Sabtu, 18 Mei 2013

ANDA SIAPA ??

Ujian Madrasah tinggal menghitung hari. Sebagai orang tua, Pak Slamet tidak ingin anaknya gagal dalam mengikuti ujian kenaikan kelas. Entah sudah berapa tahun si Sodron duduk dibangku Tsanawi, tidak naik-naik ke tingkat 'Aliyah. Hingga akhirnya Pak Slamet pun emosi.

Pak Slamet : "Sodron, Pokoknya Bapak tidak mau tahu. Tahun ini kamu harus lulus ujian! Harus bisa naik ke 'Aliyah."

Sodron : "Iya, Pak"

Pak Slamet : "Jangan cuma iya iya. Kamu tahu tidak, sudah tiga kali kamu tinggal kelas, itu berarti Bapak sudah tiga kali jual sapi buat biaya mondok kamu ditingkat Tsanawi. Kamu tahu, yang butuh biaya bukan cuma kamu. Adikmu itu juga pengen masuk pesantren. Ngerti kamu?" (biaya mondok pesantren itu lebih mahal dari pada kuliah).

Sodron : "Mengerti, Pak."

Pak Slamet : "Ngerta.. ngerti.. ngerta.. ngerti.. Saja bisamu. pokoknya.. Kalau sampai tahun ini kamu gagal. JANGAN PERNAH MENGENAL BAPAKMU LAGI. Sana kerja cari duit sendiri buat biaya mondokmu itu!"

Seminggu telah berlalu, Sodron sudah berjuang mati matian untuk mendapatkan nilai bagus dan dengan harapan bisa naik kelas. Namun apa daya takdir berkata lain. Ia harus tetap tinggal di Tsanawi. Sodron bingung, harus bilang apa nanti ke Bapaknya.

Sesampainya di rumah . . .

Pak Slamet : "Dron, mana hasil ujianmu? Lulus tidak?"

Sodron : "Ngapunten, jenengan sinten nggeh?" ("MAAF, ANDA SIAPA YA?")

Pak Slamet : "??????!!!!!!"

--0o0o0--

Sebagai orang tua, sudah seharusnya kita itu bertutur kata yang baik kepada anak. Karena orang tua adalah panutan anak. Juga jangan pernah sampai mengungkit-ungkit masalah harta yang sudah dihabiskan untuk keperluan anak. Anak akan merasa menyesal dan merasa dirinya adalah beban. Ini dapat membuat keterpurukan mental anak.

Jika kita ingin dihormati oleh anak kita, ya mulailah dari diri kita untuk menghormati dan menyayangi anak. Kita tak akan selamanya muda, kita tak akan selamanya kuat. Suatu hari nanti kita akan tua, kita akan lemah. Jika sudah begini, siapa yang akan merawat kita? Tentu saja anak kita!

* * *

ANAK-ANAK BELAJAR DARI PERLAKUAN YANG DIALAMINYA

Jika anak dibesarkan dengan amarah celaan, ia belajar memaki.

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi.

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, ia belajar rendah diri.

Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, ia belajar menyesali diri.

Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri.

Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri.

Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, ia belajar keadilan.

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

* * *

Ya Alloh, jadikanlah putra putri kami anak yang sholih sholihah, taat kepadaMu, kepada RasulMu dan juga kepada orang tuanya. Jadikanlah mereka anak yang cerdas, berguna bagi nusa, bangsa dan agama. Aamiin...

BULE MASUK MASJID

Seperti biasa, setiap Jum'at pagi santri - santri bergiliran membersihkan masjid. Menyapu, menata sajadah, menyiapkan kotak infaq, sound sistem, mengisi bak wudhu, dan lain-lain untuk persiapan sholat Jum'at.

Pagi ini jadwalnya Shomat dan Ahmat yang bertugas. Mereka bersama-sama melakukan tugasnya dengan kompak dan baik. Semua tugas sudah dilaksanakan dengan baik, tinggal mengisi bak wudlu. Shomat pun menyalakan pompa air dan sambil menunggu bak penuh, mereka berdua pergi ngopi sekaligus sarapan di warung sebelah Masjid.

Sekembalinya mereka berdua dari sarapan dan hendak mematikan pompa air. Betapa terkejutnya mereka berdua ketika melihat ada seorang Bule yang sedang tiduran dilantai teras Masjid. Karena kelelahan dan kepanasan, bule itu menumpang berteduh.

Karena kebingungan, Shomat dan Ahmat pun menemui Kiyai Sodron.

Shomat : "Kiyai...! Kiyai...!" (setengah berteriak, shomat berlari menuju dalemnya kiyai, disusul ahmat dibelakangnya.)

Kiyai Sodron : "Ada apa ini? Ada apa? Kok teriak teriak segala?"

Shomat : "Gawat.. Kiyai..! Gawat...!"

Kiyai Sodron : "Siapa... Siapa...? Emang siapa yang jualan dawet?

Amat : "Masya Allah, bukan Dawet Kiyai tapi GAWAT... gawat Kiyai, ini gaswat eh gawat.." (amat ikut menimpali)

Kiayi Sodron : "Memangnya apanya yang gawat?"

Somat : "Itu Kiyai, di Masjid ada bude eh bule. Ada bule masuk Masjid, Kiyai."

Kiyai Sodron : "Lha kok bisa ada gule di Masjid? Emang siapa yang mengantar? Mungkin itu dari warga mau sedekah buat sarapan kalian."

Amat : "Inna lillaah... Bukan gule Kiyai, tapi BULE... BE . U . EL . E, bule Kiyai."

Kiyai Sodron : "Oh, bule. Ngomong dong dari tadi. Emang kenapa dengan si bule?"

Shomat : "Dia masuk Masjid, Kiyai. Dia tiduran di Masjid."

Kiyai Sodron : "Lah, memangnya kenapa kalau dia masuk Masjid."

Shomat : "Bule itu kan tidak boleh masuk Masjid, Kiyai. Dia kan kafir, orang kafir kan najis Kiyai. Nanti Masjidnya tidak suci lagi. Saya kan sudah capek ngepelnya."

Kiyai Sodron : "Loh, memangnya siapa yang bilang orang kafir tidak boleh masuk Masjid? Lah wong MASUK ISLAM saja boleh, apalagi cuma masuk Masjid."

Shomat & Amat : "???????"

--0o0o0--

- "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus pasukan berkuda ke arah Najd, maka pasukan tersebut membawa seseorang dari bani Hanifah, orang tersebut bernama Tsumamah bin Utsaal, maka mereka pun mengikatnya di salah satu tiang masjid" (Shahih Al-Bukhari no 457)

Jasadnya orang kafir itu tidak najis, sehingga Nabi saw pernah mengikat seorang tawanan di dalam Masjid.
*Habib Novel Alaydrus, Mana Dalilnya 1, hal. 29

- "Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis." (QS At-Taubah : 28)

Sesuai firman Allah di atas, para ulama telah menjelaskan bahwa najis disini adalah keyakinannya bukan jasadnya. Jadi najis di sini adalah najis maknawi (abstrak) bukan secara hisii (konkrit). Oleh karenanya Allah menyatakan dalam firmanNya yang lain di dalam surat Al Maaidah : 90, bahwa menyembah berhala, berjudi itu adalah najis. Najis disini adalah maknawi dalam artian harus dihindari, bukan dzatnya bahwa patung itu najis.

- Wahai Sobat, sesuai keterangan di atas, bukankah telah jelas bahwa jasad orang kafir saja tidak najis. Apalagi jasad orang muslim. Oleh karena itu, berhati hatilah kita dalam berucap. Sering kali kita mendengar celoteh teman ketika diledekkin atau dijodoh jodohin dengan temannya. Tak jarang jika mereka yang tidak suka maka akan mengatakan, "Ih, sori sori lah yau, najis cuih."
Contoh lain, ketika ada seorang ikhwan merayu akhwat, "Hai, Neng. Akang suka sama, Neng." Sang akhwat pun membalas, "Ih, ogah. Najis tauk..!"
Naudzubillah, jika memang tidak suka. Harusnya kita bisa menolaknya dengan cara halus.

GURAUAN RASULULLAH

Datang seorang nenek tua menemui Rasulullah. Beliau berkata kepada wanita tua renta itu, "Seorang nenek tidak bisa masuk surga."

Kontan pecahlah tangis nenek itu. Membayangkan betapa menderita nasibnya kelak di hari kiamat.

Rasulullah seraya tersenyum berkata, "Engkau bukan seorang nenek tua pada saat masuk surga. Karena Allah berfirman "Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan." (QS. Al Waqiah 35-36)

* * *

Suatu hari nabi Saw bersama sayidina Ali , sedang memakan kacang, sayidina Ali memindahkan kulit kacangnya didepan Nabi Saw.

Tak lama berselang para sahabat yang lain datang, setelah mengucap salam para sahabat bertanya.., "ya Nabi banyak sekali kacang yang dimakan hingga kulitnya menumpuk begitu banyak."

Lalu Nabi menjawab, "Aku memang banyak memakan kacang, tapi tidak dengan kulitnya, sedangkan Ali memakannya tanpa menyisakan kulitnya, lihatlah tiada satupun tersisa."

Para sahabat tersenyum melihat Ali tersipu...

* * *

Seorang wanita bernama Ummu Aimah datang menghadap Rasulullah. Dia menyampaikan permohonan, "Suamiku mengundang anda."

"Apakah suamimu orang yang di matanya ada putih-putih?"

"Demi Allah, di matanya tidak ada putih-putih." jawab Ummu Aimah serius.

Dengan tersenyum beliau menjelaskan, "Tidak ada seorang pun kecuali ada putih-putih di matanya."

Yang beliau maksud adalah putih-putih yang mengitari hitamnya bola mata. Setiap manusia tentu memilikinya.

* * *

Ada wanita bertubuh besar berkata kepada Nabi Muhammad Saw, "Saya minta tolong, sediakanlah unta agar saya bisa menaikinya."

"Kami akan menyediakan anak unta saja." jawab Nabi.

"Saya tidak akan menaikinya. Anak unta tidak akan sanggup menahan berat badanku." jawab wanita itu dengan serius.

"Bukankah setiap unta adalah anaknya unta?"

* * *

Bergurau dan bercanda tidak dilarang.
Rasulullah juga melakukan.
Tetapi yang perlu kita teladani, GURAUAN RASULULLAH TIDAK ADA MUATAN KEBOHONGAN DAN DUSTA DI DALAMNYA.

--0o0o0--

ADAB DALAM TERTAWA

"Dan bahwasanya Dialah (Allah) yang menjadikan orang tertawa dan menangis." (QS. An Najm: 43)

Banyak orang bilang "Tertawalah, mumpung tertawa belum dilarang." Yup's, tertawa adalah hak setiap orang dan tidak ada larangan dalam tertawa. Namun demikian, ternyata tertawa itu juga ada batasannya. Sebagai manusia waras tentu kita tidak mau kan dikatakan gila gara-gara tertawa-tawa sendiri yang tidak pada tempatnya. Nah, agar kita tetap bisa dikatakan waras maka ikutilah aturan-aturan dibawah ini dalam tertawa.

1. Jangan tertawa yang berlebihan atau terlalu banyak tertawa.
Sesuai sabda Nabi, "Berhati-hatilah dengan banyak tertawa sebab ia menyebabkan hati menjadi mati." (HR. At-Tirmizi)
Tertawa itu boleh, yang tidak boleh itu berlebihannya dalam tertawa tanpa ada sebabnya.

2. Jangan tertawa dengan terbahak bahak. Tertawalah biasa saja, yang wajar wajar saja atau tersenyum, jangan sampai terbahak bahak (ngakak : jawa). Karena tertawa terbahak bahak adalah simbol kebodohan.
Sayyidina Ali karomallaahu wajhah berkata, "Barang siapa yang tertawa terbahak bahak, jika ia orang pandai maka ia telah memuntahkan sebagian ilmunya dan jika ia orang bodoh maka telah bertambahlah kebodohannya."

3. Dilarang mentertawakan kebenaran agama, mentertawakan firman firman Allah.
"Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa mukjizat- mukjizat Kami dengan serta merta mereka menertawakannya." (QS. Az-Zukhruf: 47)

4. Jangan berbohong untuk mentertawakan keburukan orang lain, saudara atau teman.
Sesuai sabda Nabi, "Celakalah orang yang berbicara padahal ia berbohong, hanya sekadar untuk membuat orang-orang lain tertawa. Celakalah dia, dan celakalah dia."

5. Jangan mentertawakan orang lain apalagi ahli ibadah, tertawa dengan maksud mengejek atau menyakiti hati adalah dilarang.
"Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan adalah kamu selalu menertawakan mereka." (QS. Al- Mu'minun: 110)

6. Jangan tertawa di tempat-tempat umum yang tidak pantas jika kita tertawa didalamnya, seperti di dalam majlis dzikir, majlis taklim, rumah sakit, saat takziah, dll.

7. Hendaknya tertawa dilakukan pada waktu yang sesuai. Jangan tertawa saat sholat karena dapat membatalkan sholat, tertawa saat makan awas nanti tersedak, dll.

8. Janganlah mentertawakan dosa yang telah dilakukan.
Ibn Abbas berkata "Barangsiapa menjalani dosa sementara ia tertawa maka masuklah ia didalam neraka dengan menangis".

9. Jangan sampai terlalu banyak tertawa hingga kita lalai akan akhirat.
"Maka hendaklah mereka sedikit tertawa dan banyak menangis, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan." (QS. At-Taubah: 82)
Nabi SAW bersabda "Andaikan kalian mengetahui apa yang aku ketahui niscaya kalian banyak mengangis dan sedikit tertawa"

10. Jangan tertawa tanpa ada sebab. Bisa disangka gila nanti. :D
Lukman al-Hakim berkata pada anaknya "Wahai anakku...! Janganlah banyak tertawa tanpa kekaguman, Jangan melangkah tanpa ada kepentingan, Jangan bertanya atas hal-hal yang tidak bermanfaat, Janganlah hartamu kau sia-siakan, harta temanmu kau lebih-lebihkan. Karena hartamu adalah yang kau kuasai sedang harta selainmu bukanlah harta yang kau miliki...!"

Semoga bermanfaat.

DOA AMPUH PENGUSIR SYETAN

Sebut saja si Salim, saat itu usianya baru sekitar 16 tahun. Dia kini tengah duduk di bangku kelas 1 MAN di Jember. Seminggu yang lalu orang tuanya baru saja pindah rumah. Rumah yang kini ia tempati adalah rumah bekas peninggalan jaman belanda. Jadi tak heran jika bentuk rumah itu agak beda dari rumah-rumah yang lain.

Awalnya sih tidak ada tanda-tanda keanehan pada rumah itu. Namun setelah hampir sebulan, barulah Salim mengalami sebuah kejadian yang cukup menyeramkan.

Pernah suatu malam Salim terbangun dari tidurnya karena kebelet pengen buang air kecil. Dia lihat jam sudah menunjukan pukul 02:00 WIB. Langsung saja deh dia lari ke toilet dan melepaskan hajatnya.

Setelah selesai pipis, Salim balik lagi kekamarnya untuk tidur kembali. Namun ketika baru keluar dari toilet, tiba-tiba terdengar suara orang tertawa cekikikan dari arah kamarnya. Dia pikir itu ibunya, tapi ngapain malam-malam begini ibunya ke kamar Salim...???

Salim pun mencoba untuk biasa saja walau sebenernya dia merasakan aneh. Semakin dekat ke kamar, langkahnya semakin terasa berat dan badannya tiba tiba merinding.
Sesampainya Salim di depan kamar,

''ASTAGA..!!!'' Salim kaget.

Ternyata di atas tempat tidurnya nampak sesosok kuntilanak yang sedang melayang layang. Mukanya pucat, bola matanya putih semua, dan rambutnya panjang terurai kedepan menutupi sebagian wajahnya.

Kuntilanak itu terus tertawa cekikikan. Salim bingung, panik, takut, ngeri, galau bercampur jadi satu bagaikan gado gado. Ingin ia berlari namun langkahnya terasa berat, hampir saja ia pipis dicelana tapi ga jadi karena dia ingat kalau waktu itu dia ga pakai pampers.

Karena suasana begitu mencekam sehingga membuat Salim jadi kalut. Ia bingung karena ketakutannya membuat ia lupa akan doa doa yang sudah pernah dihafalnya.

Dengan sisa sisa keberaniannya, Salim berusaha membaca doa seingatnya agar Kuntilanak itu pergi. Setengah berteriak Salim pun membaca doa yang dia ingat.

"BISMIKA ALLAAHUMMA AHYA WA BISMIKA AMUUT..."

Benar saja, setelah mendengar Salim membaca doa. Kuntilanak itu langsung panik kocar-kacir sambil teriakannya semakin melengking sebelum akhirnya Kuntilanak itu mampu meloloskan diri dari kamar Salim, sambil ia (kuntilanak) ngedumel sendiri.

"BUSYEET BENER DAH, ANAK ABG JAMAN SEKARANG UDAH PADA EDAN..!! MASA BARU KENAL UDAH NGAJAK BOBO BARENG...!! AMPYUUUUUN DEH...!!! GIMANA NTAR KLO GUA HAMIL DAN BERANAK LAGI? APA KATA DUNIA SETAN? MASAK KUNTILANAK BERANAK? KAPOK DAH GUA..!!''

Maaf jika kurang lucu.

--0o0o0--

Sampai saat ini ternyata masih banyak yang beranggapan bila orang matinya tidak wajar seperti contoh wanita diperkosa dan kemudian dibunuh maka arwahnya akan gentayangan menjadi kuntilanak dan akan menuntut balas.

Benarkah anggapan yang demikian?

ARWAH orang yang telah meninggal dunia ketika keluar dari jasad akan berada pada suatu tempat sesuai dengan derajat dan amal orang tersebut :

1. Arwah para Nabi bertempat di surga dengan menikmati segala kenikmatannya.

2. Arwah para Syuhadaa' berada pada perut burung hijau yang berlalu lalang disurga sembari menikmati makanan dan minuman surga.

3. Arwah orang Mukmin yang taat berada di taman surga namun belum bisa menikmati hidangan surga melainkan hanya bisa menikmati panoramanya.

4. Arwah orang Mukmin yang durhaka berada diruang angkasa antara bumi dan langit.

5. Arwah orang kafir yang mengingkari Tuhannya berada pada perut burung berwarna hitam di tempat bernama Sijjin yang berada dilapisan bumi ketujuh dengan mengalami siksaan yang pedih.

Dalam sebuah Hadits Nabi Muhammad SAW bersabda, "Tidak ada (penyakit) menular, ramalan buruk, arwah gentayangan dan cacing kudis (yang menular)." (HR Bukhari dan Muslim)

Dari hadits tersebut di atas telah jelas menerangkan bahwa fenomena arwah orang mati gentayangan itu TIDAK ADA.

Hadits ini sesuai dengan sebuah ayat dalam Al Quran bahwa, "Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir" (QS. Az Zumar : 42).

Dalam menafsiri ayat ini Imam AlQurthuby dengan mengutip beberapa pendapat Ulama' Ahli Tafsir mengatakan bahwa ketika seseorang tidur akan bisa terjadi perjumpaan antara ruhnya dengan ruh-ruh orang yang telah mati, keduanya saling mengutarakan keadaan masing-masing, dan ketika keduanya hendak kembali ke jasad mereka masing-masing, Allah SWT menahan ruh orang yang telah mati dan melepas ruh orang yang masih hidup. Sehingga sangat mustahil arwah ORANG MATI yang berada dalam genggaman Allah dan menjalani ketentuannya masing-masing akan gentayangan dalam wujud hantu.

Dari keterangan tempat arwah setelah berpisah dari jasad dan dalil nash yang berkaitan dengannya, klaim yang paling logis perihal fenomena diatas adalah bahwa hantu atau arwah gentayangan ini merupakan penjelmaan jin (khususnya Jin Qorin).

Jin Qorin adalah jin yang selalu dekat menyertai orang sejak lahir hingga kematian. Qorin inilah yang paham betul dengan tipikal, kebiasaan dan kepribadian orang yang disertainya sehingga tidak aneh jika Qorin sanggup menjawab hal-hal yang bersifat intim dan privasi serta bisa meniru gaya, perilaku bahkan menyamar menjadi orang yang disertainya ketika hidup.

Dalam sabdanya Rasulullah SAW telah menegaskan mengenai eksistensi Qorin ini "Tidaklah seorang pun dari kalian kecuali telah ditetapkan JIN yang menyertainya" (HR. Muslim dan Ahmad)

Dan bukti bahwa hantu atau arwah gentayangan tersebut adalah jelmaan Jin berdasarkan apa yang tersirat dalam Hadits Nabi :

"Jin ada tiga kelompok, ada yang mempunyai sayap dan bisa terbang, ada yang menyerupai ular, dan ada yang bisa berjalan dan bergerak (seperti manusia). (H.R. Tabrani).

Berdasarkan keterangan dari Imam Az-Zuhaily golongan jin yang ketiga inilah yang biasanya menjelma dan menampakkan diri dalam wujud hantu seperti Kuntilanak, dll apalagi jin memang diberi kemampuan untuk menjelma dalam bentuk yang beraneka ragam.

Adapun perihal arwah orang yang mati tidak wajar gentayangan selama 40 hari memang memiliki relevansi kebenaran jika yang dimaksud adalah arwah orang-orang ahli maksiat, namun kendati demikian arwah tersebut tidak menjelma dalam bentuk hantu dan juga tidak terbatas dalam masa 40 hari saja tetapi mereka menempati dalam ruang antara bumi dan langit dan dalam masa yang dikehendaki oleh Allah SWT.

Wa Allaahu A'lamu bi ashShawaabi

REFERENSI :
- Sab'ah Kutub al-Mufiidah 186
- Anwaar al-Buruuq 2/227
- Tafsiir Al-Qurthuuby 15/260
- Faidh al-Qadiir 1/111-112
- I'aanah at-Thaalibiin 2/107

Powered by PISS-KTB

MANTRA SAKTI

Dikisahkan oleh Jalaludin Rumi bahwa pada suatu hari, Isa putra Maryam, berjalan-jalan di padang pasir dekat Yerusalem bersama-sama sejumlah orang yang hatinya masih dikuasai ketamakan.

Mereka memohon agar Isa memberitahukan kepada mereka sebut saja "Mantra" yang dipergunakannya untuk menghidupkan orang mati.

Isa berkata, "Kalau kuberitahukan pada kalian, kalian akan menyalahgunakannya."

Kata mereka, "Kami sudah siap dan pantas untuk mendapatkan pengetahuan semacam itu. Lagipula hal itu akan menguatkan iman keyakinan kami."

"Kalian tidak tahu apa yang kalian minta," katanya, tetapi diberitahukannya juga tentang Mantra itu.

Segera sesudah itu, orang-orang tersebut berjalan di suatu tempat yang ditinggalkan (tak berpenghuni) dan mereka melihat setumpuk tulang yang sudah memutih.

"Mari kita coba kekuatan Mantra itu," kata mereka satu sama lain, dan dibacalah mantra itu.

Tak lama setelah Mantra itu diucapkan, tulang-tulang itu pun perlahan-lahan terbungkus daging dan menjelma menjadi seekor binatang buas liar, dan Aaaaauuuum.... Binatang itu menerkam mereka hingga tercabik-cabik.

*sumber Kisah Bijak Para Sufi.

--0o0o0--

Tidak begitu lucu, tapi cerita ini lumayan mampu membuat kita tersenyum jika kita punya selera humor. xexexe

Seorang Guru terkadang tidak mengajarkan semua ilmu yang dimilikinya, bukan berarti beliau pelit ilmu. Tapi Guru itu lebih tahu apa yang terbaik untuk muridnya. Ibarat seorang Dokter, beliau lebih tahu dosis obat untuk pasiennya.

Jadi, jangan pernah ngeyel kepada Guru kita untuk minta diajarin ilmu ini dan itu. Lebih baik kita ajarkan dan kita amalkan saja ilmu yang sudah kita dapat. Insya Allah, tempat yang kosong akan terisi kembali.

"Siapa yang mengajarkan ilmu kebaikan yang ia ketahui, maka Allah akan menggantinya dengan ilmu kebaikan yang baru yang belum ia ketahui." (Sayyidina Ali karomallaahu wajhah)

BEDA KEYAKINAN

Suatu sore di komplek pesantren, di bawah pohon kelapa tampak 2 santriwati yang sedang asyik ngobrol. Sebut saja Santi dan Sinta.

Santi : "Sin, nanti selepas akhirus sanah, kamu mau ngapain?"

Sinta : "Aku pengen ngajar ngaji aja di rumah. Kebetulan belum ada disekitar rumah. Kasihan anak-anak dilingkungan sekitar rumah masih banyak yang belum bisa ngaji."

Santi : "Oh, bagus itu. Semoga Allah meridho'i."

Sinta : "Aamiin... Syukron do'anya. Eh, kalau kamu sendiri gimana?"

Santi : "Emmh... Aku sih pengen nikah."

Sinta : "Aamiin... Apa sudah ada calon?"

Santi : "Insya Allah sudah ada di kampung."

* * *

Setelah akhirus sanah, Santi dan Sinta berpisah. Mereka memilih jalan hidup mereka masing-masing. Beberapa tahun kemudian, tanpa sengaja mereka bertemu disebuah acara tabligh akbar.

Santi : "Assalaamu'alaikum, eh kamu Sinta kan?"

Sinta : "Wa'alaykum salam, iya. Eh, kamu Santi ya?"

Santi : "Iya, aku Santi. Gimana kabarmu? Jadi ngajar ngaji ?"

Sinta : "Alhamdulillah, sudah ada tiga puluhan santri yang ngaji. Emmh... kamu sendiri gimana? Jadi nikah? Sudah punya anak belum?"

Santi : (santi tertunduk, diam. dengan lirih ia menjawab) "Kami tidak jadi menikah, beda keyakinan."

Sinta : "Astaghfirullaah... Kok bisa sih? Beda keyakinan gimana maksudnya? Beda agama gitu?"

Santi : (dengan menggeleng pelan) "Bukan itu, maksudnya... emmh... AKU YAKIN KALAU AKU ITU CANTIK DAN SHOLIHAH, TAPI CALON SUAMIKU TIDAK YAKIN."

Sinta : "....!!!???

--0o0o0--

HUKUM NIKAH BEDA AGAMA

1. Nikah antara Muslim dengan Kafir Musyrik.

Allah ta'ala berfirman :
"Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran." (QS. Al Baqarah: 221)

Berdasarkan ayat ini dan dalil-dalil yang lain, para ulama menyepakati (ijma') keharaman pernikahan antara seorang laki-laki atau perempuan muslim dengan orang- orang kafir musyrik laki-laki maupun perempuan.

2. Nikah antara Lelaki Muslim dengan Perempuan Kafir Ahli Kitab

Allah ta'ala berfirman :
"Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang ahli kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita- wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar maskawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak pula menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum- hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi." (QS. Al Ma-idah: 5)

Berdasarkan ayat ini dan dalil-dalil yang lain, mayoritas para ulama berpendapat bolehnya pernikahan antara seorang laki-laki muslim dengan perempuan Ahli Kitab, yahudi dan nasrani saja [5]. Hanya saja menurut Imam Syafi'i Perempuan Ahli Kitab yang dimaksud (yang boleh dinikahi) adalah mereka yang memang memiliki nenek moyang yahudi sebelum diutusnya Nabi Isa dan yang memiliki nenek moyang nasrani sebelum diutusnya Nabi Muhammad.

Sebagian ulama melarang lelaki muslim menikahi perempuan Ahli Kitab karena memang mengharamkannya dan sebagian lagi melarang dalam artian menganjurkan dan menasehatkan (Min Bab an- Nashihah wa at-Taujiih wa al Irsyad) agar tidak melakukan hal itu lebih karena alasan kemaslahatan. Mereka menganggap pernikahan semacam ini sedikit banyak akan membawa bahaya dan yang lebih besar maslahatnya adalah menghindari model pernikahan semacam ini.

Pernikahan dengan perempuan Ahli Kitab ini dilakukan oleh para sahabat Nabi shallallahu 'alayhi wasallam, di antaranya: Utsman ibn 'Affan menikah dengan Ibnatul Farafishah al Kalabiyyah, seorang nasrani kemudian masuk Islam. Thalhah ibn Ubaidillah menikahi perempuan dari Bani Kulayb nasrani atau yahudi. Hudzaifah ibn al Yaman menikahi seorang perempuan yahudi. (Semua diiriwayatkan oleh al Bayhaqi dengan sanad yang sahih) [6].

3. Nikah antara Perempuan Muslimah dengan Lelaki Kafir Musyrik atau Kafir Ahli Kitab

Allah ta'ala berfirman :
"…Maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka benar- benar beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang- orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka…" (QS. Al Mumtahanah: 10)

Berdasarkan ayat ini dan dalil-dalil yang lain, para ulama menyepakati (ijma') keharaman pernikahan antara seorang perempuan muslim dengan laki-laki kafir, baik musyrik maupun Ahli Kitab. Orang yang menghalalkan model pernikahan semacam ini berarti telah mendustakan al Qur'an dan telah keluar dari Islam.

REFERENSI :

[1]. Lihat Mukhtar ash-Shihah, h. 562.
[2]. Syekh Abdul Ghani an-Nabulsi, al Fath ar-Rabbani wa al Faidl ar- Rahmani, h. 190-191, Syekh Abdullah al Harari, ash-Shirath al Mustaqim, h. 30
[3]. Syekh Abdullah al Harari, Sharih al Bayaan, Jilid I, h. 172-189 dan ash-Shirath al Mustaqim, h. 18-21
[4]. Syekh Muhammad Anwar al Kasymiri, Ikfar al Mulhidin, h. 124
[5]. Tidak masuk ke dalamnya perempuan majusi. Karena Majusi disamakan dengan Ahli Kitab dalam hal jizyah saja, sementara dalam hal nikah dan sembelihan tetap diharamkan seperti orang- orang kafir lainnya. (Lihat Syekh Muhammad al Huut al Beiruti, Mukhtashar al Badr al Munir Fi Takhrij Ahaadits asy-Syarh al Kabiir Li Ibn al Mulaqqin, h. 205)
[6]. Syekh Muhammad al Huut al Beiruti, Mukhtashar al Badr al Munir, h. 205
Powered by PISS-KTB

SMS LUCU

Beberapa menit lagi masuk waktu maghrib. Sodron bergegas ke Masjid untuk bersiap mengumandangkan adzan. Di tengah perjalanan, tepat di pertigaan sempit Sodron dikejutkan oleh Semprul yang berjalan setengah berlari hingga,.... "Bruuugh.." Tabrakan antar badan pun tak dapat dihindari.

"Masya Allah, Prul... Semprul... Ngapain kamu lari lari kaya orang dikejar kejar syetan." Sodron berkata, karena sarungnya tampak kotor setelah jatuh.

"Maaf, Dron. Maaf.. Ini aku buru-buru mau beli pulsa." Semprul memohon maaf.

"Cuma mau beli pulsa, ngapain buru-buru amat sih. Jalan pelan apa ga bisa? Sarung aku kotor nih."

"Gawat nih, Dron. aku dapat SMS, kalau tidak segera aku sebar nanti aku bisa kena musibah."

"Ya Allah, Prul... Hari gini kok masih percaya sama SMS gituan. Emang isi SMSnya seperti apa sih?" Sodron penasaran.

Semprul segera menyodorkan handphonenya  ke Sodron. Sodron pun membaca isi SMS tersebut yang bunyinya....

Assalamualaikum..... Tolong jangan dihapus SMS ini dari Pipik, istri almarhum Uje. Ia bermimpi bertemu Ustadz Jefri Al Buchori. Dalam mimpi itu beliau berpesan, "kuatkan akidah dalam ibadah. Karena dunia sudah tua dan goyah, jangan tinggalkan sholat." Tolong sebarkan SMS ini ke 20 muslim, insya Allah dalam waktu 10 hari kamu akan dapat rizki besar, dan bila tidak disebarkan maka kamu akan menemukan musibah berupa kesulitan yang tidak henti hentinya (demi Allah terbukti)

Setelah membaca SMS tersebut, Sodron malah tertawa terbahak-bahak.

Semprul jadi heran, "Kamu kenapa malah tertawa sendiri gitu?"

"Kamu itu aneh, Prul. Hari gini masih percaya ama SMS gituan. Mana ada SMS yang bisa mendatangkan musibah? 
Hati-hati Prul, Jangan mudah percaya dengan SMS yang tidak jelas sumbernya gitu. TIDAK BOLEH KITA PERCAYA KEPADA SELAIN ALLAH, bisa bisa jadi musyrik." Sodron mencoba menasehati.

"Oh, gitu yah? Maklum aku bukan santri yang pinter ngaji seperti kamu.. Aku ini masih awam, Dron."

"makanya kamu percaya sama Aku, Dari pada kamu nyebarin SMS yang tidak jelas dan justru bisa membuat orang lain resah. Mending kamu nyebarin pulsa aja ke aku. Kebetulan pulsa aku habis. Insya Allah lebih manfaat.

"Ah, tidak mau... Enak aja kamu, aku tidak percaya sama kamu."

"Lah, kenapa memang?."

"Aku tidak bakalan percaya sama kamu, kamu sendiri yang bilang, JANGAN PERCAYA KEPADA SELAIN ALLAH, bisa jadi musyrik. Termasuk percaya sama kamu ." jawab Semprul sambil ngacir...

Sodron, "Gubrak..."

--0o0o0--

"Dan jika Allah menimpakan suatu kemudhorotan (bencana) kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." (QS. Al An'aam : 17)

Wahai Sobat, jika Anda mendapat SMS seperti di atas ataupun yang serupa dengannya. Maka diharapkan untuk tidak ikut menyebar luaskannya. Ini adalah SMS sesat pengecoh akidah umat islam. Berhati hatilah, perhatikan pada text terakhir (Tolong sebarkan SMS ini ke 20 muslim, insya Allah dalam waktu 10 hari kamu akan dapat rizki besar, dan bila tidak disebarkan maka kamu akan menemukan musibah berupa kesulitan yang tidak henti hentinya. Demi Allah terbukti), kebanyakan orang awam akan membagikan SMS tersebut hanya karena takut akan ancaman dari SMS itu. Padahal hanya Allah lah yang dapat mendatangkan manfaat ataupun mudhorot dari sesuatu yang Dia kehendaki.

Wallaahu a'lam.

NAJIS TAPI TIDAK DOSA

Sabtu sore ba'da ashar, disebuah taman tampak si Sodron sedang JJS (Jalan Jalan Sore). Dengan masih mengenakan Pakaian Kebesarannya ala santri (bukan pakaian kekecilannya loh ya) yaitu sarung, baju koko dan kopiah putih. Dia begitu menikmati suasana taman yang letaknya tak jauh dari pesantren. Tapi sayang, disudut sudut taman terlihat berpasang pasangan muda mudi yang berpacaran. Malem minggu gitcyu loh... Karena risih, Sodron memutuskan untuk pulang ke pesantren.

Ketika hendak membalikkan badan, tiba - tiba . . .

"Guk..guk...Kaing..kaing..kaing..."

Seekor anjing tergeletak di tengah jalan, tertabrak sepeda motor sepasang muda mudi yang melintas kencang dan meninggalkan anjing itu begitu saja.

Sodron bingung, antara menolong atau tidak. Anjing itu sudah tak berdaya. "Anjing itu kan najis, ah sudahlah biarkan saja." Begitu pikirnya. Ia pun melanjutkan langkahnya. Namun hatinya masih bimbang. Sodron teringat cerita Kiyainya bahwa ada seorang pelacur yang masuk surga lantaran memberi minum anjing.

"Walaupun anjing najis toh dia makhluk Allah juga. Aku harus menolongnya."

Sodron langsung menghampiri anjing yang masih tergeletak ditengah jalan. Astaga ternyata anjing itu sudah tak bernyawa. Sodron segera membawanya dan mencari tempat yang aman untuk menguburnya.

Ternyata sedari tadi ada sepasang kekasih yang memperhatikan tingkah Sodron.

Cewek : "Ih, gila tuh cowok. Dandanannya aja kaya santri tapi kok pegang pegang anjing sih, Say." (ngomong ke cowoknya)

Cowok : "Iya tuh, santri sodron (setengah gila) pastinya tuh. Harusnya kan tau kalo anjing tu najis dan ga boleh dipegang. Yuk kita samperin, Honey."

Sambil berpegangan tangan messsrraaaaaaa buangetz... Sepasang kekasih itu pun menghampiri santri yang memang julukannya di pesantren adalah santri sodron. :-D

Cowok : "Eh, Mas. Kok nenteng nenteng anjing sih?"

Sodron : "Iya, Mas. Ini anjingnya mati tadi tertabrak motor. Mau saya kuburin."

Cewek : (ikut nyahutin) "Tapi anjing itu kan najis, Mas. Kok dipegang pegang gitu ga pake plastik atau sarung tangan?"

Sodron : "Ga papa, Mbak. Cuma najis, ga dosa kok. Nanti juga bisa disucikan."

Cowok : "Tapi tetep saja najis. Masnya kan santri masak pegang pegang bangkai anjing?"

Sodron : (diam sejenak menahan emosi, ni cowok cewek bawel amat dan sok suci. setengah membentak, sodron menyahut dengan lantang) "Mas, Mbak. Maaf ya. Saya kasih tahu. Ini anjing mati tertabrak motor. Jika semua orang membiarkannya atas dasar najis dan tidak mau menyingkirkannya. Nanti anjing ini bakalan membusuk ditengah jalan dan akan lebih mengganggu orang yang lewat. Makanya saya mengambilnya dan hendak menguburkannya dengan alasan darurat. Toh ini hanya najis dan tidak dosa. Buat saya LEBIH BAIK MEMEGANG BENDA NAJIS DARI PADA BEPEGANGAN TANGAN DENGAN BUKAN MAHRAM. Haram itu hukumnya dan dilarang. (sambil menunjuk ke arah tangan muda mudi yang masih bergandengan mesra...)

Bagai kepiting rebus muka cowok cewek tadi yang sok suci dan akhirnya ngacir pergi menahan malu....

Maaf jika ceritanya bertele tele dan kurang lucu. Semoga tetap bisa membuat Sobat tersenyum.

--0o0o0--

"Sesungguhnya kepala ditusuk dengan besi panas itu lebih baik daripada memegang lelaki / perempuan bukan mahram." (HR. Thabrani dan Baihaqi)

Maaf, tak banyak yang akan Saya sampaikan. "JIKA MEMANG KAU MENCINTAINYA, MAKA JANGAN KAU SENTUH DIA HINGGA DIA HALAL BAGIMU." Itu jika memang Kau mencintainya karena Allah. Bukan karena nafsu.

Jodoh itu ada 3, yaitu :

1. Jodoh dari Syaitan :
Kamu berdua berkenalan, berpegangan tangan dan terus berbuat maksiat. Akhirnya si wanita hamil, baru kamu menikah.

2. Jodoh dari Jin :
Kamu berdua berkenalan. Kamu suka pada dia. Tapi dia tidak suka padamu. Akhirnya cinta di tolak dukun bertindak, dan akhirnya dia mau menikah denganmu.

3. Jodoh dari Allah :
Kamu berdua berpandangan mata. Yang akhirnya menusuk ke kalbu, Kamu meminang dia, dan dia menerima pinangan kamu. Kamu berdua menikah. InsyaAllah kekal hingga akhir hayat. Dan itulah yang dikatakan syurga cinta.

Wallaahu a'lam...

MASUKKAN PAYUNG

Santri yang ikut ‘ndalem’ rata-rata kalau tidak menghibur ya menjengkelkan Kiyainya. Sebut saja Tukin. Dia adalah seorang santri ‘ndalem’ yang sekaligus menghibur dan menjengkelkan bagi Kiyainya, Kiyai Bisri Musthofa.

Pulang dari menghadiri hajatan, Kiyai Bisri meletakkan payung di depan pintu. Setelah hujan reda, beliau menyuruh Tukin untuk memasukkan payung.

“Kin, payung itu bawa masuk!”

“Inggih, (ya)” kata Tukin sambil lari ke dalam, bukannya ke luar rumah.

“Loh, payung di luar itu l!” teriak Kiyai Bisri heran.

“Inggih,” jawab Tukin masih terus menuju ke dalam rumah.

“Loh, kok kamu malah kesana itu mau apa?” tanya Kiyai Bisri bingung.

“Mau cari obeng,” jawab Tukin kalem.

“Obeng untuk apa?” tanya Kiyai Bisri semakin bingung.

“Untuk nyopot pintu ini, Yai. Payungnya lebar, kalau pintunya tidak dicopot, tidak bisa masuk payungnya.”

“MasyaAllah, Tukin, Tukin,” teriak Kiyai Bisri sambil tertawa, “Mengapa tidak telingamu saja yang dicopot?”

Ganti Tukin yang bingung.

--0o0o0--

Sering kali kita marah untuk melampiaskan emosional kita ketika anak atau pun murid kita tidak paham paham dengan apa yang kita perintahkan.

"Guoblok kamu, kaya gitu saja tidak bisa!"
"Payah kamu, gitu saja tidak ngerti!"

Tapi tidak untuk, Kiayi Bisri. Beliau justru tertawa melihat keluguan Santrinya dan menanggapinya dengan lelucon sindiran halus.... Perlu kita contoh.

Menasehati, mengarahkan, membetulkan tidak mesti harus dengan amarah, tapi dengan sindiran halus atau humor pun bisa dan justru lebih menyehatkan. Insya Allah.

FILOSOFI SANTRI

Santri adalah julukan bagi seorang yang menuntut ilmu pendidikan di sebuah pesantren yang diasuh oleh figur seorang kiyai. Sedangkan siswa / murid adalah sebutan seorang yang menuntut ilmu di pendidikan formal.

Predikat santri mempunyai makna yang sangat luas yang harus kita mengerti dan kita jalani. Santri bukanlah sebutan asala-asalan yang dilontarkan oleh leluhur kita dulu. Yang mana seperti kita ketahui bahwa pesantren merupakan lembaga tertua di indonesia, semenjak penyi’ar agama islam datang di negara kita.

SANTRI berasal dari bahasa sangsekerta yaitu San artinya suci dan Tri artinya Tiga. Jadi, maknanya santri harus suci dari tiga perkara, yaitu ; suci dari kema’siatan, suci dari kedzholiman dan suci dari kebodohan. Itulah ma’na santri kalau kita fahami betul dari bahasa leluhur kita.

* * *

Ma’na santri pun bila kita kaji lebih dalam lagi mecakup beberapa pengertian yang luas. Kata Santri terdiri dari lima huruf hijaiyah yaitu : SIN, NUN, TA', RO' dan YA'

- Sin adalah kependekan dari kalimat "satirun ‘anil ‘uyuub" artinya menutupi kekurangan atau aib serapat mungkin. Santri harus bisa menjaga moralitas karena mereka adalah generasi yang sangat diharapkan untuk menjadi tolak ukur moral di masyarakat.

- Nun adalah "naaibul ‘anisy syaikh" artinya pengganti dari guru dan orang tua. Ulama adalah pewaris dari para nabi, kemudian santri adalah pewaris dari para ulama. Sehingga keberadaan santri ini sangat diharapkan bisa menjadi panutan untuk meneruskan dakwah dan tarbiyah karena mereka sudah diberi kemampuan lebih dalam bidang agama.

- Ta’ adalah "taa’ibun ‘anidzunub" artinya senantiasa memperbaharui taubat kepada Allah dan menghindari berbuat dosa kecil maupun besar. Manusia memang tidak ada yang suci dari dosa dan kesalahan karena sifatnya yang pelupa. Namun, Allah dengan kasih sayangnya masih memberi kesempatan untuk membersihkan dosa dan kesalahan dengan pintu taubat yang selalu terbuka sampai nyawa tercabut.

- Ro’ adalah "rooghibun fil mandhub" artinya sepi dari mengharap imbalan tapi giat untuk bekerja. Mereka berbuat bukan untuk mendapatkan imbalan yang banyak sebagaimana orang bekerja mencari penghasilan. Namun mereka berbuat karena ingin memberi yang terbaik bagi orang lain dan masyarakat luas. Mentalitasnya bukan seperti robot yang selalu harus diremot baru bergerak. Keterpanggilan iman yang mendorong dirinya terus berbuat untuk Islam. Mereka sangat yakin bahwa kebaikan yang diberikan kepada orang lain, hakekatnya adalah kebaikan untuk dirinya kelak di hari kiamat.

- Ya’ adalah "yughni ‘anrizqillah" artinya merasa cukup dengan rizki yang diberikan oleh Allah. Kesederhanaan adalah menjadi gaya hidupya. Manusia stress dan menjadi gila karena mengejar keinginan-keinginan yang diluar kemampuannya, tidak terima dengan kepuasan pemberian dari Allah. Sebagaian manusia menjadi budak dunia dengan mengejar dan terus berlari siang malam untuk mencari dunia. Padahal, tidak pernah akan ada kepuasan dengan dunia kecuali kenikmatan akherat yang Allah janjikan.

Itulah ma’na dari predikat seorang santri, filosofis yang perluh kita renungkan dan kita fikirkan dalam-dalam. Fungsi dari sebuah nama adalah pembentukan karakter pada seorang sesuai dengan namanya. Dengan makna santri tersebut telah menaruh beberapa harapan untuk menyonsong masa depan. Maka kita tela’ah lagi hakikat seorang santri yang mengandung ma’na yang menjadi amanah yang harus dita’ati bagi seorang santri. Dan semoga ilmu yang kita emban akan menjadi ilmu yang bermanfa’at di dunia dan di akhirat, bermanfa’at bagi nusa bangsa dan agama. Aamiin.

Wallaahu a'lam.

DARIPADA JADI PENC0P3T

Kyai Arwani adalah Kyai yang terkenal dengan hafalan Qur'annya. Pesantrennya yang diasuhnya "Yanbu'ul Qur'an" di Kudus menjadi salah satu kiblat para hafidz-hafidzoh di Jawa Tengah.

Suatu hari ketika bepergian, di saat beliau turun dari bus di terminal Terboyo Semarang, Kyai Arwani kecopetan. Entah sudah tahu atau memang pura-pura tidak tahu, Kyai Arwani tidak perduli jika baru saja kecopetan. Santri yang mendampingi dan tahu kejadian kecopetan terkejut, seketika itu pula mereka pada mengejar pencopetnya.

"Copet...! Copet...!" teriaknya sambil mengejar. Suasana menjadi gaduh, serabutan, karena orang lain ikutan mengejar pencopet.

Tapi sayang, pencopetnya terlalu lincah berlari dan tampaknya cukup menguasai medan hingga gagal ditangkap. Para santri pada kecewa dan marah-marah pada pencopet yang sudah raib itu. 

Berani-beraninya si copet mengganggu sang Kyai, begitu kira-kira pikir mereka. Copetnya pun keterlaluan, tidak lihat-lihat siapa yang akan dijadikan korban. 
Dan tentu saja, pencopet tidak peduli hal itu. Mungkin yang diingat oleh pencopet adalah uang, uang dan uang. 
Bagi copet, siapa saja yang pegang uang, uang tetap bernilai uang. Yang juga tak kalah mengherankan adalah Kyai Arwani, tidak perduli dengan apa yang barusan terjadi. Seolah-olah tidak terjadi apa- apa pada dirinya. Tenang-tenang saja, sibuk dengan dzikirnya. Sampai- sampai santrinya harus memberi tahu bahwa Kyai baru saja kehilangan dompet disikat pencopet.

"Kyai, Njenengan baru saja kecopetan!" kata santrinya memberitahu.

"Oh, ya?" jawab Kyai santai.

"Benar, Kyai. Tapi kami gagal menangkapnya! Keterlaluan betul pencopet itu!"

"Alhamdulillah.... Sudahlah kalian tidak perlu ribut-ribut. Saya bersyukur, yang dicopet itu saya!"

"Apa maksudnya Kyai?"

"Syukur....syukur..... Alhamdulillah. Karena saya yang dicopet, bukan saya yang jadi pencopetnya!"

Tentu saja para santri pada bengong mendengar jawaban Kyai.

"Kok bisa begitu Kyai?"

"Sekarang apa jawab kalian jika aku tanya, lebih baik mana, menjadi orang yang dicopet atau menjadi tukang copetnya?" tanya beliau kemudian.

Jawaban Kyai sungguh tak terbantahkan, masuk akal. Nuansa zuhud dan kesufian mengiringi ucapan- ucapan Kyai. 
Para santri yang menyertai beliau pada geleng-geleng kepala tanda paham dan takjub. Dan para santripun mendapat pelajaran berharga yang belum pernah mereka jumpai dalam teori. Rupanya, dalam musibahpun bisa timbul rasa syukur, seperti yang sudah dicontohkan Kyai Arwani.

--0o0o0--

Cerita yang mampu membuat kita tersenyum dan juga mendapat banyak hikmah di dalamnya. Subhanallaah... Betapa bersyukur itu tidak hanya ketika kita mendapatkan sesuatu. Namun, seperti yang telah dicontohkan Kyai Arwani di atas bahwa bersyukur pun dapat dilakukan ketika kita kehilangan sesuatu.

Lahul Faatihah...

--0o0o0--

AKAR BAHAR TUMBUHAN UNIK KAYA MANFAAT