah. Dia menyampaikan permohonan, "Suamiku mengundang anda."

"Apakah suamimu orang yang di matanya ada putih-putih?"

"Demi Allah, di matanya tidak ada putih-putih." jawab Ummu Aimah serius.

Dengan tersenyum beliau menjelaskan, "Tidak ada seorang pun kecuali ada putih-putih di matanya."

Yang beliau maksud adalah putih-putih yang mengitari hitamnya bola mata. Setiap manusia tentu memilikinya.

* * *

Ada wanita bertubuh besar berkata kepada Nabi Muhammad Saw, "Saya minta tolong, sediakanlah unta agar saya bisa menaikinya."

"Kami akan menyediakan anak unta saja." jawab Nabi.

"Saya tidak akan menaikinya. Anak unta tidak akan sanggup menahan berat badanku." jawab wanita itu dengan serius.

"Bukankah setiap unta adalah anaknya unta?"

* * *

Bergurau dan bercanda tidak dilarang.
Rasulullah juga melakukan.
Tetapi yang perlu kita teladani, GURAUAN RASULULLAH TIDAK ADA MUATAN KEBOHONGAN DAN DUSTA DI DALAMNYA.

--0o0o0--

ADAB DALAM TERTAWA

"Dan bahwasanya Dialah (Allah) yang menjadikan orang tertawa dan menangis." (QS. An Najm: 43)

Banyak orang bilang "Tertawalah, mumpung tertawa belum dilarang." Yup's, tertawa adalah hak setiap orang dan tidak ada larangan dalam tertawa. Namun demikian, ternyata tertawa itu juga ada batasannya. Sebagai manusia waras tentu kita tidak mau kan dikatakan gila gara-gara tertawa-tawa sendiri yang tidak pada tempatnya. Nah, agar kita tetap bisa dikatakan waras maka ikutilah aturan-aturan dibawah ini dalam tertawa.

1. Jangan tertawa yang berlebihan atau terlalu banyak tertawa.
Sesuai sabda Nabi, "Berhati-hatilah dengan banyak tertawa sebab ia menyebabkan hati menjadi mati." (HR. At-Tirmizi)
Tertawa itu boleh, yang tidak boleh itu berlebihannya dalam tertawa tanpa ada sebabnya.

2. Jangan tertawa dengan terbahak bahak. Tertawalah biasa saja, yang wajar wajar saja atau tersenyum, jangan sampai terbahak bahak (ngakak : jawa). Karena tertawa terbahak bahak adalah simbol kebodohan.
Sayyidina Ali karomallaahu wajhah berkata, "Barang siapa yang tertawa terbahak bahak, jika ia orang pandai maka ia telah memuntahkan sebagian ilmunya dan jika ia orang bodoh maka telah bertambahlah kebodohannya."

3. Dilarang mentertawakan kebenaran agama, mentertawakan firman firman Allah.
"Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa mukjizat- mukjizat Kami dengan serta merta mereka menertawakannya." (QS. Az-Zukhruf: 47)

4. Jangan berbohong untuk mentertawakan keburukan orang lain, saudara atau teman.
Sesuai sabda Nabi, "Celakalah orang yang berbicara padahal ia berbohong, hanya sekadar untuk membuat orang-orang lain tertawa. Celakalah dia, dan celakalah dia."

5. Jangan mentertawakan orang lain apalagi ahli ibadah, tertawa dengan maksud mengejek atau menyakiti hati adalah dilarang.
"Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu menertawakan mereka." (QS. Al- Mu'minun: 110)

6. Jangan tertawa di tempat-tempat umum yang tidak pantas jika kita tertawa didalamnya, seperti di dalam majlis dzikir, majlis taklim, rumah sakit, saat takziah, dll.

7. Hendaknya tertawa dilakukan pada waktu yang sesuai. Jangan tertawa saat sholat karena dapat membatalkan sholat, tertawa saat makan awas nanti tersedak, dll.

8. Janganlah mentertawakan dosa yang telah dilakukan.
Ibn Abbas berkata "Barangsiapa menjalani dosa sementara ia tertawa maka masuklah ia didalam neraka dengan menangis".

9. Jangan sampai terlalu banyak tertawa hingga kita lalai akan akhirat.
"Maka hendaklah mereka sedikit tertawa dan banyak menangis, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan." (QS. At-Taubah: 82)
Nabi SAW bersabda "Andaikan kalian mengetahui apa yang aku ketahui niscaya kalian banyak mengangis dan sedikit tertawa"

10. Jangan tertawa tanpa ada sebab. Bisa disangka gila nanti. :D
Lukman al-Hakim berkata pada anaknya "Wahai anakku...! Janganlah banyak tertawa tanpa kekaguman, Jangan melangkah tanpa ada kepentingan, Jangan bertanya atas hal-hal yang tidak bermanfaat, Janganlah hartamu kau sia-siakan, harta temanmu kau lebih-lebihkan. Karena hartamu adalah yang kau kuasai sedang harta selainmu bukanlah harta yang kau miliki...!"

Semoga bermanfaat.

DOA AMPUH PENGUSIR SYETAN

Sebut saja si Salim, saat itu usianya baru sekitar 16 tahun. Dia kini tengah duduk di bangku kelas 1 MAN di Jember. Seminggu yang lalu orang tuanya baru saja pindah rumah. Rumah yang kini ia tempati adalah rumah bekas peninggalan jaman belanda. Jadi tak heran jika bentuk rumah itu agak beda dari rumah-rumah yang lain.

Awalnya sih tidak ada tanda-tanda keanehan pada rumah itu. Namun setelah hampir sebulan, barulah Salim mengalami sebuah kejadian yang cukup menyeramkan.

Pernah suatu malam Salim terbangun dari tidurnya karena kebelet pengen buang air kecil. Dia lihat jam sudah menunjukan pukul 02:00 WIB. Langsung saja deh dia lari ke toilet dan melepaskan hajatnya.

Setelah selesai pipis, Salim balik lagi kekamarnya untuk tidur kembali. Namun ketika baru keluar dari toilet, tiba-tiba terdengar suara orang tertawa cekikikan dari arah kamarnya. Dia pikir itu ibunya, tapi ngapain malam-malam begini ibunya ke kamar Salim...???

Salim pun mencoba untuk biasa saja walau sebenernya dia merasakan aneh. Semakin dekat ke kamar, langkahnya semakin terasa berat dan badannya tiba tiba merinding.
Sesampainya Salim di depan kamar,

''ASTAGA..!!!'' Salim kaget.

Ternyata di atas tempat tidurnya nampak sesosok kuntilanak yang sedang melayang layang. Mukanya pucat, bola matanya putih semua, dan rambutnya panjang terurai kedepan menutupi sebagian wajahnya.

Kuntilanak itu terus tertawa cekikikan. Salim bingung, panik, takut, ngeri, galau bercampur jadi satu bagaikan gado gado. Ingin ia berlari namun langkahnya terasa berat, hampir saja ia pipis dicelana tapi ga jadi karena dia ingat kalau waktu itu dia ga pakai pampers.

Karena suasana begitu mencekam sehingga membuat Salim jadi kalut. Ia bingung karena ketakutannya membuat ia lupa akan doa doa yang sudah pernah dihafalnya.

Dengan sisa sisa keberaniannya, Salim berusaha membaca doa seingatnya agar Kuntilanak itu pergi. Setengah berteriak Salim pun membaca doa yang dia ingat.

"BISMIKA ALLAAHUMMA AHYA WA BISMIKA AMUUT..."

Benar saja, setelah mendengar Salim membaca doa. Kuntilanak itu langsung panik kocar-kacir sambil teriakannya semakin melengking sebelum akhirnya Kuntilanak itu mampu meloloskan diri dari kamar Salim, sambil ia (kuntilanak) ngedumel sendiri.

"BUSYEET BENER DAH, ANAK ABG JAMAN SEKARANG UDAH PADA EDAN..!! MASA BARU KENAL UDAH NGAJAK BOBO BARENG...!! AMPYUUUUUN DEH...!!! GIMANA NTAR KLO GUA HAMIL DAN BERANAK LAGI? APA KATA DUNIA SETAN? MASAK KUNTILANAK BERANAK? KAPOK DAH GUA..!!''

Maaf jika kurang lucu.

--0o0o0--

Sampai saat ini ternyata masih banyak yang beranggapan bila orang matinya tidak wajar seperti contoh wanita diperkosa dan kemudian dibunuh maka arwahnya akan gentayangan menjadi kuntilanak dan akan menuntut balas.

Benarkah anggapan yang demikian?

ARWAH orang yang telah meninggal dunia ketika keluar dari jasad akan berada pada suatu tempat sesuai dengan derajat dan amal orang tersebut :

1. Arwah para Nabi bertempat di surga dengan menikmati segala kenikmatannya.

2. Arwah para Syuhadaa' berada pada perut burung hijau yang berlalu lalang disurga sembari menikmati makanan dan minuman surga.

3. Arwah orang Mukmin yang taat berada di taman surga namun belum bisa menikmati hidangan surga melainkan hanya bisa menikmati panoramanya.

4. Arwah orang Mukmin yang durhaka berada diruang angkasa antara bumi dan langit.

5. Arwah orang kafir yang mengingkari Tuhannya berada pada perut burung berwarna hitam di tempat bernama Sijjin yang berada dilapisan bumi ketujuh dengan mengalami siksaan yang pedih.

Dalam sebuah Hadits Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tidak ada (penyakit) menular, ramalan buruk, arwah gentayangan dan cacing kudis (yang menular)." (HR Bukhari dan Muslim)

Dari hadits tersebut di atas telah jelas menerangkan bahwa fenomena arwah orang mati gentayangan itu TIDAK ADA.

Hadits ini sesuai dengan sebuah ayat dalam Al Quran bahwa, "Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir" (QS. Az Zumar : 42).

Dalam menafsiri ayat ini Imam AlQurthuby dengan mengutip beberapa pendapat Ulama' Ahli Tafsir mengatakan bahwa ketika seseorang tidur akan bisa terjadi perjumpaan antara ruhnya dengan ruh-ruh orang yang telah mati, keduanya saling mengutarakan keadaan masing-masing, dan ketika keduanya hendak kembali ke jasad mereka masing-masing, Allah SWT menahan ruh orang yang telah mati dan melepas ruh orang yang masih hidup. Sehingga sangat mustahil arwah ORANG MATI yang berada dalam genggaman Allah dan menjalani ketentuannya masing-masing akan gentayangan dalam wujud hantu.

Dari keterangan tempat arwah setelah berpisah dari jasad dan dalil nash yang berkaitan dengannya, klaim yang paling logis perihal fenomena diatas adalah bahwa hantu atau arwah gentayangan ini merupakan penjelmaan jin (khususnya Jin Qorin).

Jin Qorin adalah jin yang selalu dekat menyertai orang sejak lahir hingga kematian. Qorin inilah yang paham betul dengan tipikal, kebiasaan dan kepribadian orang yang disertainya sehingga tidak aneh jika Qorin sanggup menjawab hal-hal yang bersifat intim dan privasi serta bisa meniru gaya, perilaku bahkan menyamar menjadi orang yang disertainya ketika hidup.

Dalam sabdanya Rasulullah SAW telah menegaskan mengenai eksistensi Qorin ini "Tidaklah seorang pun dari kalian kecuali telah ditetapkan JIN yang menyertainya" (HR. Muslim dan Ahmad)

Dan bukti bahwa hantu atau arwah gentayangan tersebut adalah jelmaan Jin berdasarkan apa yang tersirat dalam Hadits Nabi :

"Jin ada tiga kelompok, ada yang mempunyai sayap dan bisa terbang, ada yang menyerupai ular, dan ada yang bisa berjalan dan bergerak (seperti manusia). (H.R. Tabrani).

Berdasarkan keterangan dari Imam Az-Zuhaily golongan jin yang ketiga inilah yang biasanya menjelma dan menampakkan diri dalam wujud hantu seperti Kuntilanak, dll apalagi jin memang diberi kemampuan untuk menjelma dalam bentuk yang beraneka ragam.

Adapun perihal arwah orang yang mati tidak wajar gentayangan selama 40 hari memang memiliki relevansi kebenaran jika yang dimaksud adalah arwah orang-orang ahli maksiat, namun kendati demikian arwah tersebut tidak menjelma dalam bentuk hantu dan juga tidak terbatas dalam masa 40 hari saja tetapi mereka menempati dalam ruang antara bumi dan langit dan dalam masa yang dikehendaki oleh Allah SWT.

Wa Allaahu A'lamu bi ashShawaabi

REFERENSI :
- Sab'ah Kutub al-Mufiidah 186
- Anwaar al-Buruuq 2/227
- Tafsiir Al-Qurthuuby 15/260
- Faidh al-Qadiir 1/111-112
- I'aanah at-Thaalibiin 2/107

Powered by PISS-KTB

MANTRA SAKTI

Dikisahkan oleh Jalaludin Rumi bahwa pada suatu hari, Isa putra Maryam, berjalan-jalan di padang pasir dekat Yerusalem bersama-sama sejumlah orang yang hatinya masih dikuasai ketamakan.

Mereka memohon agar Isa memberitahukan kepada mereka sebut saja "Mantra" yang dipergunakannya untuk menghidupkan orang mati.

Isa berkata, "Kalau kuberitahukan pada kalian, kalian akan menyalahgunakannya."

Kata mereka, "Kami sudah siap dan pantas untuk mendapatkan pengetahuan semacam itu. Lagipula hal itu akan menguatkan iman keyakinan kami."

"Kalian tidak tahu apa yang kalian minta," katanya, tetapi diberitahukannya juga tentang Mantra itu.

Segera sesudah itu, orang-orang tersebut berjalan di suatu tempat yang ditinggalkan (tak berpenghuni) dan mereka melihat setumpuk tulang yang sudah memutih.

"Mari kita coba kekuatan Mantra itu," kata mereka satu sama lain, dan dibacalah mantra itu.

Tak lama setelah Mantra itu diucapkan, tulang-tulang itu pun perlahan-lahan terbungkus daging dan menjelma menjadi seekor binatang buas liar, dan Aaaaauuuum.... Binatang itu menerkam mereka hingga tercabik-cabik.

*sumber Kisah Bijak Para Sufi.

--0o0o0--

Tidak begitu lucu, tapi cerita ini lumayan mampu membuat kita tersenyum jika kita punya selera humor. xexexe

Seorang Guru terkadang tidak mengajarkan semua ilmu yang dimilikinya, bukan berarti beliau pelit ilmu. Tapi Guru itu lebih tahu apa yang terbaik untuk muridnya. Ibarat seorang Dokter, beliau lebih tahu dosis obat untuk pasiennya.

Jadi, jangan pernah ngeyel kepada Guru kita untuk minta diajarin ilmu ini dan itu. Lebih baik kita ajarkan dan kita amalkan saja ilmu yang sudah kita dapat. Insya Allah, tempat yang kosong akan terisi kembali.

"Siapa yang mengajarkan ilmu kebaikan yang ia ketahui, maka Allah akan menggantinya dengan ilmu kebaikan yang baru yang belum ia ketahui." (Sayyidina Ali karomallaahu wajhah)

BEDA KEYAKINAN

Suatu sore di komplek pesantren, di bawah pohon kelapa tampak 2 santriwati yang sedang asyik ngobrol. Sebut saja Santi dan Sinta.

Santi : "Sin, nanti selepas akhirus sanah, kamu mau ngapain?"

Sinta : "Aku pengen ngajar ngaji aja di rumah. Kebetulan belum ada disekitar rumah. Kasihan anak-anak dilingkungan sekitar rumah masih banyak yang belum bisa ngaji."

Santi : "Oh, bagus itu. Semoga Allah meridho'i."

Sinta : "Aamiin... Syukron do'anya. Eh, kalau kamu sendiri gimana?"

Santi : "Emmh... Aku sih pengen nikah."

Sinta : "Aamiin... Apa sudah ada calon?"

Santi : "Insya Allah sudah ada di kampung."

* * *

Setelah akhirus sanah, Santi dan Sinta berpisah. Mereka memilih jalan hidup mereka masing-masing. Beberapa tahun kemudian, tanpa sengaja mereka bertemu disebuah acara tabligh akbar.

Santi : "Assalaamu'alaikum, eh kamu Sinta kan?"

Sinta : "Wa'alaykum salam, iya. Eh, kamu Santi ya?"

Santi : "Iya, aku Santi. Gimana kabarmu? Jadi ngajar ngaji ?"

Sinta : "Alhamdulillah, sudah ada tiga puluhan santri yang ngaji. Emmh... kamu sendiri gimana? Jadi nikah? Sudah punya anak belum?"

Santi : (santi tertunduk, diam. dengan lirih ia menjawab) "Kami tidak jadi menikah, beda keyakinan."

Sinta : "Astaghfirullaah... Kok bisa sih? Beda keyakinan gimana maksudnya? Beda agama gitu?"

Santi : (dengan menggeleng pelan) "Bukan itu, maksudnya... emmh... AKU YAKIN KALAU AKU ITU CANTIK DAN SHOLIHAH, TAPI CALON SUAMIKU TIDAK YAKIN."

Sinta : "....!!!???

--0o0o0--

HUKUM NIKAH BEDA AGAMA

1. Nikah antara Muslim dengan Kafir Musyrik.

Allah ta'ala berfirman :
"Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran." (QS. Al Baqarah: 221)

Berdasarkan ayat ini dan dalil-dalil yang lain, para ulama menyepakati (ijma') keharaman pernikahan antara seorang laki-laki atau perempuan muslim dengan orang- orang kafir musyrik laki-laki maupun perempuan.

2. Nikah antara Lelaki Muslim dengan Perempuan Kafir Ahli Kitab

Allah ta'ala berfirman :
"Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang ahli kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita- wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak pula menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum- hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi." (QS. Al Ma-idah: 5)

Berdasarkan ayat ini dan dalil-dalil yang lain, mayoritas para ulama berpendapat bolehnya pernikahan antara seorang laki-laki muslim dengan perempuan Ahli Kitab, yahudi dan nasrani saja [5]. Hanya saja menurut Imam Syafi'i Perempuan Ahli Kitab yang dimaksud (yang boleh dinikahi) adalah mereka yang memang memiliki nenek moyang yahudi sebelum diutusnya Nabi Isa dan yang memiliki nenek moyang nasrani sebelum diutusnya Nabi Muhammad.

Sebagian ulama melarang lelaki muslim menikahi perempuan Ahli Kitab karena memang mengharamkannya dan sebagian lagi melarang dalam artian menganjurkan dan menasehatkan (Min Bab an- Nashihah wa at-Taujiih wa al Irsyad) agar tidak melakukan hal itu lebih karena alasan kemaslahatan. Mereka menganggap pernikahan semacam ini sedikit banyak akan membawa bahaya dan yang lebih besar maslahatnya adalah menghindari model pernikahan semacam ini.

Pernikahan dengan perempuan Ahli Kitab ini dilakukan oleh para sahabat Nabi shallallahu 'alayhi wasallam, di antaranya: Utsman ibn 'Affan menikah dengan Ibnatul Farafishah al Kalabiyyah, seorang nasrani kemudian masuk Islam. Thalhah ibn Ubaidillah menikahi perempuan dari Bani Kulayb nasrani atau yahudi. Hudzaifah ibn al Yaman menikahi seorang perempuan yahudi. (Semua diiriwayatkan oleh al Bayhaqi dengan sanad yang sahih) [6].

3. Nikah antara Perempuan Muslimah dengan Lelaki Kafir Musyrik atau Kafir Ahli Kitab

Allah ta'ala berfirman :
"…Maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka benar- benar beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang- orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka…" (QS. Al Mumtahanah: 10)

Berdasarkan ayat ini dan dalil-dalil yang lain, para ulama menyepakati (ijma') keharaman pernikahan antara seorang perempuan muslim dengan laki-laki kafir, baik musyrik maupun Ahli Kitab. Orang yang menghalalkan model pernikahan semacam ini berarti telah mendustakan al Qur'an dan telah keluar dari Islam.

REFERENSI :

[1]. Lihat Mukhtar ash-Shihah, h. 562.
[2]. Syekh Abdul Ghani an-Nabulsi, al Fath ar-Rabbani wa al Faidl ar- Rahmani, h. 190-191, Syekh Abdullah al Harari, ash-Shirath al Mustaqim, h. 30
[3]. Syekh Abdullah al Harari, Sharih al Bayaan, Jilid I, h. 172-189 dan ash-Shirath al Mustaqim, h. 18-21
[4]. Syekh Muhammad Anwar al Kasymiri, Ikfar al Mulhidin, h. 124
[5]. Tidak masuk ke dalamnya perempuan majusi. Karena Majusi disamakan dengan Ahli Kitab dalam hal jizyah saja, sementara dalam hal nikah dan sembelihan tetap diharamkan seperti orang- orang kafir lainnya. (Lihat Syekh Muhammad al Huut al Beiruti, Mukhtashar al Badr al Munir Fi Takhrij Ahaadits asy-Syarh al Kabiir Li Ibn al Mulaqqin, h. 205)
[6]. Syekh Muhammad al Huut al Beiruti, Mukhtashar al Badr al Munir, h. 205
Powered by PISS-KTB

SMS LUCU

Beberapa menit lagi masuk waktu maghrib. Sodron bergegas ke Masjid untuk bersiap mengumandangkan adzan. Di tengah perjalanan, tepat di pertigaan sempit Sodron dikejutkan oleh Semprul yang berjalan setengah berlari hingga,.... "Bruuugh.." Tabrakan antar badan pun tak dapat dihindari.

"Masya Allah, Prul... Semprul... Ngapain kamu lari lari kaya orang dikejar kejar syetan." Sodron berkata, karena sarungnya tampak kotor setelah jatuh.

"Maaf, Dron. Maaf.. Ini aku buru-buru mau beli pulsa." Semprul memohon maaf.

"Cuma mau beli pulsa, ngapain buru-buru amat sih. Jalan pelan apa ga bisa? Sarung aku kotor nih."

"Gawat nih, Dron. aku dapat SMS, kalau tidak segera aku sebar nanti aku bisa kena musibah."

"Ya Allah, Prul... Hari gini kok masih percaya sama SMS gituan. Emang isi SMSnya seperti apa sih?" Sodron penasaran.

Semprul segera menyodorkan handphonenya  ke Sodron. Sodron pun membaca isi SMS tersebut yang bunyinya....

Assalamualaikum..... Tolong jangan dihapus SMS ini dari Pipik, istri almarhum Uje. Ia bermimpi bertemu Ustadz Jefri Al Buchori. Dalam mimpi itu beliau berpesan, "kuatkan akidah dalam ibadah. Karena dunia sudah tua dan goyah, jangan tinggalkan sholat." Tolong sebarkan SMS ini ke 20 muslim, insya Allah dalam waktu 10 hari kamu akan dapat rizki besar, dan bila tidak disebarkan maka kamu akan menemukan musibah berupa kesulitan yang tidak henti hentinya (demi Allah terbukti)

Setelah membaca SMS tersebut, Sodron malah tertawa terbahak-bahak.

Semprul jadi heran, "Kamu kenapa malah tertawa sendiri gitu?"

"Kamu itu aneh, Prul. Hari gini masih percaya ama SMS gituan. Mana ada SMS yang bisa mendatangkan musibah? 
Hati-hati Prul, Jangan mudah percaya dengan SMS yang tidak jelas sumbernya gitu. TIDAK BOLEH KITA PERCAYA KEPADA SELAIN ALLAH, bisa bisa jadi musyrik." Sodron mencoba menasehati.

"Oh, gitu yah? Maklum aku bukan santri yang pinter ngaji seperti kamu.. Aku ini masih awam, Dron."

"makanya kamu percaya sama Aku, Dari pada kamu nyebarin SMS yang tidak jelas dan justru bisa membuat orang lain resah. Mending kamu nyebarin pulsa aja ke aku. Kebetulan pulsa aku habis. Insya Allah lebih manfaat.

"Ah, tidak mau... Enak aja kamu, aku tidak percaya sama kamu."

"Lah, kenapa memang?."

"Aku tidak bakalan percaya sama kamu, kamu sendiri yang bilang, JANGAN PERCAYA KEPADA SELAIN ALLAH, bisa jadi musyrik. Termasuk percaya sama kamu ." jawab Semprul sambil ngacir...

Sodron, "Gubrak..."

--0o0o0--

"Dan jika Allah menimpakan suatu kemudhorotan (bencana) kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al An'aam : 17)

Wahai Sobat, jika Anda mendapat SMS seperti di atas ataupun yang serupa dengannya. Maka diharapkan untuk tidak ikut menyebar luaskannya. Ini adalah SMS sesat pengecoh akidah umat islam. Berhati hatilah, perhatikan pada text terakhir (Tolong sebarkan SMS ini ke 20 muslim, insya Allah dalam waktu 10 hari kamu akan dapat rizki besar, dan bila tidak disebarkan maka kamu akan menemukan musibah berupa kesulitan yang tidak henti hentinya. Demi Allah terbukti), kebanyakan orang awam akan membagikan SMS tersebut hanya karena takut akan ancaman dari SMS itu. Padahal hanya Allah lah yang dapat mendatangkan manfaat ataupun mudhorot dari sesuatu yang Dia kehendaki.

Wallaahu a'lam.

NAJIS TAPI TIDAK DOSA

Sabtu sore ba'da ashar, disebuah taman tampak si Sodron sedang JJS (Jalan Jalan Sore). Dengan masih mengenakan Pakaian Kebesarannya ala santri (bukan pakaian kekecilannya loh ya) yaitu sarung, baju koko dan kopiah putih. Dia begitu menikmati suasana taman yang letaknya tak jauh dari pesantren. Tapi sayang, disudut sudut taman terlihat berpasang pasangan muda mudi yang berpacaran. Malem minggu gitcyu loh... Karena risih, Sodron memutuskan untuk pulang ke pesantren.

Ketika hendak membalikkan badan, tiba - tiba . . .

"Guk..guk...Kaing..kaing..kaing..."

Seekor anjing tergeletak di tengah jalan, tertabrak sepeda motor sepasang muda mudi yang melintas kencang dan meninggalkan anjing itu begitu saja.

Sodron bingung, antara menolong atau tidak. Anjing itu sudah tak berdaya. "Anjing itu kan najis, ah sudahlah biarkan saja." Begitu pikirnya. Ia pun melanjutkan langkahnya. Namun hatinya masih bimbang. Sodron teringat cerita Kiyainya bahwa ada seorang pelacur yang masuk surga lantaran memberi minum anjing.

"Walaupun anjing najis toh dia makhluk Allah juga. Aku harus menolongnya."

Sodron langsung menghampiri anjing yang masih tergeletak ditengah jalan. Astaga ternyata anjing itu sudah tak bernyawa. Sodron segera membawanya dan mencari tempat yang aman untuk menguburnya.

Ternyata sedari tadi ada sepasang kekasih yang memperhatikan tingkah Sodron.

Cewek : "Ih, gila tuh cowok. Dandanannya aja kaya santri tapi kok pegang pegang anjing sih, Say." (ngomong ke cowoknya)

Cowok : "Iya tuh, santri sodron (setengah gila) pastinya tuh. Harusnya kan tau kalo anjing tu najis dan ga boleh dipegang. Yuk kita samperin, Honey."

Sambil berpegangan tangan messsrraaaaaaa buangetz... Sepasang kekasih itu pun menghampiri santri yang memang julukannya di pesantren adalah santri sodron. :-D

Cowok : "Eh, Mas. Kok nenteng nenteng anjing sih?"

Sodron : "Iya, Mas. Ini anjingnya mati tadi tertabrak motor. Mau saya kuburin."

Cewek : (ikut nyahutin) "Tapi anjing itu kan najis, Mas. Kok dipegang pegang gitu ga pake plastik atau sarung tangan?"

Sodron : "Ga papa, Mbak. Cuma najis, ga dosa kok. Nanti juga bisa disucikan."

Cowok : "Tapi tetep saja najis. Masnya kan santri masak pegang pegang bangkai anjing?"

Sodron : (diam sejenak menahan emosi, ni cowok cewek bawel amat dan sok suci. setengah membentak, sodron menyahut dengan lantang) "Mas, Mbak. Maaf ya. Saya kasih tahu. Ini anjing mati tertabrak motor. Jika semua orang membiarkannya atas dasar najis dan tidak mau menyingkirkannya. Nanti anjing ini bakalan membusuk ditengah jalan dan akan lebih mengganggu orang yang lewat. Makanya saya mengambilnya dan hendak menguburkannya dengan alasan darurat. Toh ini hanya najis dan tidak dosa. Buat saya LEBIH BAIK MEMEGANG BENDA NAJIS DARI PADA BEPEGANGAN TANGAN DENGAN BUKAN MAHRAM. Haram itu hukumnya dan dilarang. (sambil menunjuk ke arah tangan muda mudi yang masih bergandengan mesra...)

Bagai kepiting rebus muka cowok cewek tadi yang sok suci dan akhirnya ngacir pergi menahan malu....

Maaf jika ceritanya bertele tele dan kurang lucu. Semoga tetap bisa membuat Sobat tersenyum.

--0o0o0--

"Sesungguhnya kepala ditusuk dengan besi panas itu lebih baik daripada memegang lelaki / perempuan bukan mahram." (HR. Thabrani dan Baihaqi)

Maaf, tak banyak yang akan Saya sampaikan. "JIKA MEMANG KAU MENCINTAINYA, MAKA JANGAN KAU SENTUH DIA HINGGA DIA HALAL BAGIMU." Itu jika memang Kau mencintainya karena Allah. Bukan karena nafsu.

Jodoh itu ada 3, yaitu :

1. Jodoh dari Syaitan :
Kamu berdua berkenalan, berpegangan tangan dan terus berbuat maksiat. Akhirnya si wanita hamil, baru kamu menikah.

2. Jodoh dari Jin :
Kamu berdua berkenalan. Kamu suka pada dia. Tapi dia tidak suka padamu. Akhirnya cinta di tolak dukun bertindak, dan akhirnya dia mau menikah denganmu.

3. Jodoh dari Allah :
Kamu berdua berpandangan mata. Yang akhirnya menusuk ke kalbu, Kamu meminang dia, dan dia menerima pinangan kamu. Kamu berdua menikah. InsyaAllah kekal hingga akhir hayat. Dan itulah yang dikatakan syurga cinta.

Wallaahu a'lam...

MASUKKAN PAYUNG

Santri yang ikut ‘ndalem’ rata-rata kalau tidak menghibur ya menjengkelkan Kiyainya. Sebut saja Tukin. Dia adalah seorang santri ‘ndalem’ yang sekaligus menghibur dan menjengkelkan bagi Kiyainya, Kiyai Bisri Musthofa.

Pulang dari menghadiri hajatan, Kiyai Bisri meletakkan payung di depan pintu. Setelah hujan reda, beliau menyuruh Tukin untuk memasukkan payung.

“Kin, payung itu bawa masuk!”

“Inggih, (ya)” kata Tukin sambil lari ke dalam, bukannya ke luar rumah.

“Loh, payung di luar itu l!” teriak Kiyai Bisri heran.

“Inggih,” jawab Tukin masih terus menuju ke dalam rumah.

“Loh, kok kamu malah kesana itu mau apa?” tanya Kiyai Bisri bingung.

“Mau cari obeng,” jawab Tukin kalem.

“Obeng untuk apa?” tanya Kiyai Bisri semakin bingung.

“Untuk nyopot pintu ini, Yai. Payungnya lebar, kalau pintunya tidak dicopot, tidak bisa masuk payungnya.”

“MasyaAllah, Tukin, Tukin,” teriak Kiyai Bisri sambil tertawa, “Mengapa tidak telingamu saja yang dicopot?”

Ganti Tukin yang bingung.

--0o0o0--

Sering kali kita marah untuk melampiaskan emosional kita ketika anak atau pun murid kita tidak paham paham dengan apa yang kita perintahkan.

"Guoblok kamu, kaya gitu saja tidak bisa!"
"Payah kamu, gitu saja tidak ngerti!"

Tapi tidak untuk, Kiayi Bisri. Beliau justru tertawa melihat keluguan Santrinya dan menanggapinya dengan lelucon sindiran halus.... Perlu kita contoh.

Menasehati, mengarahkan, membetulkan tidak mesti harus dengan amarah, tapi dengan sindiran halus atau humor pun bisa dan justru lebih menyehatkan. Insya Allah.

FILOSOFI SANTRI

Santri adalah julukan bagi seorang yang menuntut ilmu pendidikan di sebuah pesantren yang diasuh oleh figur seorang kiyai. Sedangkan siswa / murid adalah sebutan seorang yang menuntut ilmu di pendidikan formal.

Predikat santri mempunyai makna yang sangat luas yang harus kita mengerti dan kita jalani. Santri bukanlah sebutan asala-asalan yang dilontarkan oleh leluhur kita dulu. Yang mana seperti kita ketahui bahwa pesantren merupakan lembaga tertua di indonesia, semenjak penyi’ar agama islam datang di negara kita.

SANTRI berasal dari bahasa sangsekerta yaitu San artinya suci dan Tri artinya Tiga. Jadi, maknanya santri harus suci dari tiga perkara, yaitu ; suci dari kema’siatan, suci dari kedzholiman dan suci dari kebodohan. Itulah ma’na santri kalau kita fahami betul dari bahasa leluhur kita.

* * *

Ma’na santri pun bila kita kaji lebih dalam lagi mecakup beberapa pengertian yang luas. Kata Santri terdiri dari lima huruf hijaiyah yaitu : SIN, NUN, TA', RO' dan YA'

- Sin adalah kependekan dari kalimat "satirun ‘anil ‘uyuub" artinya menutupi kekurangan atau aib serapat mungkin. Santri harus bisa menjaga moralitas karena mereka adalah generasi yang sangat diharapkan untuk menjadi tolak ukur moral di masyarakat.

- Nun adalah "naaibul ‘anisy syaikh" artinya pengganti dari guru dan orang tua. Ulama adalah pewaris dari para nabi, kemudian santri adalah pewaris dari para ulama. Sehingga keberadaan santri ini sangat diharapkan bisa menjadi panutan untuk meneruskan dakwah dan tarbiyah karena mereka sudah diberi kemampuan lebih dalam bidang agama.

- Ta’ adalah "taa’ibun ‘anidzunub" artinya senantiasa memperbaharui taubat kepada Allah dan menghindari berbuat dosa kecil maupun besar. Manusia memang tidak ada yang suci dari dosa dan kesalahan karena sifatnya yang pelupa. Namun, Allah dengan kasih sayangnya masih memberi kesempatan untuk membersihkan dosa dan kesalahan dengan pintu taubat yang selalu terbuka sampai nyawa tercabut.

- Ro’ adalah "rooghibun fil mandhub" artinya sepi dari mengharap imbalan tapi giat untuk bekerja. Mereka berbuat bukan untuk mendapatkan imbalan yang banyak sebagaimana orang bekerja mencari penghasilan. Namun mereka berbuat karena ingin memberi yang terbaik bagi orang lain dan masyarakat luas. Mentalitasnya bukan seperti robot yang selalu harus diremot baru bergerak. Keterpanggilan iman yang mendorong dirinya terus berbuat untuk Islam. Mereka sangat yakin bahwa kebaikan yang diberikan kepada orang lain, hakekatnya adalah kebaikan untuk dirinya kelak di hari kiamat.

- Ya’ adalah "yughni ‘anrizqillah" artinya merasa cukup dengan rizki yang diberikan oleh Allah. Kesederhanaan adalah menjadi gaya hidupya. Manusia stress dan menjadi gila karena mengejar keinginan-keinginan yang diluar kemampuannya, tidak terima dengan kepuasan pemberian dari Allah. Sebagaian manusia menjadi budak dunia dengan mengejar dan terus berlari siang malam untuk mencari dunia. Padahal, tidak pernah akan ada kepuasan dengan dunia kecuali kenikmatan akherat yang Allah janjikan.

Itulah ma’na dari predikat seorang santri, filosofis yang perluh kita renungkan dan kita fikirkan dalam-dalam. Fungsi dari sebuah nama adalah pembentukan karakter pada seorang sesuai dengan namanya. Dengan makna santri tersebut telah menaruh beberapa harapan untuk menyonsong masa depan. Maka kita tela’ah lagi hakikat seorang santri yang mengandung ma’na yang menjadi amanah yang harus dita’ati bagi seorang santri. Dan semoga ilmu yang kita emban akan menjadi ilmu yang bermanfa’at di dunia dan di akhirat, bermanfa’at bagi nusa bangsa dan agama. Aamiin.

Wallaahu a'lam.

AKAR BAHAR TUMBUHAN UNIK KAYA MANFAAT