Senin, 31 Maret 2014

SANTRI DIKERJAI SAMA TEMANNYA

                    Di jawa timur ada satu Pondok pesantren yang sangat terkenal diseluruh pelosok nusantara, tak heran lagi kalau santrinya banyak dari berbagai daerah di indonesai. Seluruh santrinya berbaur menjadi satu, mereka terbagi dalam kamar-kamar tanpa membedakan asalnya daerahnya.
Pada suatu hari datanglah santri baru disalah satu kamar, dia bernama Koder yang berasal dari Kalimantan. Koder belum bisa bahasa jawa, soalnya Dia anak baru dipesantren itu, temannya mengajak Koder untuk memasak bersama agar lebih cepat mengenal dan lebih akrab dengan temannya yang lain.

   Acara masak-memasak pun sedang dimulai, mereka menanak nasi, membakar terong untuk dijadikan sayuran, menggoreng ikan asin dan membuat sambel agar lebih nikmat. Semua masakan sudah siap kecuali sambelnya yang belum dibuat, Koder dipanggil oleh salah satu santri senior.
" Der, kemarilah kamu.... Tolong pinjamkan UDEL ke kamar sebelah ya ? "
" UDEL itu apa mas ? ..... Jawab Koder
" itu yang dibuat untuk ngulek sambel itu loh Der " ... Kata Santri senior .
" Oh... Itu ya mas, kalau ditempat saya namanya Cobek mas "  sahut Koder.
" iya kalau disana Cobek namanya, tapi kalau di jawa sini namanya UDEL Der "  kata santri senior.
 
   Kemudian Koder menuju kamar sebelah...
" Assalamu'alaikum mas.... Mas saya mau pinjam UDEL mas !!"
" looooh... Apa ??!!  Mau pinjam UDEL ?.......  Kata santri penghuni kamar sebelah
" iya mas, saya mau pinjam UDELnya " ... Jawab si Koder
" looooh... Kan kamu juga punya UDEL sendiri to "   Sahut santri kamar sebelah.
" kata kakak senior belum punya mas, katanya UDELnya belum beli masih " sahut si akoder
" loooh.... UDEL kok dibeli sih...!  Kata santri kamar sebelah dengan nada heran..
" iya mas, soalnya saya mau buat ngulek sambel mas,jadi saya mau pinjem UDELnya" sahut Koder..
" kamu tanya lagi sama seniormu, jangan pinjam UDEL disini ya..? Soalnya seniormu sudah punya sendiri ", sahut santri sebelah dengan nada kesal.

Akhirnya si Koder kembali lagi di kamarnya,  " Mas, kata mas dikamar sebelah katanya UDELnya kita sudah punya sendiri mas.."  kata Koder
" bohong itu Der... Kita belum punya UDEL der, kamu pinjam lagi ya " senior berkata..

Akahirnya Koder kembali lagi ke kamar sebelah untuk meminjam alat buat ngulek sambel..
   " Assalamu'alaikum.... Mas, kata mas senior UDELnya gak punya, jadi saya disuruh pinjam oleh mas sama mas senior " kata Koder
" hahahahaha.... UDEL kok di pinjam, aku ini punya UDEL satu Der.. Nanti kalau UDEL ku di pinjam sama kamu aku gak punya UDEL lagi der " ..jawab santri sebelah dengan tawaan.
" jadi bagaimana dong... Saya disuruh pinjem UDELnya buat ngulek sambel mas..." kata Koder
 Merasa kasian sama Koder, akhirnya santri kamar sebelah menerangkan..
       " Der, yang dibuat untuk ngulek sambel itu bukan UDEL namanya, tapi yang dibuat ngulek sambel namanya itu COBEK....... 
Kalau UDEL itu ini Der..Hahahahaha  ".   Sahut santri sebelah dengan nyubit UDELnya Koder.
     " oooooh gitu ya mas..... Sahut Koder dengan senyuman.


HIKMAH :
   
     Hikmah yang bisa diambil dalam cerita diatas adalah : santri baru harus berhati-hati, jangan sampai dikerjai, kalau disuruh sesuatu yang tidak dimengerti tanya dulu pada santri lain yang jujur, agar tidak tertipu.

Setiap sesuatu itu ada benihnya, dan benihnya permusuhan adalah bergurau. (Maqolah).

Minggu, 30 Maret 2014

ASMARANYA SANTRI LEWAT SURAT

           Susah memang kalau kita mempunyai orang yang kita anggap istimewa atau lebih tepatnya sangat kita cintai dan kita sayangi, namun kita jarang sekali berjumpa dengannya.
Karna perjumpaan adalah salah satu cara yang sangat tepat untuk menunjukkan sebuah perhatian akan rasa sayang apalagi bila perjumpaan itu terjadi setelah perpisahan tentunya sebuah perjumpaan akan terasa sangat indah, betul kan ?????

          Ngomong-ngomong ......   Sebuah perhatian memang sangat dibutuhkan untuk memupuk rasa cinta diantara sepasang kekasih, ternyata surat saja belum cukup percaya enggak ?
Buktinya Pardi (nama samaran) yang menuntut ilmu dipesantren pernah mengalaminya.

Setelah berkenalan dan kemudian resmi berpacaran, si Pardi dengan terpaksa harus pergi meninggalkan sang kekasih untuk menuntut ilmu, mulanya dua hari sekali Pardi menelpon sang kekasih. Karna keuangan A2B (anggaran acara berpacaran) menipis, si Pardi memutuskan untuk mengirim sepucuk surat.
Setiap bulan di minggu pertama dia selalu kirim surat sama kekasihnya, di minggu kedua balasannya surat dari kekasih tiba, sampai seperti itu terus yang Pardi lakukan terhadap sang kekasih di acara berpacaran jarak jauhnya.

Hubungan Pardi dengan sang kekasih terus berlanjut dan menurut surat yang selalu datang setiap dua minggu sekali katanya  semakin mesra, sebab setiap selesai membaca surat Pardi selalu tersenyum bahagia dan semakin mantap menjalani hari-harinya.

      Begitulah setiap dua minggu sekali Pardi Selalu mengirim surat dan menerima balasan suratnya.
Namun setelah hubungan lewat surat itu berjalan kurang lebih dari satu tahun, Ternyata bukan surat balasan lagi yang diterimanya, akan tetapi SURAT UNDANGAN PERNIKAHAN dan lebih sakitnya lagi ternyata undangan itu dari sang kekasih.
Betapa hancur hati Pardi saat itu setelah mendapatkan undangan dari kekasihnya, tentu saja Pardi penasaran dia ingin tau siapa orang yang berani merebut pujaan hatinya itu.

      Penyelidikan dimulai, betapa terkejut dan tambah hancur hati si Pardi ketika mengetahui bahwa ternyata calon suami kekasihnya itu adalah SI TUKANG PENGANTAR SURAT mereka berdua sendiri.
Karna itulah Pardi bilang, " surat atau apapun yang bersifat tulisan tidak cukup " untuk hubungan istimewa, ternyata akibat keseringan mengirim surat, tanpa sadar si Pardi memberi kesempatan kepada tukang surat untuk bisa mendekati kekasihnya yang tentu saja lebih sering bertemu dengan kekasihnya.



HIKMAH :

Hikmah yang bisa diambil dari cerita diatas yaitu : 
  1. mungkin itu yang terbaik bagi Pardi untuk menuntut ilmu, biar tak terganggu dari pada dia surat-suratan terus yang pada akhirnya gak kosentrasi sama pelajaran dipondoknya.
  2. witing tresno jalaran songko kulino ( tumbuhnya rasa cinta disebabkan karena sering bertemu ).

BERDOA AGAR DIBERI TEMAN CEWEK

          Kisah ini terjadi ketika masa liburan pondok tiba,seperti biasa ada salah satu santri sebut saja namanya poniman (nama samaran). Dia pulang kampung karna kangen dengan keluarganya sekaligus kangen sama anak tetangganya yang menurut penglihatannya sangat canti sekali.
Kan Poniman memutuskan untuk pulang menggunakan kereta,sebab sudah jadi kebiasaannya jika sudah duduk dia akan segera tertidur sambil ngiler, makanya kendaraannya biar tidak glodak-glodak dia naik kereta dan itung-itung kalau belum tidur bisa cari kenalan dulu siapa tau dapat temen wanita yang cakep diperjalanan. Begitulah angan-angan poniman ketika minta diantar sama tukang becak ke setasiun kereta api.

      Sampai disetasiun, poniman segera antri sambil tak henti-hentinya melihat sekeliling dimana gerangan adanya cewek cantik. Tapi sekian lama tak menemukan akhirnya dengan langkah lunglai dia pun segera naik keatas kereta yang sejak tadi sudah menunggunya.
Sampai didalam kereta, poniman masih mencari mahluk yg namanya CEWEK, tapi tak menemukannya juga, karna sudah putus asa, poniman memanjatkan doa agar diberi teman cewek dalam perjalanannya.
Ketika kereta api mulai berjalan, tiba-tiba ada seorang nenek mencari tempat duduk, ketika si nenek melihat poniman berwajah murung, dia pun segera menghampiri dan duduk tepat didepan poniman.
Oooooh..... Betapa sedihnya hatinya Poniman, tapi dia tidak sadar bahwa sesungguhnya doa yang dia panjatkan sudah terkabul.

        Saking sedihnya Poniman tiba-tiba ingat dengan permen karet pemberian temannya, "Man, ini saya beri permen karet buat dimakan dikereta biar kamu tidak ngantuk," kata temannya waktu itu.
Setelah dicari kesana kemari dia pun menemukannya, tanpa menunggu lama, Poniman segera mengunyah permen itu dengan lahapnya, tanpa disadari ternyata Si nenek sejak tadi memperhatikannya, Poniman membalas tatapan si Nenek dengan santai sambil mengunya permen karetnya,sebenarnya Poniman tidak suka dipandangi Nenek itu. Karena itu Poniman juga menyertai pandangannya dengan cengiran khasnya, terjadilah acara saling pandang dan saling pelotot diantara keduanya.

        Setelah sekian lama, tibalah kereta tersebut disebuah stasiun, ternyata Poniman sudah sampai ditujuannya, Poniman pun turun tapi entah kebetulan atau tidak ternyata si Nenek juga bermaksud turun, setelah sampai dibawah, tiba-tiba si Nenek menarik tangannya Poniman dengan tarikan mesra.
Diajaklah Poniman ditempat yang sepi dipojok stasiun, Si Nenek berkata " Nak..... Saya akui bahwa kamu itu memang ganteng dan saya merasa tersanjung dengan usaha kamu merayu saya sepanjang perjalanan ini, tapi perlu kamu ketahui bahwa saya sudah tidak bisa mendengar, kamu tak usah kecewa yaach......!!!"

Saking kagetnya permen karet yang dikunyahnya langsung tertelan, tanpa menunggu lama Poniman langsung berlari terbirit-birit.


HIKMAH :
                Hikmah yang bisa diambil dari cerita diatas yaitu: jangan macam-macam dikereta, pusatkan pikiran kita semoga selamat sampai tujuan, jangan mencari-cari Cewek segala..
Nanti kejadiannya seperti cerita diatas ini, tidak enak kan.......!!

"Termasuk baik islamnya seseorang yaitu meninggalkan sesuatu yang tidak berguna bagi dirinya". (Al-Hadist)

Sabtu, 18 Mei 2013

ANDA SIAPA ??

Ujian Madrasah tinggal menghitung hari. Sebagai orang tua, Pak Slamet tidak ingin anaknya gagal dalam mengikuti ujian kenaikan kelas. Entah sudah berapa tahun si Sodron duduk dibangku Tsanawi, tidak naik-naik ke tingkat 'Aliyah. Hingga akhirnya Pak Slamet pun emosi.

Pak Slamet : "Sodron, Pokoknya Bapak tidak mau tahu. Tahun ini kamu harus lulus ujian! Harus bisa naik ke 'Aliyah."

Sodron : "Iya, Pak"

Pak Slamet : "Jangan cuma iya iya. Kamu tahu tidak, sudah tiga kali kamu tinggal kelas, itu berarti Bapak sudah tiga kali jual sapi buat biaya mondok kamu ditingkat Tsanawi. Kamu tahu, yang butuh biaya bukan cuma kamu. Adikmu itu juga pengen masuk pesantren. Ngerti kamu?" (biaya mondok pesantren itu lebih mahal dari pada kuliah).

Sodron : "Mengerti, Pak."

Pak Slamet : "Ngerta.. ngerti.. ngerta.. ngerti.. Saja bisamu. pokoknya.. Kalau sampai tahun ini kamu gagal. JANGAN PERNAH MENGENAL BAPAKMU LAGI. Sana kerja cari duit sendiri buat biaya mondokmu itu!"

Seminggu telah berlalu, Sodron sudah berjuang mati matian untuk mendapatkan nilai bagus dan dengan harapan bisa naik kelas. Namun apa daya takdir berkata lain. Ia harus tetap tinggal di Tsanawi. Sodron bingung, harus bilang apa nanti ke Bapaknya.

Sesampainya di rumah . . .

Pak Slamet : "Dron, mana hasil ujianmu? Lulus tidak?"

Sodron : "Ngapunten, jenengan sinten nggeh?" ("MAAF, ANDA SIAPA YA?")

Pak Slamet : "??????!!!!!!"

--0o0o0--

Sebagai orang tua, sudah seharusnya kita itu bertutur kata yang baik kepada anak. Karena orang tua adalah panutan anak. Juga jangan pernah sampai mengungkit-ungkit masalah harta yang sudah dihabiskan untuk keperluan anak. Anak akan merasa menyesal dan merasa dirinya adalah beban. Ini dapat membuat keterpurukan mental anak.

Jika kita ingin dihormati oleh anak kita, ya mulailah dari diri kita untuk menghormati dan menyayangi anak. Kita tak akan selamanya muda, kita tak akan selamanya kuat. Suatu hari nanti kita akan tua, kita akan lemah. Jika sudah begini, siapa yang akan merawat kita? Tentu saja anak kita!

* * *

ANAK-ANAK BELAJAR DARI PERLAKUAN YANG DIALAMINYA

Jika anak dibesarkan dengan amarah celaan, ia belajar memaki.

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.

Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri.

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.

Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.

Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, ia belajar keadilan.

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

* * *

Ya Alloh, jadikanlah putra putri kami anak yang sholih sholihah, taat kepadaMu, kepada RasulMu dan juga kepada orang tuanya. Jadikanlah mereka anak yang cerdas, berguna bagi nusa, bangsa dan agama. Aamiin...

BULE MASUK MASJID

Seperti biasa, setiap Jum'at pagi santri - santri bergiliran membersihkan masjid. Menyapu, menata sajadah, menyiapkan kotak infaq, sound sistem, mengisi bak wudhu, dan lain-lain untuk persiapan sholat Jum'at.

Pagi ini jadwalnya Shomat dan Ahmat yang bertugas. Mereka bersama-sama melakukan tugasnya dengan kompak dan baik. Semua tugas sudah dilaksanakan dengan baik, tinggal mengisi bak wudlu. Shomat pun menyalakan pompa air dan sambil menunggu bak penuh, mereka berdua pergi ngopi sekaligus sarapan di warung sebelah Masjid.

Sekembalinya mereka berdua dari sarapan dan hendak mematikan pompa air. Betapa terkejutnya mereka berdua ketika melihat ada seorang Bule yang sedang tiduran dilantai teras Masjid. Karena kelelahan dan kepanasan, bule itu menumpang berteduh.

Karena kebingungan, Shomat dan Ahmat pun menemui Kiyai Sodron.

Shomat : "Kiyai...! Kiyai...!" (setengah berteriak, shomat berlari menuju dalemnya kiyai, disusul ahmat dibelakangnya.)

Kiyai Sodron : "Ada apa ini? Ada apa? Kok teriak teriak segala?"

Shomat : "Gawat.. Kiyai..! Gawat...!"

Kiyai Sodron : "Siapa... Siapa...? Emang siapa yang jualan dawet?

Amat : "Masya Allah, bukan Dawet Kiyai tapi GAWAT... gawat Kiyai, ini gaswat eh gawat.." (amat ikut menimpali)

Kiayi Sodron : "Memangnya apanya yang gawat?"

Somat : "Itu Kiyai, di Masjid ada bude eh bule. Ada bule masuk Masjid, Kiyai."

Kiyai Sodron : "Lha kok bisa ada gule di Masjid? Emang siapa yang mengantar? Mungkin itu dari warga mau sedekah buat sarapan kalian."

Amat : "Inna lillaah... Bukan gule Kiyai, tapi BULE... BE . U . EL . E, bule Kiyai."

Kiyai Sodron : "Oh, bule. Ngomong dong dari tadi. Emang kenapa dengan si bule?"

Shomat : "Dia masuk Masjid, Kiyai. Dia tiduran di Masjid."

Kiyai Sodron : "Lah, memangnya kenapa kalau dia masuk Masjid."

Shomat : "Bule itu kan tidak boleh masuk Masjid, Kiyai. Dia kan kafir, orang kafir kan najis Kiyai. Nanti Masjidnya tidak suci lagi. Saya kan sudah capek ngepelnya."

Kiyai Sodron : "Loh, memangnya siapa yang bilang orang kafir tidak boleh masuk Masjid? Lah wong MASUK ISLAM saja boleh, apalagi cuma masuk Masjid."

Shomat & Amat : "???????"

--0o0o0--

- "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus pasukan berkuda ke arah Najd, maka pasukan tersebut membawa seseorang dari bani Hanifah, orang tersebut bernama Tsumamah bin Utsaal, maka mereka pun mengikatnya di salah satu tiang masjid" (Shahih Al-Bukhari no 457)

Jasadnya orang kafir itu tidak najis, sehingga Nabi saw pernah mengikat seorang tawanan di dalam Masjid.
*Habib Novel Alaydrus, Mana Dalilnya 1, hal. 29

- "Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis." (QS At-Taubah : 28)

Sesuai firman Allah di atas, para ulama telah menjelaskan bahwa najis disini adalah keyakinannya bukan jasadnya. Jadi najis di sini adalah najis maknawi (abstrak) bukan secara hisii (konkrit). Oleh karenanya Allah menyatakan dalam firmanNya yang lain di dalam surat Al Maaidah : 90, bahwa menyembah berhala, berjudi itu adalah najis. Najis disini adalah maknawi dalam artian harus dihindari, bukan dzatnya bahwa patung itu najis.

- Wahai Sobat, sesuai keterangan di atas, bukankah telah jelas bahwa jasad orang kafir saja tidak najis. Apalagi jasad orang muslim. Oleh karena itu, berhati hatilah kita dalam berucap. Sering kali kita mendengar celoteh teman ketika diledekkin atau dijodoh jodohin dengan temannya. Tak jarang jika mereka yang tidak suka maka akan mengatakan, "Ih, sori sori lah yau, najis cuih."
Contoh lain, ketika ada seorang ikhwan merayu akhwat, "Hai, Neng. Akang suka sama, Neng." Sang akhwat pun membalas, "Ih, ogah. Najis tauk..!"
Naudzubillah, jika memang tidak suka. Harusnya kita bisa menolaknya dengan cara halus.

GURAUAN RASULULLAH

Datang seorang nenek tua menemui Rasulullah. Beliau berkata kepada wanita tua renta itu, "Seorang nenek tidak bisa masuk surga."

Kontan pecahlah tangis nenek itu. Membayangkan betapa menderita nasibnya kelak di hari kiamat.

Rasulullah seraya tersenyum berkata, "Engkau bukan seorang nenek tua pada saat masuk surga. Karena Allah berfirman "Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan." (QS. Al Waqiah 35-36)

* * *

Suatu hari nabi Saw bersama sayidina Ali , sedang memakan kacang, sayidina Ali memindahkan kulit kacangnya didepan Nabi Saw.

Tak lama berselang para sahabat yang lain datang, setelah mengucap salam para sahabat bertanya.., "ya Nabi banyak sekali kacang yang dimakan hingga kulitnya menumpuk begitu banyak."

Lalu Nabi menjawab, "Aku memang banyak memakan kacang, tapi tidak dengan kulitnya, sedangkan Ali memakannya tanpa menyisakan kulitnya, lihatlah tiada satupun tersisa."

Para sahabat tersenyum melihat Ali tersipu...

* * *

Seorang wanita bernama Ummu Aimah datang menghadap Rasulullah. Dia menyampaikan permohonan, "Suamiku mengundang anda."

"Apakah suamimu orang yang di matanya ada putih-putih?"

"Demi Allah, di matanya tidak ada putih-putih." jawab Ummu Aimah serius.

Dengan tersenyum beliau menjelaskan, "Tidak ada seorang pun kecuali ada putih-putih di matanya."

Yang beliau maksud adalah putih-putih yang mengitari hitamnya bola mata. Setiap manusia tentu memilikinya.

* * *

Ada wanita bertubuh besar berkata kepada Nabi Muhammad Saw, "Saya minta tolong, sediakanlah unta agar saya bisa menaikinya."

"Kami akan menyediakan anak unta saja." jawab Nabi.

"Saya tidak akan menaikinya. Anak unta tidak akan sanggup menahan berat badanku." jawab wanita itu dengan serius.

"Bukankah setiap unta adalah anaknya unta?"

* * *

Bergurau dan bercanda tidak dilarang.
Rasulullah juga melakukan.
Tetapi yang perlu kita teladani, GURAUAN RASULULLAH TIDAK ADA MUATAN KEBOHONGAN DAN DUSTA DI DALAMNYA.

--0o0o0--

ADAB DALAM TERTAWA

"Dan bahwasanya Dialah (Allah) yang menjadikan orang tertawa dan menangis." (QS. An Najm: 43)

Banyak orang bilang "Tertawalah, mumpung tertawa belum dilarang." Yup's, tertawa adalah hak setiap orang dan tidak ada larangan dalam tertawa. Namun demikian, ternyata tertawa itu juga ada batasannya. Sebagai manusia waras tentu kita tidak mau kan dikatakan gila gara-gara tertawa-tawa sendiri yang tidak pada tempatnya. Nah, agar kita tetap bisa dikatakan waras maka ikutilah aturan-aturan dibawah ini dalam tertawa.

1. Jangan tertawa yang berlebihan atau terlalu banyak tertawa.
Sesuai sabda Nabi, "Berhati-hatilah dengan banyak tertawa sebab ia menyebabkan hati menjadi mati." (HR. At-Tirmizi)
Tertawa itu boleh, yang tidak boleh itu berlebihannya dalam tertawa tanpa ada sebabnya.

2. Jangan tertawa dengan terbahak bahak. Tertawalah biasa saja, yang wajar wajar saja atau tersenyum, jangan sampai terbahak bahak (ngakak : jawa). Karena tertawa terbahak bahak adalah simbol kebodohan.
Sayyidina Ali karomallaahu wajhah berkata, "Barang siapa yang tertawa terbahak bahak, jika ia orang pandai maka ia telah memuntahkan sebagian ilmunya dan jika ia orang bodoh maka telah bertambahlah kebodohannya."

3. Dilarang mentertawakan kebenaran agama, mentertawakan firman firman Allah.
"Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa mukjizat- mukjizat Kami dengan serta merta mereka menertawakannya." (QS. Az-Zukhruf: 47)

4. Jangan berbohong untuk mentertawakan keburukan orang lain, saudara atau teman.
Sesuai sabda Nabi, "Celakalah orang yang berbicara padahal ia berbohong, hanya sekadar untuk membuat orang-orang lain tertawa. Celakalah dia, dan celakalah dia."

5. Jangan mentertawakan orang lain apalagi ahli ibadah, tertawa dengan maksud mengejek atau menyakiti hati adalah dilarang.
"Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu menertawakan mereka." (QS. Al- Mu'minun: 110)

6. Jangan tertawa di tempat-tempat umum yang tidak pantas jika kita tertawa didalamnya, seperti di dalam majlis dzikir, majlis taklim, rumah sakit, saat takziah, dll.

7. Hendaknya tertawa dilakukan pada waktu yang sesuai. Jangan tertawa saat sholat karena dapat membatalkan sholat, tertawa saat makan awas nanti tersedak, dll.

8. Janganlah mentertawakan dosa yang telah dilakukan.
Ibn Abbas berkata "Barangsiapa menjalani dosa sementara ia tertawa maka masuklah ia didalam neraka dengan menangis".

9. Jangan sampai terlalu banyak tertawa hingga kita lalai akan akhirat.
"Maka hendaklah mereka sedikit tertawa dan banyak menangis, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan." (QS. At-Taubah: 82)
Nabi SAW bersabda "Andaikan kalian mengetahui apa yang aku ketahui niscaya kalian banyak mengangis dan sedikit tertawa"

10. Jangan tertawa tanpa ada sebab. Bisa disangka gila nanti. :D
Lukman al-Hakim berkata pada anaknya "Wahai anakku...! Janganlah banyak tertawa tanpa kekaguman, Jangan melangkah tanpa ada kepentingan, Jangan bertanya atas hal-hal yang tidak bermanfaat, Janganlah hartamu kau sia-siakan, harta temanmu kau lebih-lebihkan. Karena hartamu adalah yang kau kuasai sedang harta selainmu bukanlah harta yang kau miliki...!"

Semoga bermanfaat.

DOA AMPUH PENGUSIR SYETAN

Sebut saja si Salim, saat itu usianya baru sekitar 16 tahun. Dia kini tengah duduk di bangku kelas 1 MAN di Jember. Seminggu yang lalu orang tuanya baru saja pindah rumah. Rumah yang kini ia tempati adalah rumah bekas peninggalan jaman belanda. Jadi tak heran jika bentuk rumah itu agak beda dari rumah-rumah yang lain.

Awalnya sih tidak ada tanda-tanda keanehan pada rumah itu. Namun setelah hampir sebulan, barulah Salim mengalami sebuah kejadian yang cukup menyeramkan.

Pernah suatu malam Salim terbangun dari tidurnya karena kebelet pengen buang air kecil. Dia lihat jam sudah menunjukan pukul 02:00 WIB. Langsung saja deh dia lari ke toilet dan melepaskan hajatnya.

Setelah selesai pipis, Salim balik lagi kekamarnya untuk tidur kembali. Namun ketika baru keluar dari toilet, tiba-tiba terdengar suara orang tertawa cekikikan dari arah kamarnya. Dia pikir itu ibunya, tapi ngapain malam-malam begini ibunya ke kamar Salim...???

Salim pun mencoba untuk biasa saja walau sebenernya dia merasakan aneh. Semakin dekat ke kamar, langkahnya semakin terasa berat dan badannya tiba tiba merinding.
Sesampainya Salim di depan kamar,

''ASTAGA..!!!'' Salim kaget.

Ternyata di atas tempat tidurnya nampak sesosok kuntilanak yang sedang melayang layang. Mukanya pucat, bola matanya putih semua, dan rambutnya panjang terurai kedepan menutupi sebagian wajahnya.

Kuntilanak itu terus tertawa cekikikan. Salim bingung, panik, takut, ngeri, galau bercampur jadi satu bagaikan gado gado. Ingin ia berlari namun langkahnya terasa berat, hampir saja ia pipis dicelana tapi ga jadi karena dia ingat kalau waktu itu dia ga pakai pampers.

Karena suasana begitu mencekam sehingga membuat Salim jadi kalut. Ia bingung karena ketakutannya membuat ia lupa akan doa doa yang sudah pernah dihafalnya.

Dengan sisa sisa keberaniannya, Salim berusaha membaca doa seingatnya agar Kuntilanak itu pergi. Setengah berteriak Salim pun membaca doa yang dia ingat.

"BISMIKA ALLAAHUMMA AHYA WA BISMIKA AMUUT..."

Benar saja, setelah mendengar Salim membaca doa. Kuntilanak itu langsung panik kocar-kacir sambil teriakannya semakin melengking sebelum akhirnya Kuntilanak itu mampu meloloskan diri dari kamar Salim, sambil ia (kuntilanak) ngedumel sendiri.

"BUSYEET BENER DAH, ANAK ABG JAMAN SEKARANG UDAH PADA EDAN..!! MASA BARU KENAL UDAH NGAJAK BOBO BARENG...!! AMPYUUUUUN DEH...!!! GIMANA NTAR KLO GUA HAMIL DAN BERANAK LAGI? APA KATA DUNIA SETAN? MASAK KUNTILANAK BERANAK? KAPOK DAH GUA..!!''

Maaf jika kurang lucu.

--0o0o0--

Sampai saat ini ternyata masih banyak yang beranggapan bila orang matinya tidak wajar seperti contoh wanita diperkosa dan kemudian dibunuh maka arwahnya akan gentayangan menjadi kuntilanak dan akan menuntut balas.

Benarkah anggapan yang demikian?

ARWAH orang yang telah meninggal dunia ketika keluar dari jasad akan berada pada suatu tempat sesuai dengan derajat dan amal orang tersebut :

1. Arwah para Nabi bertempat di surga dengan menikmati segala kenikmatannya.

2. Arwah para Syuhadaa' berada pada perut burung hijau yang berlalu lalang disurga sembari menikmati makanan dan minuman surga.

3. Arwah orang Mukmin yang taat berada di taman surga namun belum bisa menikmati hidangan surga melainkan hanya bisa menikmati panoramanya.

4. Arwah orang Mukmin yang durhaka berada diruang angkasa antara bumi dan langit.

5. Arwah orang kafir yang mengingkari Tuhannya berada pada perut burung berwarna hitam di tempat bernama Sijjin yang berada dilapisan bumi ketujuh dengan mengalami siksaan yang pedih.

Dalam sebuah Hadits Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tidak ada (penyakit) menular, ramalan buruk, arwah gentayangan dan cacing kudis (yang menular)." (HR Bukhari dan Muslim)

Dari hadits tersebut di atas telah jelas menerangkan bahwa fenomena arwah orang mati gentayangan itu TIDAK ADA.

Hadits ini sesuai dengan sebuah ayat dalam Al Quran bahwa, "Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir" (QS. Az Zumar : 42).

Dalam menafsiri ayat ini Imam AlQurthuby dengan mengutip beberapa pendapat Ulama' Ahli Tafsir mengatakan bahwa ketika seseorang tidur akan bisa terjadi perjumpaan antara ruhnya dengan ruh-ruh orang yang telah mati, keduanya saling mengutarakan keadaan masing-masing, dan ketika keduanya hendak kembali ke jasad mereka masing-masing, Allah SWT menahan ruh orang yang telah mati dan melepas ruh orang yang masih hidup. Sehingga sangat mustahil arwah ORANG MATI yang berada dalam genggaman Allah dan menjalani ketentuannya masing-masing akan gentayangan dalam wujud hantu.

Dari keterangan tempat arwah setelah berpisah dari jasad dan dalil nash yang berkaitan dengannya, klaim yang paling logis perihal fenomena diatas adalah bahwa hantu atau arwah gentayangan ini merupakan penjelmaan jin (khususnya Jin Qorin).

Jin Qorin adalah jin yang selalu dekat menyertai orang sejak lahir hingga kematian. Qorin inilah yang paham betul dengan tipikal, kebiasaan dan kepribadian orang yang disertainya sehingga tidak aneh jika Qorin sanggup menjawab hal-hal yang bersifat intim dan privasi serta bisa meniru gaya, perilaku bahkan menyamar menjadi orang yang disertainya ketika hidup.

Dalam sabdanya Rasulullah SAW telah menegaskan mengenai eksistensi Qorin ini "Tidaklah seorang pun dari kalian kecuali telah ditetapkan JIN yang menyertainya" (HR. Muslim dan Ahmad)

Dan bukti bahwa hantu atau arwah gentayangan tersebut adalah jelmaan Jin berdasarkan apa yang tersirat dalam Hadits Nabi :

"Jin ada tiga kelompok, ada yang mempunyai sayap dan bisa terbang, ada yang menyerupai ular, dan ada yang bisa berjalan dan bergerak (seperti manusia). (H.R. Tabrani).

Berdasarkan keterangan dari Imam Az-Zuhaily golongan jin yang ketiga inilah yang biasanya menjelma dan menampakkan diri dalam wujud hantu seperti Kuntilanak, dll apalagi jin memang diberi kemampuan untuk menjelma dalam bentuk yang beraneka ragam.

Adapun perihal arwah orang yang mati tidak wajar gentayangan selama 40 hari memang memiliki relevansi kebenaran jika yang dimaksud adalah arwah orang-orang ahli maksiat, namun kendati demikian arwah tersebut tidak menjelma dalam bentuk hantu dan juga tidak terbatas dalam masa 40 hari saja tetapi mereka menempati dalam ruang antara bumi dan langit dan dalam masa yang dikehendaki oleh Allah SWT.

Wa Allaahu A'lamu bi ashShawaabi

REFERENSI :
- Sab'ah Kutub al-Mufiidah 186
- Anwaar al-Buruuq 2/227
- Tafsiir Al-Qurthuuby 15/260
- Faidh al-Qadiir 1/111-112
- I'aanah at-Thaalibiin 2/107

Powered by PISS-KTB

AKAR BAHAR TUMBUHAN UNIK KAYA MANFAAT